Atas Ide Kades Pedalaman, Dukungan PT ANTAM Tbk Lahirkan SESOBU Sedotan Purun Ramah Lingkungan

FOTO : Momen peluncuran SESOBU yang merupakan inovasi sedotan purun ramah lingkungan untuk kurangi sampah plastik [ SerY TayaN ]

          Pewarta/editor : SerY TayaN

SANGGAU – Kreativitas dan inovasi masyarakat Desa Pedalaman, Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau, Kalbar, kembali menunjukkan potensi lokal mampu melahirkan produk yang bernilai ekonomi sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan.

Hal tersebut ditandai dengan peluncuran Sedotan Sobat Bumi (SESOBU), sedotan ramah lingkungan berbahan baku rumput purun yang diproduksi oleh kelompok perempuan atau Emak-emak Desa Pedalaman.

Peluncuran SESOBU berlangsung sederhana namun penuh makna. Prosesi peresmian ditandai dengan minum bersama menggunakan sedotan purun sebagai simbol komitmen dalam mengurangi penggunaan sedotan plastik sekali pakai serta mendukung pemanfaatan produk ramah lingkungan berbasis sumber daya lokal.

Hadir saat itu, Sekretaris Kecamatan Tayan Hilir, Tri Wanda S TP, Kades Pedalaman, Sunarto, Perwakilan CSR PT ANTAM Tbk, Enjang Heryanto, Koordinator Kalimantan Muda Indonesia, Titi Haryadi, perwakila TP PKK Tayan Hilir, Utin Tinawati SH, Ketua Kelompok SESOBU, Emilga Dara, serta sejumlah pihak lainnya.

Kepala Desa Pedalaman, Sunarto, mengungkapkan rasa bangga atas lahirnya inovasi tersebut. Menurutnya, SESOBU merupakan hasil kerja keras dan ketekunan kelompok ibu-ibu desa yang mampu mengolah tanaman purun menjadi produk bernilai jual tinggi.

Ia mengatakan, pada awalnya program tersebut hanya sebatas upaya memberdayakan kaum perempuan agar memiliki kegiatan produktif. Namun seiring berjalannya waktu, kualitas produk semakin meningkat dan mulai mendapat kepercayaan pasar.

“Ini merupakan hasil kerjaan emak-emak Desa Pedalaman. Mereka yang mengerjakan mulai dari proses pengolahan hingga menjadi sedotan yang siap dipasarkan. Alhamdulillah, sekarang sudah banyak pesanan yang datang. Bahkan ada pelanggan yang memesan hingga seribuan sedotan setiap tiga hari. Ini menjadi bukti bahwa produk lokal ternyata mampu diterima pasar apabila kualitasnya terus dijaga,” papar pria yang dikenal dekat dengan berbagai kalangan ini.

Keberhasilan tersebut kata Sunarto menjadi motivasi bagi pemerintah desa untuk terus mendukung pengembangan usaha masyarakat. Selain mampu meningkatkan pendapatan keluarga, keberadaan SESOBU juga membuka peluang lahirnya usaha-usaha kreatif lainnya yang memanfaatkan potensi alam desa secara berkelanjutan.

Sementara, Perwakilan CSR PT ANTAM Tbk, Enjang Heryanto, menjelaskan lahirnya SESOBU merupakan hasil dari proses pendampingan yang telah dilakukan sekitar delapan bulan terakhir melalui program pemberdayaan masyarakat.

Enjang menilai, keberhasilan tersebut menunjukkan masyarakat mampu mengembangkan inovasi apabila mendapatkan pendampingan yang tepat dan berkelanjutan.

“Program ini sudah berjalan sekitar delapan bulan dan hari ini kita bisa melihat hasilnya. SESOBU bukan sekadar sedotan, tetapi menjadi produk ramah lingkungan yang memberikan manfaat ganda, yakni membantu mengurangi penggunaan sedotan plastik sekaligus meningkatkan nilai ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan tanaman purun yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal,” tuturnya.

Enjang berharap pengembangan SESOBU tidak berhenti pada tahap peluncuran saja. Menurutnya, produk tersebut masih memiliki peluang besar untuk dikembangkan, baik dari sisi kapasitas produksi, kualitas, maupun pemasaran sehingga mampu menembus pasar yang lebih luas.

Selanjutnya, Koordinator Kalimantan Muda Indonesia, Titi Haryadi, memberikan apresiasi terhadap lahirnya SESOBU sebagai salah satu produk inovatif berbahan purun di Kalimantan Barat.

Namun demikian, ia menilai tantangan terbesar yang dihadapi saat ini bukan lagi pada proses produksi, melainkan bagaimana memperkenalkan produk tersebut kepada masyarakat secara lebih luas.

“Keterbatasan kita saat ini memang berada pada sisi promosi. Padahal SESOBU merupakan salah satu produk sedotan purun di Kalimantan Barat yang ramah lingkungan dan memiliki kualitas yang baik. Produk ini sebenarnya memiliki peluang pasar yang besar apabila semakin banyak dikenal masyarakat,” ujarnya.

Dia menambahkan, Kalimantan Barat merupakan daerah yang memiliki pertumbuhan usaha kedai kopi atau coffee shop yang cukup pesat. Kondisi tersebut menjadi peluang yang sangat potensial bagi pengembangan SESOBU karena kebutuhan sedotan ramah lingkungan terus meningkat seiring tumbuhnya kesadaran masyarakat terhadap pengurangan sampah plastik.

“Coffee shop di Kalimantan Barat jumlahnya terus bertambah. Ini menjadi pasar yang sangat potensial. Kami berharap pelaku usaha kuliner maupun kedai kopi mulai beralih menggunakan sedotan purun sebagai bentuk dukungan terhadap produk lokal sekaligus kepedulian terhadap lingkungan,” katanya.

Dukungan juga datang dari Pemerintah Kecamatan Tayan Hilir. Sekretaris Camat Tayan Hilir, Tri Wanda, menyampaikan apresiasi atas lahirnya produk inovatif tersebut yang dinilai mampu mengangkat potensi desa sekaligus memberikan dampak positif bagi lingkungan.

Pria asal Tayan ini, menyatakan pemerintah kecamatan siap memberikan dukungan melalui berbagai langkah, termasuk mendorong penggunaan produk lokal di lingkungan pemerintahan maupun masyarakat.

“Kami siap membantu membuatkan imbauan agar masyarakat maupun berbagai instansi dapat membeli dan menggunakan produk SESOBU. Ini merupakan produk yang layak kita dukung bersama karena berasal dari masyarakat sendiri dan memiliki manfaat bagi lingkungan,” tegasnya.

Meski demikian, Tri Wanda juga memberikan sejumlah masukan agar SESOBU dapat berkembang lebih baik ke depannya. Menurutnya, peningkatan kualitas produk harus terus dilakukan, termasuk menghadirkan ukuran sedotan yang lebih besar sehingga dapat digunakan untuk berbagai jenis minuman.

Selain itu, ia juga mendorong agar legalitas produk segera diselesaikan sehingga pemasaran dapat menjangkau pasar modern maupun kerja sama dengan berbagai pelaku usaha.

“Kualitas harus terus ditingkatkan. Kalau memungkinkan dibuat juga ukuran yang lebih besar agar bisa digunakan untuk minuman lain. Kemudian legalitas produk segera diurus supaya pemasarannya semakin luas dan kepercayaan konsumen semakin tinggi. Pada intinya kami sangat berterima kasih dengan hadirnya SESOBU karena ini menjadi contoh bahwa desa mampu melahirkan inovasi yang bermanfaat,” harapnya.

Peluncuran SESOBU menjadi bukti bahwa kolaborasi antara masyarakat, pemerintah desa, dunia usaha melalui program CSR, serta organisasi lainnya mampu menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat nyata. Tidak hanya menghadirkan produk alternatif pengganti sedotan plastik, SESOBU juga menjadi simbol tumbuhnya ekonomi kreatif berbasis potensi lokal yang melibatkan peran aktif perempuan desa.

Ke depan, seluruh pihak berharap SESOBU tidak hanya dikenal di Kabupaten Sanggau, tetapi mampu menjadi salah satu produk unggulan Kalimantan Barat yang digunakan secara luas oleh restoran, kafe, hotel, hingga berbagai pelaku usaha kuliner.

Sejatinya, dengan peningkatan penggunaan sedotan purun, diharapkan volume sampah plastik sekali pakai dapat terus ditekan, kesejahteraan kelompok perempuan pengrajin semakin meningkat, serta Desa Pedalaman menjadi contoh sukses pengembangan ekonomi hijau berbasis kearifan lokal yang dapat direplikasi di berbagai daerah lain. [ red/**]

 

 

 

 

Publisher : Admin radarkalbar.com

Share This Article

You cannot copy content of this page

Exit mobile version