Radar KalbarRadar Kalbar
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Lainnya
    • Hukum
    • Olah Raga
    • Gaya Hidup
    • Bisnis
    • Figur
    • Tekno
    • Entertainment
Radar KalbarRadar Kalbar
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
Pencarian
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Hukum
  • Olah Raga
  • Gaya Hidup
  • Bisnis
  • Figur
  • Tekno
  • Entertainment
Radar Kalbar > Indeks > Kalbar > Landak > Marak, Truck Angkut TBS di Landak Tanpa Jaring Pengaman, Dishub akan Gelar Razia Gabungan
LandakNews

Marak, Truck Angkut TBS di Landak Tanpa Jaring Pengaman, Dishub akan Gelar Razia Gabungan

Last updated: 24/04/2021 00:16
24/04/2021
Landak News
Share

POTO : Kabid Angkutan Jalan Dishub Landak, Heriyansyah (Tino).

radarkalbar.com, LANDAK – Warga pengguna jalan di Kabupaten Landak mengeluhkan aktivitas truck pengangkut Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit, yang berlalu lalang di jalan raya Sidas- -Ngabang sejak beberapa waktu belakangan ini.

Pasalnya, dalam aktivitasnya truck ini tidak dilengkapi jaring pengaman. Sehingga dinilai dapat membahayakan, sebab dikhawatirkan buah kelapa sawit yang dimuat itu jatuh, dan menimpa serta melukai pengguna jalan lain.

Menurut salah seorang pengguna jalan warga Hilir Tengah, Kecamatan Ngabang, Hairun mengungkapkan rasa kekhawatirannya. Kondisi demikian sangat membahayakan jika mengenai kendaraan lainnya atau pengendara sepeda motor.

Terlebih lagi sambung Hairun, melihat kondisi ruas jalan Sidas – Ngabang ada yang bergelombang dan sedikit ada yang rusak. Jadi ketika berpapasan atau berada di belakang truck pengangkut sawit saat di jalan raya, dan tidak menggunakan jaring pengaman. Dirinya mengaku was-was saat bersamaan.

“Bukan apa Pak, berat kelapa sawit itu main puluhan kilo per tandannya. Jika jatuh satu nimpa kepala bisa pecah,” cetusnya.

Ditambahkan, rata-rata truck mengangkut kelapa sawit tingginya melebihi dinding bak. Sehingga ketika melintasi jalan yang rusak dan bergelombang buah sawit dikhawatirkan jatuh.

” Kita minta kepada instansi berwenang untuk menertibkan truck pengangkut kelapa sawit yang tak memasang jaring pengaman. Dan melebihi kapasitas angkut,” pintanya.

Sementara, menyikapi hal tersebut Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Landak Jaya Saputra melalui Kabid Angkutan Jalan Heriyansyah menegaskan pihaknya selalu melakukan kewenangan terhadap speksifikasi kendaraan terutama truck bermuatan sawit melalui uji KIR.

“Jika kedapatan ada bak truck melebihi aturan muatannya, kita tindak tegas. Dan akan kita suruh pulang untuk potong baknya. Sehingga waktu KIR itu tidak kita loloskan,” ungkap Heri di ruang kerjanya, pada Kamis (22/4/2021).

Dijelaskan menurut UU LLAJ no 22 Tahun 2009 Pasal 19, kelas jalan di Kabupaten Landak ini termasuk dalam kategori jalan kelas 3, yang artinya muatan angkutan maksimal 8 ton.

“Nah, lewat dari batas itu berarti sudah melanggar aturan,” jelasnya.

Menurut Heri, Dinas Perhubungan Kabupaten Landak hanya berwenang pada aspek pencegahan, untuk penindakan itu wewenang nya ada di kepolisian.

Ia juga mengakui pihaknya juga sudah menyurati semua perusahaan sawit yang ada di Kabupaten Landak dan memberikan imbauan sesuai Surat Edaran Bupati terkait angkutan TBS.

” Sudah kita surati, karena rata-rata mereka bermitra dengan perusahaan,”imbuhnya.

Selanjutnya, sambung Heri, kemungkinan dalam beberapa minggu ini Dinas Perhubungan Kabupaten Landak akan melakukan razia gabungan. Akan melibatkan pihak kepolisan terkait masalah tersebut.

Seperti yang telah di muat di dalam Undang-Undang lalu lintas dan angkutan jalan (LLAJ) nomor 22 tahun 2009 yang mengatur angkutan barang. Tepatnya pada pasal 307 yang berbunyi: “Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor, Angkutan Umum Barang yang tidak mematuhi ketentuan mengenai tata cara pemuatan, daya angkut dan dimensi kendaraan bermotor. Dan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 169 ayat (1) pelanggar dapat dipidana dengan kurungan penjara paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp500 ribu”.


Kemudian lebih jelasnya, ada tertuang di dalam Pasal 277 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang LLAJ, kendaraan over dimensi dan over load dapat disanksi satu tahun penjara dan denda Rp 24 juta.














Pewarta : Tino.
Editor    : Sutarjo.

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
TAGGED:Truck angkut TBS
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link

Terpopuler Bulan Ini

BREAKING NEWS : Pulang Jemput Anak Mengaji, Ibu Muda Tewas Ditabrak

02/06/2026
Bukan Tabrak Lari, Kasus Kecelakaan di Purun Besar Berakhir Damai secara Kekeluargaan
29/05/2026
Diduga Kabur Usai Tabrak Satu Keluarga di Depan RM Tahu Sumedang, Sopir Honda Jazz Dicari Polisi dan Keluarga
28/05/2026
Korban Lakalantas di Jalan Raya Sungai Batang, Sungai Pinyuh Bertambah
03/06/2026
Betapa Dahsyatnya Film Pesta Babi
24/05/2026

Berita Menarik Lainnya

Tim Satresnarkoba Polres Landak Tangkap Pengedar Ganja di Ngabang, Seberat 57,50 Gram BB Disita

18/05/2026

Tim Satresnarkoba Polres Landak Ringkus Pengedar Sabu di Menyuke, 4,55 Gram Barang Bukti Disita

02/05/2026

Tim Satresnarkoba Polres Landak Gulung Sindikat Sabu di Ngabang, Satu Pelaku Residivis

28/04/2026

Terlibat Serangkaian Pencurian, Residivis Kambuhan Diringkus Polres Landak

06/04/2026
AFM Printing
⁠Jl. Imam Bonjol No.54, Benua Melayu Darat, Kec. Pontianak Sel., Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78243, Indonesia
0812-5012-1216

Terkait

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi

Regional

  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang