FOTO : Momen berfoto bersama usai Seminar Nasional, berlangsung di Aula Sultan Syarif Abdurrahman Pontianak [ ist ]
Pewarta/editor : redaksi
PONTIANAK [ radarkalbar.com ] – Nilai-nilai kearifan lokal Kalimantan Barat, seperti tradisi gotong royong dan saprahan, dinilai menjadi fondasi penting dalam memperkuat moderasi beragama dan kehidupan masyarakat multikultural.
Hal tersebut menjadi bahasan utama dalam Seminar Nasional yang diselenggarakan di Aula Sultan Syarif Abdurrahman, Kantor Wali Kota Pontianak, Rabu (16/9/2026).
Tiga pakar hadir sebagai narasumber utama dalam forum tersebut, yakni Prof. H. M. Mas’ud Said, M.M., Ph.D., Prof. Dr. H. Imam Suprayogo, dan Prof. Dr. H. Wajidi Sayadi, M.Ag.
Para pemateri menekankan pentingnya peningkatan kualitas SDM, ekonomi, dan budaya yang berakar pada tradisi daerah untuk menciptakan keharmonisan sosial.
Seminar ini diinisiasi oleh mahasiswa S3 Pendidikan Islam Multikultural UNISMA Malang ini sekaligus menjadi momentum penandatanganan MoU antara UNISMA dan Pemkot Pontianak.
Forum interaktif ini diikuti oleh ratusan peserta dari unsur Kemenag Kalbar, PGRI, NU, Muhammadiyah, organisasi kepemudaan, hingga para guru PAI. [ Red ]
Publisher : Admin radarkalbar.com
