FOTO : flyer himbauan ISPA [ ist ]
Pewarta/editor : Rizal Komarudin
KAYONG UTARA [ radarkalbar.com ] – Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kabupaten Kayong Utara mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah menyusul kondisi kualitas udara yang kurang baik akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kabupaten Kayong Utara, dr. Maria Fransisca, meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak buruk kualitas udara, terutama terhadap kesehatan saluran pernapasan.
“Menyikapi kondisi kualitas udara yang kurang baik yang disebabkan karhutla, masyarakat diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar rumah,” ujar Maria.
Ia juga meminta masyarakat yang terpaksa harus bepergian ke luar rumah untuk menggunakan masker sebagai upaya mengurangi paparan udara yang kurang baik.
Selain itu, masyarakat dianjurkan mengonsumsi air putih yang cukup. Maria juga mengingatkan agar warga segera mendapatkan penanganan medis apabila mulai mengalami gangguan pada saluran pernapasan.
“Kenakan masker bila harus bepergian keluar rumah, minum air putih yang cukup, dan segera ke fasilitas pelayanan kesehatan jika sudah terjadi gangguan pada saluran pernapasan seperti batuk, nyeri menelan ataupun sesak napas,” katanya.
Imbauan tersebut disampaikan di tengah masih tingginya kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kabupaten Kayong Utara.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kabupaten Kayong Utara, tercatat 934 kasus ISPA pada periode minggu ke-22 hingga minggu ke-30 tahun 2026, atau sepanjang 31 Mei hingga 1 Agustus 2026.
Kasus ISPA tertinggi tercatat pada minggu ke-23 dengan 184 kasus. Sementara jumlah kasus terendah terjadi pada minggu ke-28 dengan 49 kasus.
Pada minggu ke-30, tercatat 83 kasus ISPA, meningkat dibandingkan minggu ke-29 yang mencapai 72 kasus.
Dari data kumulatif minggu ke-22 hingga ke-30, Puskesmas Teluk Batang mencatat kasus ISPA tertinggi dengan 363 kasus, disusul Puskesmas Sukadana sebanyak 309 kasus dan Puskesmas Siduk sebanyak 159 kasus.
Selanjutnya, Puskesmas Teluk Arum mencatat 34 kasus, Teluk Melano 21 kasus, Dubes 16 kasus, Sungai Paduan 15 kasus, Tanjung Satai 15 kasus, Padang 1 kasus, sedangkan Puskesmas Matan dan Pelapis masing-masing tercatat nihil kasus.
Ia mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan dan mengurangi risiko paparan udara yang kurang baik, terutama dengan membatasi aktivitas di luar ruangan serta menggunakan masker saat harus bepergian. [ red ]
Publisher : Admin radarkalbar.com
