FOTO : Ilustrasi [ Hamzah/Ai ]
Pewarta/editor : Hamzah
MEMPAWAH [ radarkalbar.com ] – Aksi keributan nyaris kembali terjadi di SPBU 61.783.01 Nusapati, Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah, Kalbar, pada Minggu (11/10/2026) sekitar pukul 04.30 WIB.
Hal ini dipicu, saat seorang warga setempat yang mengaku benar-benar membutuhkan bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis solar untuk bekerja justru terlibat adu mulut saat hendak mengisi bahan bakar kendaraannya.
Persoalan bermula ketika warga tersebut, yang diketahui bernama Man, mengaku hanya membutuhkan sekitar 35 liter solar untuk menunjang aktivitas pekerjaannya. Namun, saat kendaraannya jenis Mitsubishi L 300 pick up (pikap, red) sudah berada di depan nosel pengisian, ia mengaku didatangi seorang pria hingga terjadi pertengkaran yang nyaris berujung perkelahian.
Peristiwa ini kembali memunculkan pertanyaan mengenai tata kelola penyaluran BBM subsidi di SPBU Nusapati. Warga yang mengaku membutuhkan solar untuk keperluan kerja mempertanyakan mengapa dirinya harus mengalah. Sementara aktivitas pengisian oleh kendaraan yang diduga digunakan untuk melansir BBM disebut-sebut lebih diutamakan
Kepada awak redaksi radarkalbar.com, Man menceritakan bahwa dirinya datang ke SPBU karena kehabisan minyak atau solar yang biasa digunakannya untuk bekerja.
“Saya warga setempat, saya benar-benar kehabisan minyak solar. Ketika saya masuk ke SPBU dan memarkirkan kendaraan saya di depan nosel, tiba-tiba saya didatangi pria berinisial BM dan terjadilah pertengkaran,” ungkap Man.
Menurut keterangannya, di SPBU tersebut seolah-olah sudah berlaku aturan tidak tertulis, kendaraan pelangsir harus didahulukan. Setelah para pelangsir selesai mendapatkan solar, barulah kendaraan milik pengguna yang membutuhkan BBM untuk keperluan sendiri diperbolehkan mengisi.
Akibat situasi yang memanas, Man akhirnya memilih mengalah dan menepikan kendaraan pikapnya untuk menghindari terjadinya perkelahian.
Jika keterangan tersebut benar, kondisi ini patut menjadi perhatian serius. BBM subsidi yang seharusnya disalurkan sesuai ketentuan dan diperuntukkan bagi konsumen yang berhak tidak boleh dikuasai oleh praktik antrean yang merugikan masyarakat.
Dalam keterangannya, Man menyebut seorang pria berinisial JM, yang juga warga Desa Nusapati, diduga memiliki peran dalam mengatur kendaraan yang mendapat giliran pengisian di SPBU tersebut.
JM juga disebut-sebut bertugas membawa kendaraan yang diklaim milik kepala desa setempat untuk melakukan pengisian solar subsidi. BBM itu diduga kemudian ditampung dan dijual kembali dengan harga lebih tinggi.
Man juga menyoroti pria berinisial JM yang disebutnya terlibat dalam pertengkaran. Ia menduga JM kerap mengumpulkan solar subsidi untuk kemudian dijual kembali dengan harga lebih tinggi.
Meski demikian, dugaan mengenai peran JM, kepemilikan kendaraan, serta praktik penampungan dan penjualan kembali solar subsidi tersebut masih perlu diverifikasi melalui pemeriksaan langsung oleh pihak berwenang. Konfirmasi dari pihak yang disebutkan juga diperlukan agar persoalan ini menjadi terang dan berimbang.
Warga berharap dinas terkait, aparat penegak hukum (APH), Pertamina, serta Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) segera turun ke lapangan untuk memeriksa tata kelola penyaluran solar subsidi di SPBU Nusapati.
Masyarakat meminta pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari mekanisme antrean, penggunaan kendaraan untuk pengisian berulang, kesesuaian penyaluran dengan ketentuan BBM subsidi, hingga dugaan penampungan dan penjualan kembali solar.
Apabila ditemukan pelanggaran, warga berharap pihak berwenang menjatuhkan sanksi tegas sesuai ketentuan yang berlaku.
Keberadaan SPBU semestinya membantu memenuhi kebutuhan energi masyarakat, termasuk warga yang membutuhkan solar untuk menunjang pekerjaan dan mata pencaharian.
Jangan sampai masyarakat yang datang untuk membeli BBM sesuai kebutuhan justru merasa tersisih akibat dugaan praktik yang menguntungkan pihak tertentu.
Warga juga berharap pelayanan di SPBU Nusapati dapat berjalan tertib, aman, adil, dan ramah lingkungan, tanpa intimidasi maupun pertengkaran di area pengisian.
Hingga berita ini disusun, keterangan dari pengelola SPBU Nusapati, pihak-pihak yang disebutkan, Pertamina, dan BPH Migas masih perlu dimintakan untuk memperoleh penjelasan serta klarifikasi lebih lanjut. [ Red ]
Publisher : Admin radarkalbar.com
