Radar KalbarRadar Kalbar
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Lainnya
    • Hukum
    • Olah Raga
    • Gaya Hidup
    • Bisnis
    • Figur
    • Tekno
    • Entertainment
Radar KalbarRadar Kalbar
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
Pencarian
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Hukum
  • Olah Raga
  • Gaya Hidup
  • Bisnis
  • Figur
  • Tekno
  • Entertainment
Radar Kalbar > Indeks > Kalbar > Sanggau > Diduga Alami Tekanan Batin, Perempuan di Parindu Ditemukan Tewas Gantung Diri
Sanggau

Diduga Alami Tekanan Batin, Perempuan di Parindu Ditemukan Tewas Gantung Diri

Last updated: 24/10/2025 23:09
24/10/2025
Sanggau
Share

FOTO : Petugas saat melaksanakan olah TKP [ ist ]

Tim liputan – radarkalbar.com

SANGGAU – Sore di Dusun Bodok, Desa Pusat Damai, Kecamatan Parindu, Kabupaten Sanggau, berubah menjadi duka mendalam pada Selasa (21/10/2025).

Di balik tembok rumah sederhana itu, seorang ibu berinisial E.A. (42) ditemukan tak bernyawa di kamar mandi rumahnya.

Ia diduga mengakhiri hidupnya sendiri setelah lama bergulat dengan depresi yang dideritanya.

Semula, tak ada tanda-tanda yang mencurigakan. Hari itu berjalan seperti biasa hingga sekitar pukul 15.20 WIB, ketika orang tua korban hendak menggunakan kamar mandi di lantai satu rumah mereka.

Namun pintu terkunci dari dalam. Berkali-kali dipanggil, tak ada sahutan. Suasana mulai terasa janggal. Sang ayah lalu memanjat untuk mengintip ke dalam dan seketika terdiam.

Di balik daun pintu, E.A. tergantung dengan sehelai kain. Panik dan terkejut, keluarga bergegas meminta bantuan warga sekitar sebelum akhirnya melapor ke Polsek Parindu. Tak lama berselang, petugas tiba di lokasi.

Kapolsek Parindu Ipda M. Ling, S.H., M.Sos. membenarkan kejadian tersebut.

“Kami menerima laporan sekitar pukul 16.00 WIB. Tim langsung menuju tempat kejadian untuk melakukan olah TKP dan pemeriksaan bersama tenaga medis dari Puskesmas Pusat Damai,” ujarnya.

Hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh dr. Edy Sinuraya menunjukkan adanya tanda khas di leher korban yang sesuai dengan ciri kematian akibat gantung diri. Tidak ditemukan luka lain yang mengarah pada kekerasan.

Dari keterangan keluarga, E.A. selama ini tinggal bersama orang tua dan anaknya. Sang suami bekerja di luar negeri dan sudah lama tidak pulang.

Kondisi tersebut diduga menjadi salah satu pemicu tekanan batin yang dialaminya.

“Korban pernah menjalani perawatan di Rumah Sakit Jiwa Singkawang karena gangguan kejiwaan. Dugaan kuat, depresinya kambuh dan mendorongnya mengambil jalan tragis ini,” ungkapnya.

Polisi mengamankan sehelai kain yang digunakan korban sebagai barang bukti. Keluarga yang terpukul menyatakan menerima musibah ini dengan ikhlas dan menolak dilakukan autopsi, disertai surat pernyataan resmi kepada pihak kepolisian.

Pasca kejadian, suasana di lingkungan sekitar dijaga tetap kondusif. Pihak kepolisian bersama tokoh adat dan perangkat desa turut mendampingi keluarga dan memberikan penguatan moral.

“Kami sudah mengarahkan Unit Binmas dan Bhabinkamtibmas untuk memberikan edukasi serta imbauan agar masyarakat lebih peka terhadap kondisi psikologis orang di sekitarnya,” tambahnya.

Ia menegaskan tidak ada indikasi tindak pidana dalam kasus ini. Namun, kejadian tersebut menjadi pengingat depresi sering kali sunyi namun mematikan bila tak ditangani. [ red ]

source : Humas Polres Sanggau

editor/publisher : admin radarkalbar.com

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
TAGGED:depresiGantung diriPolsek ParinduSeorang ibu
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link

Terpopuler Bulan Ini

Surat Kades Tak Kunjung Berbalas, Viral di Medsos, Namun Perbaikan Jembatan Temurak Meliau Masih Menggantung?

14/05/2026
Ratusan Orang Antusias Nobar Film Pesta Babi di Mempawah
21 jam lalu
“Ramai di Medsos”, Ada Apa dengan Pelayanan di RSUD MTh Djaman?
07/05/2026
Mengenal Indri Wahyuni, Dikenal Mrs Artikulasi Saat Skakmat Regu SMAN 1 Pontianak
11/05/2026
Korupsi Jalan Lambau..! Penyidik Kejari Bengkayang Seret Direktur PT MPK dan “Makelar” Dokumen Jadi Tersangka
30/04/2026

Berita Menarik Lainnya

Terkait Tata Niaga TBS, PKS Rimba Belian Disorot LSM Citra Hanura

21/05/2026

Langgar Aturan Jalan Nasional, Kanopi Toko Hero Sticker Mesti Dibongkar, Berani kah Ju?

15/05/2026

Langgar Aturan Tata Ruang? Kanopi Toko Hero Sticker Tetap Dipasang Meski Sempat Dihentikan

13/05/2026

Ban Pecah..! Avanza Seruduk NMAX di Jalan Batang Tarang – Sosok, Tewaskan Bapak dan Anak

11/05/2026
AFM Printing
⁠Jl. Imam Bonjol No.54, Benua Melayu Darat, Kec. Pontianak Sel., Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78243, Indonesia
0812-5012-1216

Terkait

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi

Regional

  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang