HNSI Sambas Mediasi Nelayan Paloh dan SPBU, Penyaluran BBM Segera Kembali Normal

FOTO : Sekretaris HNSI Kabupaten Sambas, Amiruddin [ ist ]

Pewarta : Urai Rudi | Editor/publisher : Admin radarkalbar.com

SAMBAS [ radarkalbar.com ] – Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Sambas memfasilitasi pertemuan antara perwakilan nelayan Kecamatan Paloh dan pihak SPBU guna membahas persoalan penyaluran BBM bagi nelayan yang sempat terhambat dalam beberapa hari terakhir.

Pertemuan tersebut dihadiri sejumlah pihak terkait, di antaranya Dinas Perikanan Kabupaten Sambas, Sat Intelkam Polres Sambas, Disperindag, perwakilan Asisten II Setda Sambas, serta insan media.

Sekretaris HNSI Kabupaten Sambas, Amiruddin, mengatakan mediasi dilakukan sebagai langkah penyelesaian agar distribusi BBM untuk nelayan kembali berjalan lancar.

“Pertemuan ini menjadi ruang komunikasi antara nelayan Paloh dan pihak SPBU agar persoalan yang terjadi dapat diselesaikan dengan baik,” ujarnya.

Ia menjelaskan, persoalan bermula setelah muncul pemberitaan beberapa waktu lalu yang berdampak pada keputusan pihak SPBU untuk menunda penyaluran BBM bagi nelayan.

Namun setelah dilakukan dialog bersama, pihak SPBU menyatakan siap kembali menyalurkan BBM untuk kebutuhan nelayan Paloh. Penyaluran diperkirakan mulai dilakukan besok atau lusa menyesuaikan kebijakan dari Pertamina.

“Pihak SPBU menyampaikan penyaluran BBM nelayan akan kembali dibuka dalam waktu dekat sesuai kebijakan Pertamina,” jelas Amiruddin.

Selain membahas distribusi BBM, pertemuan itu juga menghasilkan kesepakatan terkait validasi dan verifikasi data kapal nelayan di Kecamatan Paloh.

Sementara, Dinas Perikanan Kabupaten Sambas dijadwalkan turun langsung ke lapangan pada 17 Juni 2026 untuk melakukan pendataan ulang kapal nelayan guna memastikan data yang dimiliki benar-benar sesuai kondisi riil.

Menurut Amiruddin, langkah tersebut penting sebagai dasar pengajuan penambahan kuota BBM nelayan ke Pertamina.

“Setelah data kapal nelayan valid dan sesuai kebutuhan di lapangan, nantinya akan diajukan penambahan kuota BBM nelayan,” katanya.

Kesempatan itu, pihak nelayan dan SPBU juga sepakat menjaga komunikasi agar persoalan serupa tidak kembali terjadi di kemudian hari.

Amiruddin berharap hasil mediasi tersebut dapat menjadi solusi bagi nelayan Paloh sehingga aktivitas melaut dan pelayanan BBM dapat berjalan lebih baik dan kondusif. [ red ]

Share This Article
Exit mobile version