Radar KalbarRadar Kalbar
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Lainnya
    • Hukum
    • Olah Raga
    • Gaya Hidup
    • Bisnis
    • Figur
    • Tekno
    • Entertainment
Radar KalbarRadar Kalbar
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
Pencarian
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Hukum
  • Olah Raga
  • Gaya Hidup
  • Bisnis
  • Figur
  • Tekno
  • Entertainment
Radar Kalbar > Indeks > Kalbar > Sanggau > Duka di Serambai Jaya Mukok, Remaja 16 Tahun Tewas Tersengat Listrik Saat Cuci Seragam Sekolah
Sanggau

Duka di Serambai Jaya Mukok, Remaja 16 Tahun Tewas Tersengat Listrik Saat Cuci Seragam Sekolah

Last updated: 27/02/2026 08:43
26/02/2026
Sanggau
Share

FOTO : TKP remaja ditemukan tewas tersetrum saat akan mencuci pakaian di Serambai Jaya ( ist)

Pewarta : Tanto | Editor/publisher : Admin redaksi

​SANGGAU – Suasana duka menyelimuti Dusun Bidangan, Desa Serambai Jaya, Kecamatan Mukok, Kabupaten Sanggu, Kalbar, Selasa (24/2/2026) petang.

Sebuah rutinitas sederhana berubah menjadi tragedi memilukan ketika GS (16), seorang remaja perempuan, mengembuskan napas terakhir akibat tersengat aliran listrik saat hendak mengeringkan pakaian sekolahnya.

​Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 18.00 WIB ini menyisakan trauma mendalam bagi sang ibu, YI. Saat kejadian, korban diketahui sedang mencuci seragam sekolah secara manual—sebuah tugas rutin yang ia lakukan setiap hari sebagai anak yang berbakti.

​Kapolsek Mukok, AKP Ambril, S.H., M.A.P., mengungkapkan petaka bermula saat korban berniat menggunakan mesin cuci untuk mengeringkan pakaian yang baru saja dicucinya.

Bahasnya, dengan kondisi tangan yang masih basah dan terkena busa sabun, GS mencoba mencabut steker kulkas dari terminal listrik untuk berganti menggunakan mesin cuci.

​“Ibu korban yang saat itu sedang mengasuh bayi di ruang depan, terkejut saat kerabatnya menemukan GS sudah tergeletak tak bernyawa di ruang tengah,” ujar AKP Ambril.

​Momen memilukan terjadi ketika YI mencoba menolong anaknya. Ia sempat memegang tubuh GS, namun terpental karena sisa aliran listrik yang masih mengalir.

Lantas, dengan sisa kekuatan dan kepanikan, sang ibu berhasil mencabut steker yang menjadi sumber petaka tersebut.

​Pemeriksaan medis oleh dr. Zeni Anzona memastikan bahwa remaja malang tersebut meninggal dunia di lokasi kejadian.

Hasil olah TKP oleh personel Polsek Mukok menemukan fakta yang menyayat hati :

    • ​Terminal listrik yang digunakan korban dalam kondisi rusak dan berlubang.
    • ​Kabel instalasi diduga tidak memenuhi standar keamanan (SNI).
    • ​Kondisi fisik korban mengalami luka bakar pada telapak tangan kanan serta perubahan warna pada leher dan wajah akibat kuatnya arus listrik.

​”Ibu korban melihat tangan anaknya masih memegang terminal listrik dalam kondisi basah dan terdapat busa sabun. Ini menjadi pengingat pahit bagi kita semua,” tambah Ambrol.

​Ambril menegaskan kejadian ini murni kecelakaan rumah tangga. Namun, dirinya memberikan peringatan keras kepada warga agar tidak mengabaikan kelayakan perangkat listrik di rumah.

​”Keselamatan keluarga adalah prioritas. Jangan biarkan kabel yang terkelupas atau terminal yang rusak tetap digunakan. Kelalaian kecil bisa berakibat fatal dan merampas masa depan anak-anak kita,” pungkasnya dengan nada prihatin.

​Jenazah korban kini telah disemayamkan oleh pihak keluarga, meninggalkan duka yang mendalam bagi warga Serambai Jaya atas kepergian remaja yang dikenal rajin tersebut. ( red)

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link

Terpopuler Bulan Ini

Warga Mempawah Diminta Tak Panic Buying, Tokoh Pemuda : Stok BBM Nasional Aman dan Terkendali

17/03/2026
Bakar Sampah di Kebun, Warga Mempawah Timur Ditemukan Meninggal Dunia
26/03/2026
Rencana Pindah TPS ke Sungai Ambawang Dipertanyakan? Herman Hofi Munawar Desak Kajian Komprehensif, Jangan Asal Paksa
16/03/2026
Bertahun-tahun Gelap, Warga Dusun Pangkalan Makmur Kini Terang Benderang Berkat Swadaya dan Donatur
30/03/2026
Buntut Masalah Gaji dan Temuan Telur Busuk, BGN Segel Dua Dapur Makan Bergizi Gratis di Sanggau
17/03/2026

Berita Menarik Lainnya

Excavator Milik Pemda Terbakar di Area TPA Kapuas, Penyebabnya Masih Ditelusuri

11/04/2026

61 Tahun Pangeran Ratu Surya Negara, Penjaga Akar Bangsa dari Sanggau

09/04/2026

PWKS Desak Penertiban Tambang Ilegal di Mukok, Soroti Dugaan Keterlibatan WNA dan Oknum Asosiasi

08/04/2026

Haji Ucok Jadi Pendaftar Pertama Calon Ketua KONI Sanggau 2026-2030

08/04/2026
AFM Printing
⁠Jl. Imam Bonjol No.54, Benua Melayu Darat, Kec. Pontianak Sel., Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78243, Indonesia
0812-5012-1216

Terkait

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi

Regional

  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang