Karyawan PT MJP Desak Kepastian Nasib, Mediasi Belum Hasilkan Keputusan

FOTO : Para karyawan PT MJP Sekadau yang menghadiri pertemuan, pada Rabu, 15 Juli 2026 [ ist ]

Pewarta : Doni | Editor : redaksi

SEKADAU [ radarkalbar.com ] – Upaya penyelesaian persoalan sembilan karyawan PT Multi Jaya Perkasa (MJP) kembali dilakukan melalui mediasi yang digelar di Aula Kantor Desa Selalong, Kabupaten Sekadau, Rabu (15/7/2026).

Pertemuan tersebut diinisiasi Pemerintah Desa Selalong dengan menghadirkan Asisten II Pemerintah Kabupaten Sekadau dan Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Sekadau, menyusul belum adanya titik temu setelah pertemuan sebelumnya dengan DPRD tidak terlaksana.

Dalam mediasi itu, para karyawan kembali menyampaikan desakan agar perusahaan memberikan kepastian status kerja mereka. Mereka meminta tidak dipaksa mengundurkan diri dan berharap dapat kembali bekerja seperti sediakala.

Suasana mediasi berlangsung emosional. Sejumlah karyawan, terutama para pekerja perempuan, tak kuasa menahan tangis saat menyampaikan kondisi yang mereka hadapi. Mereka mengaku telah mengabdi selama belasan hingga hampir 20 tahun dan menggantungkan penghasilan dari pekerjaan tersebut untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

“Kami bekerja demi membantu ekonomi keluarga. Kami hanya meminta kesempatan untuk tetap bekerja,” ujar salah seorang karyawan, Dara, sambil menangis.

Para karyawan mengakui pernah melakukan kesalahan, namun menilai setiap pekerja seharusnya tetap diberi kesempatan untuk memperbaiki diri. Mereka menegaskan siap menerima ketentuan yang ditetapkan perusahaan sepanjang tidak berujung pada pemutusan hubungan kerja.

Selain itu, mereka mengingatkan sebagian besar pekerja merupakan warga yang sebelumnya menyerahkan lahan kepada perusahaan untuk pengembangan kebun inti. Menurut mereka, kontribusi masyarakat sekitar telah menjadi bagian penting dalam perjalanan perusahaan.

Meski mediasi berlangsung cukup panjang, pertemuan tersebut belum menghasilkan keputusan. Pemerintah desa menyampaikan bahwa hasil pembahasan masih menunggu respons dari manajemen puncak PT MJP sebelum keputusan final dapat diambil.

Usai mediasi, sembilan karyawan mengaku belum menerima kepastian dari perusahaan. Mereka juga menolak mengundurkan diri secara sukarela.

“Kami tidak bersedia mundur sendiri. Kalau memang harus ada keputusan, kami tetap satu paket dan satu tim,” kata salah seorang perwakilan karyawan.

Mereka juga menilai pengabdian selama bertahun-tahun seharusnya menjadi pertimbangan perusahaan dalam mengambil keputusan. Para pekerja mengklaim selama ini telah menjalankan tugas sesuai arahan perusahaan, termasuk mendukung berbagai kebijakan operasional.

Di sisi lain, para karyawan mendesak manajemen PT MJP agar tidak hanya melihat persoalan dari satu sisi. Mereka meminta perusahaan membuka ruang dialog yang adil dan mempertimbangkan kontribusi para pekerja selama ini.

“Kami meminta perusahaan mendengar suara kami. Kami ingin bekerja kembali karena kami merasa telah ikut membangun perusahaan sejak awal,” ujar salah seorang karyawan.

Apabila tidak ada penyelesaian yang dianggap adil, para karyawan menyatakan akan menempuh langkah lanjutan dengan menyampaikan berbagai persoalan yang menurut mereka selama ini belum dipenuhi perusahaan, baik terhadap karyawan maupun masyarakat sekitar.

Hingga mediasi berakhir, belum ada keputusan resmi mengenai nasib sembilan karyawan tersebut. Mereka kini masih menunggu jawaban dari manajemen PT Multi Jaya Perkasa terkait permintaan untuk dipekerjakan kembali. [ red ]

 

 

 

 

 

Publisher : Admin radarkalbar.com

Share This Article

You cannot copy content of this page

Exit mobile version