Sentuhan Kemanusiaan di Tengah Malam, Perjuangan Petugas Polsek Tayan Hilir Kawal Jenazah Lansia Hingga Dini Hari

FOTO : Petugas gabungan saat melaksanakan evakuasi tehadap lansia LCM [ ist ]

Ulasan utama berita :

  • ​Respons Cepat Dini Hari: Polsek Tayan Hilir dan tim medis Puskesmas Pulau Tayan Hilir sigap mendatangi penemuan lansia LCM (72) yang meninggal dunia akibat komplikasi diabetes di Dusun Terentang.
  • ​Hasil Medis Murni Wajar: Pemeriksaan dr. Chaeril Ramadhan memastikan korban meninggal karena sakit dan tidak ada tanda-tanda kekerasan atau tindak pidana.
  • ​Dedikasi Kemanusiaan Tanpa Batas: Aparat mengawal proses evakuasi dan mendampingi keluarga hingga dini hari (pukul 00.10 WIB) sebelum jenazah diberangkatkan ke Sintang menggunakan ambulans Yayasan Gotong Royong.
  • ​Komitmen Polri: Kapolsek Iptu Dr. Kusdarwanto menegaskan kehadiran polisi adalah wujud nyata pengayoman dan pelayanan kemanusiaan bagi masyarakat yang berduka.

Pewarta : Tim liputan | editor : SerY TayaN

SANGGAU [ radarkalbar.com ] –  Malam itu, keheningan Dusun Terentang, Desa Subah, Kecamatan Tayan Hilir, Sanggau, Kalbar mendadak pecah oleh sebuah laporan warga.

Di balik pintu rumah yang terkunci sunyi, seorang pria lanjut usia, LCM (72), ditemukan terbujur kaku di atas kursi kesayangannya.

Di sekitarnya, deretan botol obat menjadi saksi bisu perjuangan panjang almarhum melawan penyakit menahun yang menggerogoti tubuhnya.

​Tanpa membuang waktu, respons cepat dikobarkan. Pukul 20.00 WIB, malam merayap dingin tatkala Bhabinkamtibmas Desa Subah Aipda Toni Kuswoyo bersama piket Reskrim Brigadir Dekarno Tarigan membelah gelap menuju TKP.

Langkah mereka beriringan dengan tenaga medis dari Puskesmas Pulau Tayan Hilir dr Chaeril Ramadhan dan perawat Saiful, membawa misi kemanusiaan, memastikan kebenaran, memberikan kepastian bagi keluarga, dan merawat kehormatan almarhum di detik-detik terakhirnya.

​Namun, tugas malam itu bukan sekadar olah tempat kejadian perkara atau memasang garis polisi. Ada sisi heroik dan empati mendalam yang diuji ketika batas wilayah dan jarak menjadi tantangan berat.

​Anak kandung almarhum berada jauh di Putussibau, sementara sanak saudara lain menanti kepastian di Sintang. Dalam situasi duka yang mendalam, jajaran Polsek Tayan Hilir bersama pihak Puskesmas tidak lantas tinggal diam.

Lantas, dengan penuh kesabaran dan dedikasi kemanusiaan, mereka mengawal proses evakuasi jenazah ke puskesmas, memberikan pendampingan psikologis kepada keluarga yang berduka, serta bersiaga penuh hingga larut malam.

​Di bawah komando Kapolsek Tayan Hilir, Iptu Dr. Kusdarwanto, S.H., M.H., aparat kepolisian menunjukkan bahwa seragam cokelat yang mereka kenakan bukan hanya simbol hukum, tetapi juga pilar perlindungan dan pengayoman sosial.

​”Setiap laporan warga adalah amanah kemanusiaan. Kami hadir bukan hanya untuk menegakkan prosedur, tetapi memastikan bahwa dalam duka dan keterasingan, keluarga korban merasakan kehadiran negara yang merawat dan mendampingi mereka hingga tuntas,” ungkap Iptu Kusdarwanto.

​Perjuangan malam itu baru benar-benar sampai di puncaknya ketika jarum jam menunjuk angka 00.10 WIB, Senin (2/11/2026) dini hari. Di tengah kelelahan yang mendera, sinergi antara aparat kepolisian, tenaga medis, dan mobil ambulans Yayasan Gotong Royong Sungai Durian Sintang berhasil merampungkan proses penyerahan jenazah.

Petugas mengantarkan kepulangan almarhum menuju pelukan keluarga tercinta di Sintang untuk disemayamkan secara layak.

​Aksi sigap ini menjadi potret nyata dedikasi tanpa kenal lelah dari Polsek Tayan Hilir, sebuah pengingat bahwa di balik ketegasan tugas-tugas penegakan hukum, selalu ada hati nurani yang berdenyut untuk kemanusiaan. [ Red ]

Publisher : Admin radarkalbar.com

Share This Article

You cannot copy content of this page

Exit mobile version