Radar KalbarRadar Kalbar
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Lainnya
    • Hukum
    • Olah Raga
    • Gaya Hidup
    • Bisnis
    • Figur
    • Tekno
    • Entertainment
Radar KalbarRadar Kalbar
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
Pencarian
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Hukum
  • Olah Raga
  • Gaya Hidup
  • Bisnis
  • Figur
  • Tekno
  • Entertainment
Radar Kalbar > Indeks > Opini > Rumah Sang Penantang Api di Malibu
Opini

Rumah Sang Penantang Api di Malibu

Last updated: 17/01/2025 21:16
16/01/2025
Opini
Share

Oleh : Rosadi Jamani [ Ketua Satupena Kalimantan Barat ]

RUMAH profesor pendidikan yang tersisa. Apakah ia mengajar dengan ikhlas sehingga api tak mau menyentuh rumah.

Apakah karena material bangunan. Atau, memang keajaiban? Yok kita bahas rumah Prof David Steiner di Malibu, LA. Kopi jangan lupa, wak!

Malibu, tanah impian para bintang. Tapi hari itu, ia tak lagi gemerlap. Api, sang musuh tanpa wajah, menyapu semua yang megah dan indah.

Rumah-rumah megah yang dulu bersinar seperti berlian kini jadi arang. Tangis tetangga bercampur dengan debu yang melayang di udara. Semua rata dengan tanah. Semua… kecuali satu.

Di tengah lautan puing, berdirilah rumah David Steiner. Kokoh. Angkuh. Tak tergoyahkan. Bagai sebuah benteng legendaris dalam puisi kuno. Atapnya masih utuh, dindingnya tetap berdiri gagah, seakan-akan berkata kepada api: “Datanglah lagi kalau kau berani!”

Tapi siapa, siapa gerangan David Steiner ini? Apakah dia seorang dewa api dalam penyamaran? Seorang penyihir dengan mantra tahan api? Tidak. Dia hanyalah seorang profesor pendidikan. Ya, pendidikan, bidang yang biasanya hanya membawa ente pada gelar akademik, bukan kastil Rp146 miliar yang kebal dari murka alam.

Ketika ditanya rahasianya, Steiner menjawab dengan nada sederhana, hampir meremehkan, “Oh, itu cuma plester dinding yang bagus dan atap anti api.” Sederhana, katanya. Tapi di balik kalimat itu ada kisah epik tentang persiapan, perencanaan, dan… budget besar.

Api, yang telah menelan rumah-rumah para selebriti, mencoba menyerang rumah Steiner. Tapi dinding plesternya berkata: “Jangan di sini, kawanku.” Atapnya berbisik, “Cobalah tetangga sebelah.” Api, setelah mencoba sekuat tenaga, akhirnya menyerah.

Tetangga-tetangga Steiner hanya bisa memandang dengan mata berkaca-kaca. Rumah mereka yang dilengkapi infinity pool dan chandelier mewah kini tinggal puing, sementara rumah sang profesor berdiri bak istana dalam dongeng.

Steiner menyebut ini keajaiban. “Keajaiban tidak pernah berhenti,” katanya dengan lirih, seolah sedang membacakan puisi. Namun, kita tahu ini bukan hanya soal keajaiban. Ini soal persiapan, ilmu pengetahuan, dan, tentu saja, plester yang lebih mahal dari mobil tetangganya.

Wahai manusia modern, pelajari kisah ini. Dunia ini keras, apinya ganas. Jika ingin selamat, jangan hanya pasang lampu mewah atau kolam renang air asin.

Pasanglah atap anti api. Kalau bisa, panggil arsitek Steiner. Karena di era ini, hanya ada dua cara menjadi legenda, bertahan dari api, atau menjadi David Steiner.

#camanewak

Bagikan ini:

  • Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Klik untuk berbagi di X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Klik untuk mengirimkan email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Klik untuk berbagi di Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
TAGGED:Los AngelesMalibu
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link

Terpopuler Bulan Ini

Kisah Salbiah Pelaku UMKM di Sungai Pinyuh : Dagangan Hampir Habis, Musibah Datang dari Arah Jalan

02/02/2026
Syarif Mahmud Alkadrie Pimpin Massa Datangi Polresta Pontianak, Pertanyakan Penanganan Kasus Dugaan SARA
13/02/2026
Menang di Kandang Persipon, Persiwah Mempawah Puncaki Klasemen Grup A
30/01/2026
Polisi Bekuk Pemilik Puluhan Gram Sabu di Jalan Sepakat Ketapang
06/02/2026
KAHNI Kalbar Desak APH Bongkar Pemilik 74 Ton Arang Bakau Ilegal, Muat di Tirta Ria Kubu Raya, Ketangkap di Tanjung Priok
01/02/2026

Berita Menarik Lainnya

Satu Tahun Kerja Pemerintah Kalbar : Krisis Tambang Ilegal dan Masa Depan Ekologi Kalbar

22/02/2026

Kerja Sunyi Desa, Dibalas Teguran Keras Istana: Lalu Apa yang Harus Dilakukan?

22/02/2026

Akankah Minat Calon Kades Turun di Tengah Menyempitnya Dana Desa?

22/02/2026

Abu Lahab & Abu Jahal, Duo Oposisi Abadi yang Takut Kehilangan Kursi

20/02/2026
AFM Printing
⁠Jl. Imam Bonjol No.54, Benua Melayu Darat, Kec. Pontianak Sel., Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78243, Indonesia
0812-5012-1216

Terkait

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi

Regional

  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang