FOTO : Screenshot (tangkapan layar) salah satu platform media sosial [ ist ]
Pewarta/editor : redaksi
SANGGAU [ radarkalbar.com ] – Unggahan video pada sejumlah platform media sosial yang memperlihatkan aktivitas pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite ke dalam jeriken di atas mobil pikap viral beberapa hari belakangan ini.
Dalam rekaman yang beredar, terlihat mobil bak terbuka ditutupi terpal tersebut tampak mengisi Pertalite dalam jumlah cukup besar disebutkan pada sebuah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 64.785.12 Telabang, Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau, Kalbar.
Aktivitas tersebut diduga memanfaatkan surat rekomendasi dari salah satu desa. Ironisnya, di sisi lain, kelangkaan Pertalite di tingkat pengecer kian dikeluhkan warga, salah satunya di wilayah Kota Tayan dan sekitarnya. Masyarakat mengaku kesulitan mendapatkan BBM subsidi tersebut untuk kebutuhan sehari-hari.
Salah seorang warga Tayan yang meminta namanya dirahasiakan demi alasan keamanan menuturkan, keberadaan Pertalite di kios-kios eceran saat ini makin sulit ditemukan. Selain langka, harganya pun melambung tinggi di atas harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
”Sekarang cari Pertalite di kios eceran susah sekali. Kalaupun ada, harganya sudah melonjak naik sampai rata-rata Rp 13.000 per liter. Kami rakyat kecil makin terbebani,” ujarnya, pada Minggu (26/7/2026).
Ia berharap aparat penegak hukum dan pihak Pertamina turun tangan untuk menertibkan serta memperketat pengawasan distribusi BBM bersubsidi. Langkah ini dinilai penting agar penyaluran Pertalite tepat sasaran dan tidak dimanfaatkan oleh oknum tertentu demi keuntungan pribadi.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola SPBU terkait maupun Pertamina Patra Niaga belum memberikan keterangan resmi mengenai kebenaran video viral tersebut dan mekanisme pengawasan rekomendasi pembelian BBM menggunakan jeriken di lapangan.
Warga meminta apara terkait untuk melaksanakan pemantauan dan pengawasan dengan seksama, mengingat BBM subsidi untuk masyarakat, jangan sampai dimanfaatkan para spekulan, untuk meraup keuntungan pribadi. [ red ]
Publisher : Admin radarkalbar.com
