Radar KalbarRadar Kalbar
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Lainnya
    • Hukum
    • Olah Raga
    • Gaya Hidup
    • Bisnis
    • Figur
    • Tekno
    • Entertainment
Radar KalbarRadar Kalbar
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
Pencarian
  • Home
  • Indeks
  • Kalbar
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ragam
  • Hukum
  • Olah Raga
  • Gaya Hidup
  • Bisnis
  • Figur
  • Tekno
  • Entertainment
Radar Kalbar > Indeks > Kalbar > Sekadau > Puluhan Warga Datangi Gedung DPRD Sekadau, Mereka Hanya Ingin Sungai Ntorap Mengalir Jernih, Ditunggu Action Pihak Terkait?
Sekadau

Puluhan Warga Datangi Gedung DPRD Sekadau, Mereka Hanya Ingin Sungai Ntorap Mengalir Jernih, Ditunggu Action Pihak Terkait?

Last updated: 12/07/2025 13:09
11/07/2025
Sekadau
Share

FOTO : Warga yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Peduli Air Sungai Ntorap saat mendatangi Kantor DPRD Sekadau, pada Jumat, 11 Juli 2025 [ doni]

Doni – radarkalbar.com

SEKADAU – Di tengah gerimis yang membasahi bumi Lawang Kuari (julukan Sekadau), sekitar 50 orang dari Aliansi Masyarakat Peduli Air Sungai Ntorap melangkah pasti menuju Gedung DPRD Kabupaten Sekadau, pada Jumat pagi (11/7/2025).

Mereka datang bukan untuk protes liar, apalagi gaduh. Namun, mereka datang membawa satu hal yang selama ini mereka jaga yakni air.

Air Sungai Ntorap yang selama puluhan tahun menjadi nadi kehidupan enam desa di hulu kini tak lagi jernih.

Mereka tidak lagi bisa langsung menimba, apalagi meminumnya tanpa rasa was-was.

Yang dulunya aliran bening, kini kadang keruh, kadang berbau, kadang berubah warna. Dan mereka curiga, ini bukan semata karena hujan.

Diketahui, terdapat enam desa di aliran Sungai Ntorap tersebut yakni Nanga Biaban, Sungai Sambang, Sunsong, Mondi, Cupang Gading, Nanga Menterap, hingga Boti semua berada di aliran Sungai Ntorap.

Sebelumnya, pada aliran sungai inilah anak-anak mandi, ibu-ibu mencuci, dan air disaring untuk dimasak. Tapi, saat ini, melihat kondisi air sungai demikian, mereka harus berpikir dua kali.

Pasalnya, diduga ada aktivitas penambangan emas ilegal (PETI) di hulu sungai tersebut, sehingga air berubah. Tidak hanya berubah wujud, tapi juga mengubah rasa aman, jika digunakan untuk mencuci dan mandi, apalagi jika dikomsumsi.

Maka, agenda hari itu di DPRD Sekadau bukan sekadar rapat dengar pendapat.

Tetapi menjadi panggung tempat rakyat menumpahkan kegelisahan mereka. Para wakil rakyat mendengar.

Wakil Ketua DPRD I, Handi Wakil Ketua II, Jeffray Raja Tugam, hingga perwakilan Pemkab dan Wakapolres Kompol Asep Mustofa hadir memberi ruang.

“Kami tak ingin sungai kami mati karena keserakahan,” ujar Matius, salah seorang anggota aliansi dengan suara bergetar.

Sempat ada perbedaan pendapat di ruang itu. Sebab, terdapat beberapa anggota dewan menyebut bahwasa air keruh bisa saja akibat hujan deras.

Akan tetapi, ada juga yang tegas menyuarakan agar ada tindakan. Paulus Subarno dari Hanura bahkan menyerukan dengan lantang.

“Tinggal buat kesepakatan, tiga hari cukup. Tidak ada lagi kerja emas,” tegansnya.

Tak hanya emosi yang mengalir, tapi juga harapan. Asisten II Setda Sekadau, Sandae, yang hadir mewakili Bupati, mengingatkan masalah ini bukan baru.

Sejak 2008, lokasi PETI berpindah-pindah. Ia mendukung forum ini diperkuat, agar Sungai Ntorap tak jadi korban selanjutnya.

Kompol Asep Mustofa juga menegaskan masalah PETI adalah isu nasional, bukan hanya Sekadau.

Namun ia menyentuh sisi yang lebih dalam edukasi.

“Kita harus sampaikan jangan rusak tanah untuk anak cucu kita nanti,” ucapnya.

Penindakan memang menjadi opsi terakhir. Tapi niat baik dari rakyat hari itu, menurutnya, pantas mendapat tempat di garda depan penegakan hukum dan pemulihan lingkungan.

Puluhan masyarakat yang datang ini, tidak membawa amarah. Bahkan, mereka hanya datang membawa suara air. Tentunya dengan harapan agar suara itu didengar.

DPRD saat itu dengan tegas menyatakan akan segera menyurati Bupati dan mengundang Forkopimda. Komisi I akan meninjau langsung ke hulu Sungai Ntorap, sementara Komisi II ke wilayah aktivitas PETI.

Jeffray Raja Tugam yang memimpin rapat pun menutup agenda dengan penghargaan tinggi pada massa yang hadir tertib dan damai.

“Terima kasih karena datang dengan kepala dingin. Ini contoh perlawanan yang elegan untuk alam,” ucapnya.

Kini, semua mata tertuju ke langkah selanjutnya. Apakah suara air akan kembali nyaring? Atau akan terus teredam oleh suara mesin dompeng?

Yang jelas, Sungai Ntorap telah bicara. Dan hari itu, ia tak bicara sendiri. [ red ].

Editor : SerY TayaN

Publisher : admin radarkalbar.co

Bagikan ini:

  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Kirim email tautan ke teman(Membuka di jendela yang baru) Surat elektronik
  • Bagikan ke Telegram(Membuka di jendela yang baru) Telegram
TAGGED:Dampak PETIDPRDSungai Ntorap
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link

Terpopuler Bulan Ini

BREAKING NEWS : Pulang Jemput Anak Mengaji, Ibu Muda Tewas Ditabrak

02/06/2026
Bukan Tabrak Lari, Kasus Kecelakaan di Purun Besar Berakhir Damai secara Kekeluargaan
29/05/2026
Diduga Kabur Usai Tabrak Satu Keluarga di Depan RM Tahu Sumedang, Sopir Honda Jazz Dicari Polisi dan Keluarga
28/05/2026
Korban Lakalantas di Jalan Raya Sungai Batang, Sungai Pinyuh Bertambah
03/06/2026
Santriwati yang Hamil tanpa Pernah Gituan, Terungkap, Pelakunya Pengasuh Ponpes
28/05/2026

Berita Menarik Lainnya

Cekcok Soal Tak Pulang Rumah, Pria di Sekadau Aniaya Istri Pakai Tumpukan Berkas Kantor

27/05/2026

Jaga Kondusifitas Daerah, Suara Kalbar Institute Gandeng Wartawan Sekadau Bahas Etika Pers

27/05/2026

Gagal Menyalip di Tikungan Sungai Kunyit, Pengendara RX-King Tewas dalam Tabrakan Beruntun

17/05/2026

Keling Kumang Festival IV 2026 Berakhir, Wabup Sekadau Puji Antusiasme Generasi Muda

17/05/2026
AFM Printing
⁠Jl. Imam Bonjol No.54, Benua Melayu Darat, Kec. Pontianak Sel., Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78243, Indonesia
0812-5012-1216

Terkait

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Kebijakan Privasi

Regional

  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang
  • Kapuas Hulu
  • Kayong Utara
  • Ketapang
  • Kubu Raya
  • Landak
  • Melawi
  • Mempawah
  • Pontianak
  • Sambas
  • Sanggau
  • Sekadau
  • Singkawang
  • Sintang