Radar KalbarRadar Kalbar
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Lainnya
    • Hukum
    • Olah Raga
    • Gaya Hidup
    • Bisnis
    • Figur
    • Tekno
    • Entertainment
Radar KalbarRadar Kalbar
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
Pencarian
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Hukum
  • Olah Raga
  • Gaya Hidup
  • Bisnis
  • Figur
  • Tekno
  • Entertainment
Radar Kalbar > Indeks > Opini > Akhirnya Dugaan Ijazah Palsu Jokowi Masuk Persidangan
Opini

Akhirnya Dugaan Ijazah Palsu Jokowi Masuk Persidangan

Last updated: 25/04/2025 08:01
25/04/2025
Opini
Share

Oleh : Rosadi Jamani [ Ketua Satupena Kalimantan Barat ]

SOAL nasab nabi memang panas, dulu. Tapi, tak ada yang disidang. Hilang begitu saja. Ijazah Jokowi juga demikian, panas, penuh drama, intrik, demo, rakyat terbelah, dua sudah masuk penjara, satu tersangka.

Nah, baru kali ini isu super hot itu masuk persidangan. Sebelumnya memang ada, cuma soal pencemaran nama baik. Mari kita simak wak sambil seruput kopi lagi.

Solo, 24 April 2025, di saat umat manusia sedang memikirkan cara kolonisasi Mars dan Elon Musk sibuk nyari sinyal Starlink di hutan Kalimantan, Pengadilan Negeri Solo justru disibukkan oleh perkara yang tak kalah monumental, “Dugaan Ijazah Palsu Presiden Joko Widodo.”

Kalau ini difilmkan, bisa jadi spin-off dari “The X-Files” atau sinetron azab Indosiar “Pasangan Pengoplos BBM Mati Terbakar Bensin”

Dalam sebuah sidang yang penuh ketegangan, dramatisasi, dan kekurangan dokumen fotokopi, Majelis Hakim yang diketuai Putu Gde Hariadi memimpin sidang. Ia didampingi Sutikna dan Wahyuni Prasetyaningsih. Para hakim yang diyakini bisa membedakan ijazah asli dengan fotokopian KTP bekas bungkus gorengan.

Jokowi tidak hadir secara fisik. Ia diwakili oleh pengacaranya, Irpan, yang tampak tenang seperti karakter pengacara dalam film “Suits”, hanya minus jas mahal dan kamera slow-motion.

Penggugat, Muhammad Taufiq, dari kelompok “TIPU UGM” datang membawa semangat 45, segepok berkas, dan niat untuk mengguncang tatanan administratif negara. Ia bahkan mengusulkan Profesor Adi Sulistiyono dari Universitas Sebelas Maret sebagai mediator. Kenapa? Karena katanya, “Profesor Adi pernah lulus kuliah Tanpa Skripsi!” sebuah prestasi yang patut dimasukkan ke dalam Museum Rekor Indonesia (MURI).

Sidang sempat diskors beberapa kali. Bukan karena para hakim butuh ngopi, tapi karena surat kuasa dari SMA Negeri 6 Surakarta entah nyangkut di mesin fotokopi atau belum diketik. Rumor lain menyebutkan bahwa ijazah tersebut sempat dibawa kabur oleh ninja berkostum Doraemon.

Publik? Tentu heboh. Netizen langsung jadi ahli forensik dokumen, sejarah pendidikan, dan bahkan astrologi. Beberapa berspekulasi bahwa ijazah Jokowi sebenarnya ditulis di papyrus kuno era Firaun. Sementara yang lain menduga itu hasil prakarya anak magang di Hogwarts.

Proses mediasi diberi waktu 30 hari, dengan bonus 10 hari jika para pihak butuh rehat untuk menonton ulang video klarifikasi di YouTube. Semua ini berdasarkan Peraturan Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2016 yang sepertinya juga mewajibkan pihak tergugat membawa martabak sebagai bentuk itikad baik.

Sementara itu, konspirasi demi konspirasi bermunculan. Ada yang bilang ijazah Jokowi ditulis pakai tinta simpati. Ada yang yakin UGM saat itu hanyalah mitos seperti Atlantis. Bahkan ada yang curiga, nama “Joko Widodo” sebenarnya anagram dari “Dijok Woto-O”, bahasa Jawa kuno untuk “yang belum tentu hadir”.

Kini, bangsa ini menanti jawaban. Bukan hanya dari majelis hakim, tapi dari langit, bumi, dan mungkin Google Drive sekolah yang entah kenapa tidak bisa dibuka karena lupa password.

Apakah ini akhir dari segala drama ijazah? Ataukah ini hanya babak awal dari sinetron panjang berjudul, “Ijazah yang Hilang: Konspirasi 7 Koperasi dan 1 Birokrasi”?

Satu yang pasti, wak! Kalau negara ini bisa bertahan dari debat ijazah, maka kita pasti bisa bertahan dari serangan alien. Atau minimal, dari harga tahu goreng yang naik dari seribu jadi dua ribu.

#camanewak

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
TAGGED:Ijazah PalsuJokowiPengadilan
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link

Terpopuler Bulan Ini

BREAKING NEWS : Pulang Jemput Anak Mengaji, Ibu Muda Tewas Ditabrak

02/06/2026
Korban Lakalantas di Jalan Raya Sungai Batang, Sungai Pinyuh Bertambah
03/06/2026
Pengelolaan Solar Subsidi di Paloh Dibahas Bersama Nelayan dan HNSI
08/06/2026
Milyaran Rupiah Lenyap Semalam: Petani Keramba Mempawah Menjerit, Dinas Terkesan “Meraba-raba”
11/06/2026
HNSI Sambas Mediasi Nelayan Paloh dan SPBU, Penyaluran BBM Segera Kembali Normal
08/06/2026

Berita Menarik Lainnya

Analisis Jaringan Kroni Silmy Karim, Sarang Ular di Tubuh Imigrasi

07/06/2026

Mengapa Harus Don Kancil?

08/06/2026

Geliat Bayang-Bayang Sang Mantan

04/06/2026

Mengenal KH Abdul Karim Fadlun, Predator Enam Anak Kini Jadi Tersangka

29/05/2026
AFM Printing
⁠Jl. Imam Bonjol No.54, Benua Melayu Darat, Kec. Pontianak Sel., Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78243, Indonesia
0812-5012-1216

Terkait

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi

Regional

  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang