Pilu! 32 Pondok UMKM di Patoka Sarana Sungai Pinyuh Luluh Lantak Diterjang Puting Beliung

FOTO : Penampakan stand UMKM di kawasan Patoka Sarana, Sungai Pinyuh yang roboh tersapu angin puting beliung, Sabtu (31/10/2026) pagi.

Ulasan utama berita : 

  • Lokasi dan Waktu Kejadian : Peristiwa ini terjadi di Komplek Patoka Sarana, Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah, pada Sabtu, 31 Oktober 2026 pagi sekitar pukul 05.40 WIB.
  • ​Penyebab : Bencana dipicu oleh cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang yang menerjang wilayah tersebut.
  • ​Dampak Kerusakan : Puluhan bangunan/stand UMKM (berkisar antara 32 hingga 40 pondok/stand) mengalami kerusakan parah hingga luluh lantak dan roboh.
  • ​Perkiraan Kerugian : Meskipun total kerugian masih dalam proses pendataan, kerugian fisik akibat kerusakan puluhan pondok tersebut diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.
  • ​Tindak Lanjut : Pihak kepolisian (Polsek Sungai Pinyuh) langsung bergerak cepat mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan pengecekan serta mendata jumlah stand UMKM yang terdampak.
  • ​Dampak Sosial Ekonomi : Robohnya puluhan pondok ini dikhawatirkan dapat mengganggu mata pencaharian serta aktivitas ekonomi para pelaku UMKM setempat yang menggantungkan pendapatan harian mereka di lokasi tersebut.

Pewarta/editor : redaksi

MEMPAWAH [ radarkalbar.com ] – Nasib pilu dialami puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di kawasan Kompleks Patoka Sarana, Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah. Sebanyak 32 pondok UMKM dilaporkan tersapu angin puting beliung pada Sabtu pagi (31/10/2026).

Musibah tersebut menjadi pukulan berat bagi para pedagang. Pasalnya, bencana datang justru ketika mereka tengah bersiap mencari nafkah dalam rangkaian perhelatan acara jalan santai memperingati Hari Sumpah Pemuda Tahun 2026 bersama H. Hismunanda.

Bangunan pondok yang sebelumnya menjadi tempat menggantungkan harapan untuk memperoleh rezeki, seketika porak-poranda. Atap dan material bangunan beterbangan, sementara sejumlah lapak usaha roboh diterjang kencangnya angin.

Di balik puing-puing bangunan yang berserakan, tersimpan kesedihan para pedagang yang harus menerima kenyataan kehilangan tempat mereka mencari penghidupan.

Syafril, salah satu pemilik pondok UMKM yang turut terdampak, menceritakan detik-detik mencekam saat bencana tersebut terjadi.

Ia menuturkan, sekitar pukul 05.00 WIB, setelah melaksanakan salat Subuh, dirinya mulai mempersiapkan segala keperluan untuk berjualan. Namun, saat itu kondisi cuaca sedang tidak bersahabat karena kawasan tersebut diguyur hujan lebat.

Ketika hujan mulai reda, Syafril kemudian bergegas menuju lokasi tempat dirinya biasa berjualan.

Namun, sesampainya di lokasi, ia justru dikejutkan oleh datangnya angin puting beliung yang berembus sangat kencang.

“Sesampainya di lokasi, hujan terlihat mulai reda. Tiba-tiba saja sapuan angin puting beliung datang sekencang-kencangnya. Bangunan pondok UMKM beterbangan dan roboh tersapu angin, termasuk pondok usaha milik saya. Kejadiannya begitu cepat, hanya dalam hitungan menit angin meluluhlantakkan bangunan pondok UMKM,” tuturnya.

Dengan nada lirih, Syafril mengaku hanya bisa pasrah menghadapi musibah yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya.

Baginya, pondok UMKM tersebut bukan sekadar bangunan tempat berjualan, melainkan sumber penghidupan dan harapan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Ya, mau diapakan, Bang. Namanya juga musibah. Kapan datangnya kita tidak pernah mengetahui. Itu sudah menjadi rencana Allah. Saya hanya bisa ikhtiar dan tabah menghadapi cobaan ini,” lirihnya.

Peristiwa ini menyisakan duka mendalam bagi para pelaku UMKM yang terdampak. Harapan untuk meraup rezeki di tengah ramainya kegiatan jalan santai justru berubah menjadi kesedihan setelah tempat usaha mereka hancur diterjang bencana.

Kini, para pedagang hanya bisa menyaksikan puing-puing lapak yang sebelumnya menjadi tumpuan ekonomi mereka.

Musibah tersebut menjadi pengingat bahwa di balik semarak sebuah perhelatan, ada masyarakat kecil yang harus berjuang menghadapi cobaan berat demi mempertahankan kehidupan dan mencari nafkah bagi keluarganya. [ Red ]

 

 

 

 

 

Publisher : Admin radarkalbar.com

Share This Article

You cannot copy content of this page

Exit mobile version