FOTO : Saat pemadaman karhutla di Dusun Terentang, Desa Subah, Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau [ ist ]
Pewarta/editor : SerY TayaN
SANGGAU [ radarkalbar.com ] – Suasana mencekam sempat melanda sebuah kawasan di Dusun Terentang, Desa Subah, Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau, Kalbar, pada (29/7/2026) malam.
Kobaran api yang membakar lahan kering tiba-tiba membesar dan melalap vegetasi tepat di pinggir jalan raya utama Tayan – Pontianak.
Kepulan asap hitam pekat membubung tinggi ke udara, memangkas jarak pandang para pengguna jalan dan mengancam keselamatan jalur transportasi vital tersebut.
Melihat ancaman bahaya yang kian nyata, sirine tanggap darurat seolah berbunyi. Tim gabungan lintas sektor langsung bergerak cepat menerjang lokasi.
Dipimpin langsung oleh Danramil 1204/07 Tayan Hilir, Kapten Inf Oktavia Andri Koto bersama Kapolsek Tayan Hilir, Iptu Dr. Kusdarwanto, beserta jajaran anggota dan Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Desa Subah, para petugas di lapangan harus bertarung melawan waktu sebelum api merembet lebih jauh.
Perjuangan menembus dinding asap pekat ini bukanlah perkara mudah. Hembusan angin kencang membuat kobaran api cepat berpindah. Namun, hal itu tidak menyurutkan langkah pantang ada dalam kamus para petugas.
Pertempuran melawan si jago merah ini diperkuat oleh puluhan personel terlatih dari berbagai unsur diantaranya Personel Brigade Kehutanan KPH Sanggau Barat, LPADK Binsika, PPAT Pulau serta puluhan personel gabungan dari Damkar, TNI-Polri, dan perangkat Desa Subah.
Kendatipun dengan mata yang perih tersengat asap dan hawa panas yang membakar kulit, puluhan petugas ini terus menarik selang air, memikul peralatan berat, dan memukul titik-titik api secara manual di area semak belukar.
Di tengah hiruk-pikuk lalu lintas jalan raya yang sempat tersendat, kerja keras dan derap langkah sinergis mereka menjadi benteng utama agar bencana ini tidak meluas.
Danramil 1204/07 Tayan Hilir, Kapten Inf Oktavia Andri Koto, menegaskan kesiapsiagaan dan bahu-membahu di lapangan menjadi kunci utama dalam menahan laju pergerakan api.
”Begitu mendapat informasi, jajaran Koramil bersama Polsek dan tim gabungan langsung bergerak cepat menuju titik lokasi. Di lapangan, kami bertarung dengan waktu dan kondisi angin agar kobaran api tidak melompat melintasi jalan maupun mengancam permukiman warga,” tegas Kapten Inf Oktavia Andri Koto.
Setelah perjuangan panjang menembus kepulan asap dan bara yang membara, jerih payah tim gabungan akhirnya membuahkan hasil. Kobaran api yang semula liar berangsur-angsur berhasil dikendalikan.
Sementara, Kapolsek Tayan Hilir, Iptu Dr. Kusdarwanto, menambahkan upaya penyisiran masih terus dilakukan untuk mengantisipasi potensi api muncul kembali.
”Saat ini kobaran api sudah berhasil kita jinakkan dan kondisi berangsur padam. Namun, perjuangan para personel di lapangan belum usai. Tim masih terus menyisir area terdampak untuk melakukan pendinginan secara menyeluruh, memastikan tidak ada lagi sisa-sisa bara api tersembunyi yang bisa memicu kebakaran susulan,” ungkapnya.
Hingga saat ini, meski peluh membasahi seragam dan wajah tertutup jelaga, tim gabungan masih bertahan dan bersiaga penuh di lokasi kejadian demi memastikan jalur utama dan kawasan sekitar benar-benar aman dari ancaman kebakaran.
Meskipun belum secara pasti, namun diperkirakan sekitar 2-3 hektar lahan yang berada di jalan Trans Kalimantan, menghubungkan Tayan – Pontianak tersebut hangus terbakar.[ red ]
Publisher : Admin radarkalbar.com
