FOTO : Flyer Forum Masyarakat Peduli Poyo Tono Hibun Kenaik [ ist ]
Ulasan utama berita :
- Masalah Utama: Kerusakan infrastruktur jalan dan jembatan yang menghubungkan Desa Sungai Jaman, Desa Persiapan Sungai Kenaik, Desa Emberas, dan Desa Beginjan menuju Kecamatan Tayan Hilir menghambat mobilitas warga dan aktivitas pengangkutan sawit.
- Penyebab & Dampak: Sejak PT Surya Borneo Indah (SBI) berhenti beroperasi, perawatan jalan hanya mengandalkan swadaya petani; dampaknya, mobilitas terganggu, distribusi hasil panen terhambat, serta akses pendidikan dan kesehatan menjadi sulit.
- Pernyataan Narasumber : Ketua Forum, Nikodemus Purba, menegaskan pentingnya akses jalan yang layak agar pengangkutan sawit lancar, perjalanan aman, dan risiko kerusakan kendaraan berkurang.
- Tuntutan & Prioritas Penanganan: Forum mendesak Pemkab Sanggau, Pemprov Kalbar, dan DPRD untuk segera melakukan survei lapangan, perbaikan jembatan, penataan tanjakan, pembenahan drainase, serta memberikan kejelasan anggaran dan jadwal perbaikan.
Pewarta/editor : SerY TayaN
SANGGAU [ radarkalbar.com ] – Kerusakan infrastruktur jalan yang menghubungkan sejumlah desa menuju pusat Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, dikeluhkan oleh warga.
Kondisi jalan yang memprihatinkan ini tidak hanya melumpuhkan aktivitas ekonomi masyarakat, tetapi juga menghambat akses pendidikan dan layanan kesehatan.
Desa-desa yang terdampak langsung meliputi Desa Sungai Jaman, Desa Persiapan Sungai Kenaik, Desa Emberas, dan Desa Beginjan. Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah titik jalan mengalami kerusakan parah berupa badan jalan yang terkikis, medan yang tidak rata, serta jembatan penghubung yang mendesak untuk segera diperbaiki.
Ketua Forum Masyarakat Peduli Poyo Tono Hibun Kenaik, Nikodemus Purba, menegaskan pentingnya ketersediaan akses jalan yang layak bagi masyarakat dan para petani sawit di wilayah tersebut.
”Perlu adanya akses yang layak agar pengangkutan sawit ke pabrik bisa lebih lancar, perjalanan menjadi lebih aman, serta risiko kerusakan kendaraan warga dapat berkurang,” ujar Nicodemus Purba.
Nicodemus menjelaskan bahwa jalur tersebut dulunya merupakan akses utama perekonomian warga karena dinilai lebih singkat menuju pusat Kecamatan Tayan Hilir serta krusial bagi pengangkutan hasil panen.
Namun, sejak perusahaan perkebunan PT Surya Borneo Indah (SBI) berhenti beroperasi, perawatan jalan kini sepenuhnya bertumpu pada swadaya petani kebun plasma dan mandiri.
Menurut pria yang juga Sekretaris Dewan Adat Daya (DAD) Kecamatan Tayan Hilir ini, pihaknya mencatat kerusakan jalan ini membawa dampak luas bagi kehidupan sehari-hari masyarakat, antara lain menyulitkan siswa dan guru untuk menjangkau sekolah, menghambat kelancaran distribusi kebutuhan pokok, hasil panen, dan layanan jasa.
Kemudian, mempersulit akses ke fasilitas kesehatan, kunjungan tenaga kesehatan, hingga proses evakuasi pasien.
” Nah, melihat kondisi tersebut, kami dari Forum bersama Aliansi Petani Sawit Sungai Kenaik, Emberas, dan Beginjan mendesak Pemerintah Kabupaten Sanggau, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, DPRD kabupaten maupun provinsi, serta instansi terkait untuk segera bertindak sesuai kewenangannya,” tegas Purba.
Selain itu sambung Purba, pihaknya menuntut adanya prioritas penanganan yang jelas, yang mencakup survei lapangan dan perbaikan jembatan rusak, penataan kemiringan tanjakan sesuai kajian teknis. pembentukan ulang badan jalan dan pembenahan drainase. Lantas, kejelasan penanggung jawab, alokasi anggaran, dan jadwal perbaikan yang transparan.
”Pemerintah perlu menjawab secara terbuka agar penanganan tidak terus berlarut-larut. Jangan jadikan kesulitan warga sebagai bahan politik praktis untuk menarik simpati. Pemerataan pembangunan harus nyata dirasakan oleh masyarakat di Desa Persiapan Sungai Kenaik dan sekitarnya,” ungkap Purba.
Purba juga meminta DPRD Kabupaten Sanggau dan Provinsi Kalimantan Barat untuk aktif mengawasi serta mengawal tindak lanjut perbaikan ini. Swadaya petani sawit dinilai sudah berjuang maksimal, sehingga kini sudah saatnya pemerintah memberikan dukungan nyata melalui tinjauan lapangan, kepastian anggaran, dan penetapan jadwal pelaksanaan yang pasti. [ Red ]
Publisher : admin radarkalbar.com
