Tekan Stigma dan Putus Rantai Penularan, Warga Diberdayakan Jadi Agen Edukasi TBC

FOTO : Momen berfoto bersama [ ist ]

Pewarta/editor : Tim redaksi

SANGGAU [ radarkalbar.com ] – Upaya penanggulangan Tuberkulosis (TBC) membutuhkan keterlibatan lintas sektor di luar tenaga kesehatan.

Memperkuat langkah tersebut, Yayasan Lentera Peradaban Khatulistiwa berkolaborasi dengan UPT Puskesmas Kampong Kawat menggelar sosialisasi dan edukasi TBC bertajuk “Kenali TBC, Cegah Penularannya, Dukung Kesembuhan” berlangsung di Sekretariat Yayasan, Sabtu (29/8/2026).

​Sebanyak 30 peserta dari kalangan pelajar, mahasiswa, hingga ibu rumah tangga dibekali pemahaman komprehensif mengenai deteksi dini gejala, etika batuk, penggunaan masker, hingga pemeliharaan sirkulasi udara rumah. Selain teknis medis, fokus utama kegiatan ini menyasar pengikisan stigma negatif terhadap penderita TBC yang kerap menjadi penghambat proses penyembuhan.

​Sekretaris Yayasan Lentera Peradaban Khatulistiwa, Dayang, menegaskan kelompok masyarakat yang dilatih diproyeksikan menjadi perpanjangan tangan fasilitas kesehatan dalam menyebarkan informasi akurat.

​”TBC bukan sesuatu yang harus ditakuti atau distigmatisasi. Penyakit ini dapat dicegah dan disembuhkan total jika dideteksi dini serta diobati secara teratur. Kami berharap 30 peserta ini menjadi agen edukasi di lingkungan keluarga dan masyarakat,” ujar Dayang.

Ia menambahkan, sinergi bersama UPT Puskesmas Kampong Kawat memastikan materi kesehatan yang diterima warga berbasis data medis yang valid.

Sementara, ​Pemateri dari UPT Puskesmas Kampong Kawat, Sopiya Meli, A.Md.Kep., menekankan pentingnya edukasi tatap muka guna mendorong masyarakat tidak ragu mengakses fasilitas kesehatan saat menemukan gejala awal.

“Kegiatan ini sangat strategis dan harus berlanjut. Pemahaman yang benar akan mempercepat intervensi medis. Harapannya, peserta membagikan kembali pengetahuan ini agar rantai penularan terputus,” jelas Sopiya.

​Deteksi & Penanganan Dini : Memahami gejala klinis dan segera merujuk pasien ke puskesmas untuk pengobatan tuntas.
​Pencegahan Penularan: Penerapan etika batuk/bersin, konsistensi penggunaan masker, dan pembukaan sirkulasi udara ruangan.

Penghentian Stigma: Mengganti tindakan pengucilan dengan dukungan moral agar pasien disiplin mengonsumsi obat hingga sembuh.

Tentunya ​melalui kolaborasi ini, kedua lembaga berkomitmen melanjutkan kampanye kesehatan berbasis komunitas demi mewujudkan lingkungan yang tanggap, inklusif, dan bebas diskriminasi terhadap penderita TBC. [ red ]

 

 

 

 

 

Publisher : Admin radarkalbar.com

 

Share This Article

You cannot copy content of this page

Exit mobile version