Pengukuhan YKBPMTK Kalbar Siap Digelar 6 Juni di Singkawang

FOTO : flyer persiapan pengukuhan YKBPMTK Kalbar [ ist ]

Pewarta : Urai Tomi | Editor/publisher : Admin radarkalbar.com

SINGKAWANG – Yayasan Keluarga Besar Puak Melayu Trah Kesultanan (YKBPMTK) Kalimantan Barat memastikan kesiapan pelaksanaan pengukuhan pengurus periode 2026–2031.

Perhelatan akbar yang mengusung tema “Takkan Melayu Hilang di Bumi, Beradat Berdaulat Junjung Negeri” tersebut dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, (6/6/2026) berlangsung di Balai Kota Singkawang.

Ketua Panitia Pelaksana, Golbar Aryanto, mengungkapkan progres persiapan teknis di lapangan saat ini telah menyentuh angka 85 persen. Pemilihan tanggal tersebut diakui memiliki nilai filosofis dan strategis bagi kerabat kesultanan.

“Kami memilih 6 Juni karena bertepatan dengan bulan baik dalam penanggalan Melayu. Selain itu, waktu ini memberikan ruang yang cukup bagi seluruh kerabat trah dari berbagai penjuru Kalimantan Barat untuk dapat hadir,” ujar Golbar dalam keterangan resminya.

Kehadiran Raja dan Sultan se Kalimantan Barat

Acara ini diprediksi menjadi momentum bersejarah karena akan dihadiri oleh para pemangku adat dari 10 kerajaan besar di Kalimantan Barat, di antaranya Ir. H. Gusti Kamboja, MH (Pangeran Ratu Kertanegara Kerajaan Matan/Ketua FSKN Kalbar, Gusti Yusri, SH (Panembahan Anom Kerajaan Tayan/Koordinator FSKN Kalimantan), Drs. H. Gusti Arman, M.Si (Pangeran Ratu Suryanegara Kerajaan Sanggau/Ketua Majelis Kerajaan Kalbar, Sultan Syarif Mahmud Melvin Alqadrie, SH (Sultan Pontianak ke-IX serta para raja dan sultan dari Sintang, Sekadau, Mempawah, Sambas, Simpang, dan Landak.

Agenda Strategis dan Legalitas Yayasan

Ketua Umum YKBPMTK, Indra Usma, menegaskan yayasan ini telah memiliki legalitas resmi dari Kemenkumham. Menurutnya, YKBPMTK akan menjadi motor penggerak kerabat trah dalam sektor sosial, pendidikan, budaya, hingga ekonomi.

“Pasca pengukuhan, kami akan langsung tancap gas menjalankan program kerja, mulai dari peningkatan budaya Melayu, pelatihan UMKM kerajinan songket, hingga digitalisasi manuskrip penting kesultanan agar tetap lestari di era modern,” tegas Indra.

Prosesi Adat dan Tata Tertib Tamu

Rangkaian utama acara akan meliputi pembacaan ikrar trah kesultanan, penyerahan SK Pengurus periode 2026–2029, serta prosesi sakral Tepung Tawar yang dipimpin oleh para tetua adat dan pemangku raja.

Pada momen acara tersebut, pihak panitia turut mewajibkan seluruh tamu undangan dan kerabat untuk mengikuti ketentuan busana adat (dress code) yakni Pria mengenakan Baju Teluk Belanga lengkap dengan Tanjak atau Songkok. Kemudian, wanita mengenakan Baju Kurung Songket.

Selanjutnya, acara ini juga mengundang jajaran pejabat daerah mulai dari Gubernur Kalimantan Barat, Walikota Singkawang, Kapolres, hingga tokoh-tokoh dari Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) dan ormas setempat. [ red ]

Share This Article
Exit mobile version