Radar KalbarRadar Kalbar
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Lainnya
    • Hukum
    • Olah Raga
    • Gaya Hidup
    • Bisnis
    • Figur
    • Tekno
    • Entertainment
Radar KalbarRadar Kalbar
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
Pencarian
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Hukum
  • Olah Raga
  • Gaya Hidup
  • Bisnis
  • Figur
  • Tekno
  • Entertainment
Radar Kalbar > Indeks > Opini > Akhirnya Gubernur Kaltim Memecat Adiknya, Hijrah Mas’ud
Opini

Akhirnya Gubernur Kaltim Memecat Adiknya, Hijrah Mas’ud

Last updated: 27/04/2026 23:05
27/04/2026
Opini
Share

FOTO : ilustrasi [ Ai ]

KITA update hasil demo rakyat Kaltim. Usai memaksa tujuh fraksi meneken Hak Angket, sorotan ditujukan pada adik kandung Gubernur Kaltim, Hijrah Mas’ud.

Derasnya sorotan publik membuat Rudy Mas’ud memecat sang adik. Simak narasinya sambil seruput Koptagul, wak!

Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, resmi mencopot adiknya sendiri, Hijrah Mas’ud. Iya, adik kandung. Bukan adik kelas, bukan adik ideologi, tapi adik sedarah yang tadinya duduk manis di kursi Wakil Ketua Tim Ahli Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TAGUPP). Tim yang kalau ditimbang bisa kalah sama karung beras Bulog.

Tekanan rakyat Kaltim itu sekarang bukan lagi tekanan. Ini sudah kayak kompor gas bocor disulut korek, “whoosh!” meledak di mana-mana. Setelah sebelumnya tujuh fraksi DPRD dipaksa tanda tangan pakta integritas buat gulirin hak angket, kali ini targetnya langsung ke ring satu keluarga.

Boom…27 April 2026, Hijrah resmi dicopot. Satu langkah kecil buat gubernur, tapi buat rakyat? Ini seperti nemu parkiran kosong di mall pas Lebaran, langka dan bikin haru.

Padahal belum lama ini si abang masih tampil bak pendekar konstitusi. Ia membela penunjukan adiknya sebagai “hak prerogatif suci nan sakral”. Bahkan dengan penuh percaya diri, beliau membandingkan kasus ini dengan Hashim Djojohadikusumo, adiknya Prabowo Subianto. Katanya, “sama dong.” Nah loh. Ini logika yang kalau dijual kiloan, mungkin laku di Pasar Segiri. Internal Gerindra Kaltim langsung manas.

Tapi rakyat Kaltim bukan penonton pasif, pian. Mereka turun ke jalan di Aksi Kaltim Darurat 214, 21 April lalu. Ribuan massa, tiga tuntutan sakral, yakni audit kebijakan yang boros kayak belanja pakai kartu kredit orang lain, stop KKN plus politik dinasti, dan paksa DPRD kerja bener, bukan cuma jadi penonton VIP.

Demo sempat ricuh, water cannon menyemprot kayak lagi nyuci truk tambang, kawat berduri dipasang kayak dekorasi konser metal. Tapi rakyat? Tetap berdiri. Ini bukan demo, ini audisi keberanian massal.

Hasilnya? Gubernur muncul dengan video minta maaf. Janji perbaikan tata kelola dilontarkan. Yang paling epik, deklarasi mulai sekarang tidak ada lagi keluarga Mas’ud yang duduk santai di jabatan eksekutif atau tim ahli berbayar APBD. Kalimatnya manis. Manisnya kayak teh botol dingin habis panas-panasan. Tapi rakyat sudah belajar, yang manis belum tentu sehat. Kecuali, Koptagul, ups.

Soalnya cerita belum tamat. Kakaknya, Hasanuddin Mas’ud, masih duduk gagah sebagai Ketua DPRD Kaltim. Daeng bayangkan! Satu keluarga pegang eksekutif, legislatif, dan entah cabang mana lagi, ini bukan lagi dinasti, ini sudah franchise politik. Tinggal buka cabang di kabupaten sebelah, dapat bonus kursi empuk.

Publik juga belum lupa daftar belanja yang bikin alis naik, mobil dinas Rp8,5 miliar (ini mobil apa, bisa nyetir sendiri sambil ngopi?), renovasi rumah jabatan Rp25 miliar (ini rumah atau resort?), dan anggaran tim ahli yang gemuk seperti dompet pejabat habis perjalanan dinas. Semua ini sekarang masuk radar tuntutan. Bongkar, audit, telanjangi sampai transparan kayak kaca jendela baru.

Rakyat Kaltim lagi nulis sejarah. Bukan pakai tinta, tapi pakai suara serak di jalanan, spanduk “Kaltim Darurat KKN”, dan tekad yang lebih keras dari beton proyek mangkrak. Meski gubernur sudah copot adiknya dan minta maaf atas analogi yang melayang terlalu jauh ke orbit presiden, publik tetap pasang mode waspada. Jangan sampai ini cuma episode filler. Reda sebentar, lalu balik lagi ke pola lama seperti sinetron yang kehabisan ide.

Jadi begini, Bumi Etam, terus gas. Hari ini satu adik tumbang, besok siapa lagi kalau masih nekat main dinasti. Karena satu hal sudah terbukti, kalau rakyat kompak, kursi empuk pun bisa goyang kayak odong-odong kena gempa. Rakyat menang? Belum final. Tapi setidaknya, scoreboard sudah mulai bergerak. Bola panas ada di DPRD Kaltim. Rakyat menanti janji hak angket.

Oleh : Rosadi Jamani
[ Ketua Satupena Kalbar ]

#jurnalismeyangmenyapa
#JYM

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
TAGGED:KaltimPasca demoRudi Mas'ud
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link

Terpopuler Bulan Ini

BREAKING NEWS : Pulang Jemput Anak Mengaji, Ibu Muda Tewas Ditabrak

02/06/2026
Bukan Tabrak Lari, Kasus Kecelakaan di Purun Besar Berakhir Damai secara Kekeluargaan
29/05/2026
Diduga Kabur Usai Tabrak Satu Keluarga di Depan RM Tahu Sumedang, Sopir Honda Jazz Dicari Polisi dan Keluarga
28/05/2026
Korban Lakalantas di Jalan Raya Sungai Batang, Sungai Pinyuh Bertambah
03/06/2026
Santriwati yang Hamil tanpa Pernah Gituan, Terungkap, Pelakunya Pengasuh Ponpes
28/05/2026

Berita Menarik Lainnya

Analisis Jaringan Kroni Silmy Karim, Sarang Ular di Tubuh Imigrasi

07/06/2026

Mengapa Harus Don Kancil?

08/06/2026

Geliat Bayang-Bayang Sang Mantan

04/06/2026

Mengenal KH Abdul Karim Fadlun, Predator Enam Anak Kini Jadi Tersangka

29/05/2026
AFM Printing
⁠Jl. Imam Bonjol No.54, Benua Melayu Darat, Kec. Pontianak Sel., Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78243, Indonesia
0812-5012-1216

Terkait

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi

Regional

  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang