Radar KalbarRadar Kalbar
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Lainnya
    • Hukum
    • Olah Raga
    • Gaya Hidup
    • Bisnis
    • Figur
    • Tekno
    • Entertainment
Radar KalbarRadar Kalbar
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
Pencarian
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Hukum
  • Olah Raga
  • Gaya Hidup
  • Bisnis
  • Figur
  • Tekno
  • Entertainment
Radar Kalbar > Indeks > Opini > Fenomena Istri Simpanan di Kalangan Pejabat Tinggi
Opini

Fenomena Istri Simpanan di Kalangan Pejabat Tinggi

Last updated: 03/02/2026 01:25
03/02/2026
Opini
Share

FOTO : illustrasi (Ai)

Oleh : Rosadi Jamani ( Ketua Satupena Kalimantan Barat) 

DALAM kelas Sex Education, guru selalu bilang, “Kalau sudah dewasa, semua harus pakai pengaman.” Masalahnya, di republik ini, yang paling anti pengaman justru pejabat tinggi.

Begitu jabatan ereksi, akal sehat langsung loyo. Dana hibah mengeras, nurani melemas.

Mari kita ungkap fenomena istri simpanan ini sambil seruput Koptagul agar tak lemes, wak!

Ambil contoh Kusnadi, almarhum pejabat DPRD Jawa Timur, yang secara metaforis bisa kita sebut pasien gagal mengontrol hormon kekuasaan. Di luar istri sah, ia mengembangkan hubungan ekstra kurikuler dengan Fujika Senna Oktavia, istri siri yang fungsinya bukan cuma romantis, tapi organ reproduksi finansial.

Dalam sidang Tipikor Surabaya, 30 Januari 2026, Fujika tampil seperti murid teladan yang akhirnya jujur ke guru BK. Iya, saya istri kedua. Iya, saya dapat rumah belasan miliar. Iya, ada aliran dana Rp10 miliar ke perusahaan saya. Lengkap. Tanpa malu. Tanpa keringat.

Dalam anatomi korupsi, istri simpanan itu ibarat rahim pencucian uang. Uang haram dibuahi dari dana hibah, dikandung di rekening pribadi, lalu lahir sebagai rumah mewah, mobil kinclong, dan PT dengan nama sok estetik. Semua tampak sah, seperti bayi tabung: secara moral meragukan, secara administratif “rapi”.

KPK datang seperti bidan, tapi sering cuma bisa cek denyut nadi. Barang bukti keburu dipindahkan. Uangnya sudah disapih, disekolahkan, bahkan mungkin sudah nikah lagi dengan rekening lain. Sistemnya canggih. Ini bukan zina receh, ini hubungan gelap berstandar MBA.

Jangan kira ini kelainan lokal. Di China, hampir 90 persen pejabat yang kena korupsi berat tercatat punya simpanan. Dalam istilah pendidikan seks, multiple partners tanpa kontrol, risiko penyakit tinggi. Liu Zhijun punya 18 mistresses, Lai Xiaomin konon sampai 100. Itu bukan libido, itu overdosis hormon kekuasaan. Negara dirangsang, rakyat yang kelelahan.

Filipina, Nigeria, Bolivia, semua menunjukkan gejala yang sama. Ketika kekuasaan naik, testosteron struktural melonjak. Pria berkuasa merasa dirinya kebal, seperti remaja yang baru nemu VPN lalu buka situs terlarang. Istri simpanan dipercaya sebagai “pengaman hukum”, padahal justru jadi carrier virus TPPU.

Di Indonesia, kita kenal istilah sugar daddy politik. Ini bukan soal cinta, ini soal logistik. Simpanan dijadikan kondom keuangan. Dipakai untuk menampung, lalu dibuang jika bocor. Tapi seperti semua alat murahan, selalu ada kebocoran. Biasanya ketahuan saat hubungan sudah terlalu dalam dan saldo terlalu besar.

Pertanyaan pamungkas ala sex education, siapa yang pegang kendali? Pejabatnya, atau para istri simpanan yang pegang ATM, PIN, dan rahasia ranjang plus rekening? Jangan-jangan para simpanan inilah seksretaris negara sesungguhnya, mengatur arus dana sambil senyum manis di foto Instagram.

Nuan bayangkan jika suatu hari salah satu dari mereka PMS (Post Moral Syndrome) lalu spill semua chat, transfer, dan sertifikat rumah. Negara bisa kolaps bukan karena kudeta, tapi karena screenshoot.

Sayangnya, mimpi itu jarang kejadian. Mesin cuci uang terus muter. Pejabat terus birahi. Kita, rakyat dewasa yang tak pernah diajak pendidikan etika kekuasaan, cuma bisa tercengang sambil menyimpulkan satu hal, di negeri ini, korupsi bukan sekadar kejahatan keuangan, ia adalah hubungan intim tanpa komitmen, tanpa pengaman, dan selalu meninggalkan anak haram bernama skandal.

Perkawinan bukan rekening cadangan dan pasangan hidup bukan tempat parkir dosa. Suami, kalau rezeki bertambah jangan merasa iman kebal dan hawa nafsu berhak naik kelas. Ingat, uang haram itu licin. Sekali tergelincir, keluarga yang ikut jatuh. Istri, jangan pernah menukar ketenangan batin dengan kemewahan sesaat.

Tas mahal bisa dipamerkan. Tapi, rasa malu dan penyesalan sering datang diam-diam di tengah malam. Rumah tangga yang sehat bukan soal berapa banyak yang dimiliki, tapi seberapa jujur, setia, dan berani berkata “cukup” ketika godaan datang membawa amplop tebal.

 

 

 

 

#camanewak
#jurnalismeyangmenyapa
#JYM

Bagikan ini:

  • Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Klik untuk berbagi di X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Klik untuk mengirimkan email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Klik untuk berbagi di Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
TAGGED:Istri pejabat
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link

Terpopuler Bulan Ini

Kisah Salbiah Pelaku UMKM di Sungai Pinyuh : Dagangan Hampir Habis, Musibah Datang dari Arah Jalan

02/02/2026
Menang di Kandang Persipon, Persiwah Mempawah Puncaki Klasemen Grup A
30/01/2026
Jajanan Anak Berujung Duka, Bocah di Sungai Pinyuh Meninggal Dunia
10/01/2026
Ngeri….!!! Penyidik Kejati Kalbar Geledah Kantor PT DSM, Perkuat Bukti Dugaan Korupsi Tata Kelola Bauksit Tahun 2017 – 2023
19/01/2026
Tiga Pria di Delta Pawan Kena Tangkap Polisi, Kasusnya Cukup Berat
07/01/2026

Berita Menarik Lainnya

Trump Ancam, Iran Menggeram, Sekutu Kabur

31/01/2026

Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang

26/01/2026

Bos, Jangan Gunakan Kata Syariah Kalau Hanya untuk Menipu Nasabah

25/01/2026

Kemarahan Warga Talaud pada TNI Angkatan Laut, Tambang Kapal Dilepas

25/01/2026

PT. DIMAS GENTA MEDIA
Kompleks Keraton Surya Negara, Jalan Pangeran Mas, No :1, Kel Ilir Kota, Sanggau, Kalbar

0812-5012-1216

Terkait

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi

Regional

  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang