Radar KalbarRadar Kalbar
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Lainnya
    • Hukum
    • Olah Raga
    • Gaya Hidup
    • Bisnis
    • Figur
    • Tekno
    • Entertainment
Radar KalbarRadar Kalbar
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
Pencarian
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Hukum
  • Olah Raga
  • Gaya Hidup
  • Bisnis
  • Figur
  • Tekno
  • Entertainment
Radar Kalbar > Indeks > Kalbar > Sanggau > Menanti Terang di Ujung Kampung, 60 KK di Lingkungan RT : 02 Mayak Engkare Cempedak Tayan Hilir Masih Hidup dalam Gelap
Sanggau

Menanti Terang di Ujung Kampung, 60 KK di Lingkungan RT : 02 Mayak Engkare Cempedak Tayan Hilir Masih Hidup dalam Gelap

Last updated: 29/05/2025 15:22
29/05/2025
Sanggau
Share

FOTO : Ketua RT : 02/02 Dusun Cempedak, Desa Cempedak, Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau, Kalbar [ ist ]

SerY TayaN – radarkalbar.com

SANGGAU – Malam turun cepat di Kampung Mayak Engkare, Dusun Cempedak, Desa Cempedak, Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau, Kalbar.

Akan tetapi, begitu matahari tenggelam di balik rimbun pepohonan, kehidupan pun melambat.

Di RT 02/RW 02, gelap bukan sekadar kondisi cuaca. Gelap adalah kenyataan sehari-hari. Hingga hari ini, sebanyak 60 Kepala Keluarga (KK) di wilayah ini masih belum menikmati aliran listrik dari Perusahaan Listrik Negara (PLN).

“Kalau malam, kami hanya mengandalkan lampu minyak atau genset yang dipakai bergantian,” ujar Ronald Yohanes Sinlae, Ketua RT 02 RW 02, Kamis (29/5/2025).

“Anak-anak belajar di bawah cahaya redup, dan kami orang tua harus mengatur kebutuhan rumah tangga tanpa penerangan memadai,” timpalnya.

Kampung Mayak Engkare merupakan lingkungan RT, bagian dari Desa Cempedak, berada di wilayah Kecamatan Tayan Hilir, yang hanya kisaran 2,5 Kilometer (Km) dari jalan raya Tayan – Batang Tarang.

Meski perkembangan telah menyentuh banyak desa di Kalimantan Barat, namun nyatanya sebagian warga seperti di kampung ini masih menanti terang harfiah maupun simbolik.

“Kami bukan tak ingin maju, tapi kami butuh perhatian. Sudah lama melalui Pemerintah Desa mengajukan permohonan agar PLN masuk ke sini, tapi belum ada kepastian,” ungkap Ronald dengan nada lirih.

Ketiadaan listrik tidak hanya menjadi penghalang bagi kenyamanan, tetapi juga menghambat kemajuan.

Aktivitas ekonomi terbatas hanya pada siang hari. Anak-anak sulit belajar, sementara ibu-ibu kesulitan menyimpan bahan makanan karena tidak ada kulkas.

Beberapa warga yang mampu membeli genset harus merogoh kocek dalam untuk membeli bahan bakar.

Di tengah keterbatasan, harapan belum padam. Ronald dan warga terus berupaya menyuarakan kondisi mereka.

Karena mereka percaya, suatu hari nanti, listrik akan datang membawa perubahan dan kesempatan yang selama ini tertahan.

“Kami tahu tidak mudah. Tapi kami hanya ingin didengar. Kami ingin anak-anak kami bisa tumbuh dengan kesempatan yang sama seperti di kota,” kata Ronald, matanya menerawang ke langit.

Kisah Kampung Mayak Engkare di Dusun Cempedak adalah potret kecil dari banyak daerah lain di Kalbar yang masih menanti terang.

Di era digital ini, masih ada titik-titik gelap yang luput dari sorotan. Dan mungkin, dari sinilah cerita perubahan bisa dimulai dari suara-suara yang tak menyerah untuk didengar.

Atas kondisi itu, Ronald berharap ada perhatian dari PLN Sanggau untuk sesegera mungkin mengaliri listrik di wilayah tersebut.[ red]

Editor/publisher : SerY TayaN

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
TAGGED:Mayak Engkaretanpa listrik
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link

Terpopuler Bulan Ini

BREAKING NEWS : Pulang Jemput Anak Mengaji, Ibu Muda Tewas Ditabrak

02/06/2026
Bukan Tabrak Lari, Kasus Kecelakaan di Purun Besar Berakhir Damai secara Kekeluargaan
29/05/2026
Diduga Kabur Usai Tabrak Satu Keluarga di Depan RM Tahu Sumedang, Sopir Honda Jazz Dicari Polisi dan Keluarga
28/05/2026
Korban Lakalantas di Jalan Raya Sungai Batang, Sungai Pinyuh Bertambah
03/06/2026
Santriwati yang Hamil tanpa Pernah Gituan, Terungkap, Pelakunya Pengasuh Ponpes
28/05/2026

Berita Menarik Lainnya

Salahnya Dimana? Program MBG di Sanggau Malah Diwarnai Kenaikan Kasus Stunting

08/06/2026

Kasus DBD Meningkat, Anggota DPRD Sanggau Desak Dinkes Proaktif dan Evaluasi SOP Fogging

03/06/2026

Terkait Tata Niaga TBS, PKS Rimba Belian Disorot LSM Citra Hanura

21/05/2026

Langgar Aturan Jalan Nasional, Kanopi Toko Hero Sticker Mesti Dibongkar, Berani kah Ju?

15/05/2026
AFM Printing
⁠Jl. Imam Bonjol No.54, Benua Melayu Darat, Kec. Pontianak Sel., Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78243, Indonesia
0812-5012-1216

Terkait

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi

Regional

  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang