FOTO : General Manager ANTAM UBPB Kalimantan Barat, Agung A. Asmara menyerahkan penghargaan kategori Local Hero kepada Kades Pedalaman, Sunarto, pada Kamis, 20 Agustus 2026 [ istimewa ]
Pewarta/editor : Tim CSR PT ANTAM UBPB Kalbar
SANGGAU – Enam penggerak perubahan dari masyarakat sekitar wilayah operasional PT ANTAM (Persero) Tbk Unit Bisnis Pertambangan Bauksit Kalimantan Barat meraih penghargaan.
Penghargaan ini diberikan berkenaan dalam rangka HUT ke-58 ANTAM (Persero). Dan penyerahaan penghargaan ini dilaksanakan pada Kamis, (20/8/2026).
Kemudian, penghargaan diberikan melalui kategori Flagship program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) dan Local Hero, sebagai apresiasi kepada masyarakat yang mampu mengembangkan potensi lokal dan menciptakan manfaat sosial, ekonomi, serta lingkungan.
Pada kategori Flagship Program PPM, Komunitas Piasak Peduli Sampah (KPPS) meraih Juara 1 melalui pengelolaan sampah dalam pengembangan AEK KAPUAS 2.0. Kelompok Agri Selutung meraih Juara 2 melalui pemanfaatan lahan tidur menjadi lahan pertanian produktif, sementara Kelompok Manak Keramas meraih Juara 3 melalui pengembangan budidaya ayam petelur.
Sementara pada kategori Local Hero, Sunarto, Kepala Desa Pedalaman, meraih Juara 1 atas perannya mendorong perubahan pola pikir dan keterlibatan masyarakat dalam pengembangan potensi desa.
Selanjutnya, Mustapa meraih juara 2 melalui pengembangan budidaya ikan di sungai sebagai kegiatan produktif masyarakat. Juara 3 diraih Lusia atas perannya menggerakkan Kelompok Posyandu Desa Lumut dalam mengembangkan usaha pertanian.
Menurut Mustapa penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk terus mengembangkan potensi lokal. Dan ia mengucapkan terima kasih kepada PT ANTAM atas dukungan selama ini.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada ANTAM yang telah memberikan dukungan dan ruang bagi masyarakat untuk berkembang. Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menggerakkan masyarakat agar potensi yang ada dapat dimanfaatkan secara produktif dan memberikan manfaat bagi lingkungan,” ucapnya.
Senada disampaikan Ketua Komunitas Piasak Peduli Sampah, Robert Obie. Menurutnya, dukungan ANTAM membuat masyarakat semakin percaya diri dalam menjalankan program.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada ANTAM yang telah memberikan ruang, pendampingan, dan dukungan kepada masyarakat. Kami berharap kolaborasi ini terus berjalan dan semakin banyak masyarakat yang terdorong untuk bergerak,” ujarnya.
Sementara, West Kalimantan CSR & ER Sub Division Head, Munadji mengatakan penghargaan tersebut bukan sekadar kompetisi, tetapi apresiasi atas proses dan konsistensi masyarakat dalam menciptakan perubahan.
“Keenam penerima penghargaan memiliki pendekatan yang berbeda, mulai dari pengelolaan sampah, pertanian, peternakan, pemanfaatan sungai, hingga penguatan kapasitas masyarakat. Kami berharap mereka terus menjadi inspirasi dan menggerakkan lebih banyak masyarakat,” ungkapnya.
Menurut pria yang akarb dengan sapaan Pak Mun ini, ANTAM memang berkomitmen melaksanakan program-program PPM, salah satunya pilar pendapatan riil dan pekerjaan yang menyasar kelompok rentan seperti perempuan dan lansia, melaui kegiatan Budidaya Ikan Air Tawar, Peternakan dan Pertanian yang tersebar di Kecamatan Tayan Hilir dan Toba kurang lebih 14 Desa, dengan penerima manfaat langsung lebih dari 100 orang.
General Manager ANTAM UBPB Kalimantan Barat, Agung A. Asmara, menegaskan masyarakat merupakan aktor utama dalam proses perubahan. Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi kepada masyarakat yang telah membuktikan bahwa perubahan dapat dimulai dari potensi yang ada di lingkungan mereka.
” Ke depan, PT ANTAM akan terus mendukung inisiatif masyarakat yang memberikan manfaat sosial, ekonomi, dan lingkungan secara berkelanjutan,” tegasnya.
Sejatinya, melalui program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat, PT ANTAM UBPB Kalimantan Barat berkomitmen untuk terus mendorong masyarakat menjadi subjek sekaligus penggerak utama pembangunan di wilayahnya. [ red ]
Publisher : Admin radarkalbar.com
