Menembus Jarak dan Keterbatasan, Imigrasi Sanggau Antar Pelayanan Paspor hingga ke Ruang Tamu Warga

FOTO : Petugas Kanim Kelas II TPI Sanggau saat melaksanakan pelayanan pembuatan paspor dengan mendatangi rumah warga [ dok Tikkim Sgu ]

Pewarta : Tim liputan | Editor/publisher : SerY TayaN

​SANGGAU – Pelayanan publik yang prima sejatinya tidak lagi mengharuskan masyarakat mengantre di loket-loket kantor pemerintahan.

Semangat inilah yang dibawa oleh Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sanggau ketika jajarannya memutuskan untuk menempuh perjalanan menuju Dusun Hilir, Kecamatan Balai, Kabupaten Sanggau, Kamis (25/6/2026).

Hari itu, ruang tamu salah satu rumah warga mendadak berubah fungsi menjadi ruang pelayanan keimigrasian darurat. Dua orang pemohon lokal berinisial N (P) dan L.D (L), yang tengah menghadapi keterbatasan mobilitas akibat kondisi kesehatan, mendapatkan layanan pembuatan Paspor Biasa Elektronik 10 tahun tanpa harus beranjak dari tempat mereka.

Lantas, melalui program bertajuk Emergency Call Super Sanggau, petugas memboyong seluruh perangkat kerja penting langsung ke lapangan. Mulai dari verifikasi keabsahan dokumen fisik, wawancara mendalam, hingga proses krusial seperti perekaman data biometrik dan sidik jari, seluruhnya dituntaskan di lokasi dengan standar operasional yang ketat.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Sanggau, Arung Safiro Untung menegaskan langkah jemput bola ini bukan sekadar rutinitas dinas. Ini adalah wujud nyata dari keadilan akses bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang rentan dan memiliki keterbatasan fisik.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap warga negara tetap memperoleh pelayanan keimigrasian yang layak. Pelayanan yang hadir langsung di tengah masyarakat adalah bagian dari komitmen kami dalam mewujudkan birokrasi yang inklusif dan berkualitas,” ungkapnya dalam keterangan tertulis.

Meski digelar di luar fasilitas resmi kantor, aspek akuntabilitas dan keamanan data pemohon tetap menjadi prioritas utama. Melalui konsistensi inovasi Emergency Call Super Sanggau, pihak Imigrasi berharap tidak hanya mampu meningkatkan angka Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM), tetapi juga menumbuhkan rasa percaya bahwa negara benar-benar hadir saat dibutuhkan. [ rilis ]

Share This Article
Exit mobile version