Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Karhutla di Teluk Bakung, Menjalar ke Area Pemakaman Umum

FOTO : Kobaran api yang merangsek hingga ke area pemakaman umum di Desa Teluk Bakung [ ist ]

Pewarta/editor : redaksi

KUBU RAYA – Tim gabungan yang terdiri dari personel Polsek Sungai Ambawang, Masyarakat Peduli Api (MPA), dan Lembaga Pengelolaan Hutan Desa (LPHD) Teluk Bakung berhasil mengendalikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Teluk Bakung, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Selasa (21/7/2026).

Kebakaran menghanguskan lahan seluas sekitar satu hektare. Api juga menjalar hingga ke area Tempat Pemakaman Umum (TPU) setempat serta sempat mengancam kawasan permukiman yang berjarak sekitar tiga kilometer dari lokasi kebakaran.

Proses pemadaman berlangsung cukup berat akibat keterbatasan sumber air. Parit-parit di sekitar lokasi dilaporkan mengering sehingga petugas harus bekerja ekstra untuk mencegah api meluas ke wilayah yang lebih berisiko.

Kapolsek Sungai Ambawang AKP Junaifi melalui Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya Aiptu Ade Surdiansyah mengatakan, personel gabungan tetap bertahan di lokasi meski api permukaan telah berhasil dipadamkan.

“Tim gabungan berjibaku di tengah kepungan asap pekat dan suhu yang tinggi. Ketiadaan sumber air karena parit mengering menjadi kendala utama dalam proses pemadaman. Prioritas kami adalah mencegah api meluas ke permukiman warga serta mengamankan area pemakaman,” ujar Ade, Rabu (22/7/2026).

Menurutnya, petugas masih melakukan pemantauan terhadap bara api yang tersisa di bawah permukaan tanah untuk mengantisipasi munculnya titik api baru.

Di sisi lain, Polres Kubu Raya juga melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab kebakaran tersebut. Aparat tidak menutup kemungkinan adanya unsur kelalaian maupun kesengajaan yang memicu terjadinya karhutla.

“Kami masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran. Apabila ditemukan unsur pidana, tentu akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegas Ade.

Ia mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar karena berpotensi memicu kebakaran yang lebih luas, terutama di tengah kondisi cuaca kering yang menyebabkan vegetasi mudah terbakar.

Peristiwa di Teluk Bakung menjadi pengingat penanganan karhutla bukan hanya bergantung pada kerja keras petugas di lapangan, tetapi juga membutuhkan kepatuhan seluruh masyarakat dalam menjaga lingkungan.

Upaya pencegahan dinilai menjadi langkah paling efektif untuk menghindari kerugian yang lebih besar, baik terhadap lingkungan, fasilitas umum, maupun keselamatan warga. [ red ]

 

 

 

 

 

 

 

Publisher : Admin radarkalbar.com

Share This Article

You cannot copy content of this page

Exit mobile version