Radar KalbarRadar Kalbar
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Lainnya
    • Hukum
    • Olah Raga
    • Gaya Hidup
    • Bisnis
    • Figur
    • Tekno
    • Entertainment
Radar KalbarRadar Kalbar
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
Pencarian
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Hukum
  • Olah Raga
  • Gaya Hidup
  • Bisnis
  • Figur
  • Tekno
  • Entertainment
Radar Kalbar > Indeks > Opini > Aneh, Siapa yang Pagar Laut Belum Diketahui
Opini

Aneh, Siapa yang Pagar Laut Belum Diketahui

Last updated: 29/01/2025 00:35
20/01/2025
Opini
Share

Oleh : Rosadi Jamani [ Ketua Satupena Kalimantan Barat ]

BAYANGKAN laut yang luas, biru, tak berbatas. Tempat ikan menari, kapal berlayar, dan angin bernyanyi. Tapi tunggu dulu, di tengah semua keindahan itu… ada pagar.

Pagar bambu. Berdiri kokoh, bak penjaga puri bawah air. Fungsinya? Entahlah. Melindungi terumbu karang dari maling? Mencegah paus kabur ke negara tetangga?

Cerita pagar laut memang sudah jadi drama nasional. Para taipan dikaitkan. Mulyono pun kena juga. Jangan-jangan yang suka ngopi di Jalan Merapi Pontianak pun “kena ugak,” kata Pak Udak.

Puncaknya, datanglah sang penyelamat bangsa, Presiden Prabowo. Dengan seruan mengguncang langit dan bumi, “Bongkar pagar itu!” Perintah yang tegas, lugas, dan epik. Rakyat bersorak. Lautan bergelora. Akhirnya, keadilan turun ke bumi. Tapi tunggu, epos ini tak semudah itu.

Di sisi lain, muncul Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, bak seorang filsuf yang menantang arus logika. “Jangan buru-buru. Siapa yang pasang pagar ini? Kita harus tahu dulu.

Jangan sampai ini dibongkar, tapi misterinya tetap jadi teka-teki sepanjang zaman.” Oh, betapa bijaksananya. Laut hanya bisa pasrah mendengar dua titah yang bertolak belakang.

Tiba-tiba, TNI Angkatan Laut masuk panggung, bagai ksatria berzirah baja, pedang terhunus. “Untuk rakyat, kami di depan!” tegas Brigjen Harry Indarto, dengan nada seperti sedang memimpin pertempuran terakhir di puncak Mahabharata. Pagar bambu itu? Tidak ada ampun. Dibongkar tanpa basa-basi, tanpa kompromi. Karena, presiden sudah bicara.

Tapi Trenggono tidak tinggal diam. “Apa-apaan ini? Itu barang bukti, bukan benda kenangan. Proses hukum belum selesai! Harusnya tunggu dulu,” serunya, seperti seorang jaksa yang terlambat masuk sidang.

Tapi, apa daya, sebagian pagar sudah lenyap. Lautan jadi panggung komedi, tempat menteri dan militer saling melempar logika.

Di tengah semua ini, satu pertanyaan tetap menggantung, seperti awan hitam di langit, siapa yang pasang pagar ini? Apakah ini ulah mafia laut? Proyek iseng developer properti yang salah koordinat? Atau mungkin… konspirasi global? Tak ada yang tahu. Yang pasti, pagar itu berdiri di sana, diam dan penuh misteri, sebelum akhirnya dibongkar secara heroik.

Bayangkan ironi ini, wak! Negeri dengan garis pantai terpanjang di dunia sibuk memperdebatkan pagar bambu. Lautan yang semestinya jadi sumber kekayaan malah berubah jadi arena drama politik tingkat dewa. Presiden bicara, menteri berpolemik, militer beraksi, sementara pagar itu, ah, dia hanya pagar.

Maka, wahai rakyat Nusantara, jika ente wak merasa hidup penuh beban, ingatlah ini, ada orang-orang di negeri ini yang sedang sibuk bertengkar soal pagar di laut. Ingat, pagar itu bukan tembok Cina, bukan pula benteng Troya. Ini hanya pagar bambu, tapi telah menggoreskan bab baru dalam sejarah absurd bangsa.

Akhir cerita? Kita belum tahu. Tapi satu hal pasti, drama ini akan dikenang sebagai salah satu epik terbesar yang pernah terjadi di laut kita. Karena, di Indonesia, absurd adalah seni, dan pagar laut adalah masterpiece-nya.

#camanewak

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
TAGGED:MulyonoPagar lautTNI AL
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link

Terpopuler Bulan Ini

BREAKING NEWS : Pulang Jemput Anak Mengaji, Ibu Muda Tewas Ditabrak

02/06/2026
Bukan Tabrak Lari, Kasus Kecelakaan di Purun Besar Berakhir Damai secara Kekeluargaan
29/05/2026
Diduga Kabur Usai Tabrak Satu Keluarga di Depan RM Tahu Sumedang, Sopir Honda Jazz Dicari Polisi dan Keluarga
28/05/2026
Korban Lakalantas di Jalan Raya Sungai Batang, Sungai Pinyuh Bertambah
03/06/2026
Santriwati yang Hamil tanpa Pernah Gituan, Terungkap, Pelakunya Pengasuh Ponpes
28/05/2026

Berita Menarik Lainnya

Analisis Jaringan Kroni Silmy Karim, Sarang Ular di Tubuh Imigrasi

07/06/2026

Mengapa Harus Don Kancil?

08/06/2026

Geliat Bayang-Bayang Sang Mantan

04/06/2026

Mengenal KH Abdul Karim Fadlun, Predator Enam Anak Kini Jadi Tersangka

29/05/2026
AFM Printing
⁠Jl. Imam Bonjol No.54, Benua Melayu Darat, Kec. Pontianak Sel., Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78243, Indonesia
0812-5012-1216

Terkait

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi

Regional

  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang