FOTO : Momen berfoto bersama [ ist ]
Pewarta : Sutarjo | editor/publisher : Admin radarkalbar.com
SINGKAWANG [ radarkalbar.com ] – Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Singkawang terus menunjukkan komitmen nyatanya dalam meningkatkan literasi publik dan memperkuat pemahaman masyarakat terkait kedudukan lelang negara.
Memanfaatkan momentum bersejarah peringatan 118 Tahun Lelang Indonesia, instansi vertikal di bawah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) ini turun langsung ke jalan menggelar kegiatan Sosialisasi dan Edukasi (SOLID) Lelang serta Public Campaign Tahun 2026.
Aksi jemput bola ini dilaksanakan pada Minggu pagi (7/6/2026), mengambil tempat di kawasan strategis yang menjadi pusat keramaian masyarakat, yaitu Area Car Free Day (CFD) Kota Singkawang. Dimulai sejak pukul 06.00 WIB, kehadiran jajaran petugas KPKNL Singkawang langsung menarik perhatian ratusan warga yang sedang menghabiskan waktu akhir pekan untuk berolahraga.
Mengikis Stigma, Membangun Kepercayaan Publik
Melalui kegiatan SOLID Lelang dan Public Campaign 2026 ini, KPKNL Singkawang mengusung misi besar untuk memperkenalkan peran strategis lelang bukan hanya sebagai instrumen penegakan hukum, melainkan sebagai bagian penting dari distribusi ekonomi dan pemberdayaan masyarakat. Langkah proaktif ini sengaja diambil oleh KPKNL Singkawang untuk mengikis stigma lama yang menganggap proses lelang negara sebagai prosedur yang kaku, eksklusif, dan sulit diakses oleh masyarakat awam.
Selama kegiatan berlangsung, booth KPKNL Singkawang disulap menjadi pusat konsultasi interaktif yang humanis. Pengunjung CFD diberikan kesempatan seluas-luasnya untuk berkomunikasi langsung dengan para petugas.
Warga dipandu secara mendalam mengenai tata cara mengikuti lelang yang sah, mulai dari mekanisme pembuatan akun, proses pendaftaran peserta, tata cara penyetoran uang jaminan yang aman, hingga aspek teknis saat melakukan penawaran dan pelunasan hasil lelang.
Selain memberikan edukasi procedural, poin krusial yang ditekankan oleh KPKNL Singkawang dalam kampanye simpatik ini adalah kewaspadaan terhadap kejahatan siber. Petugas secara masif mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur oleh iming-iming harga murah dari oknum yang mengatasnamakan lelang pemerintah.
KPKNL Singkawang menegaskan pentingnya bertransaksi hanya melalui kanal resmi guna menghindari berbagai modus penipuan yang kian marak di media sosial.
Akselerasi Transparansi Lewat Inovasi Digital
Di era modern ini, KPKNL Singkawang juga menjadikan momen Public Campaign ini untuk mengeskalasi pemanfaatan teknologi di sektor pelayanan publik. Institusi ini secara khusus memperkenalkan dan mendemonstrasikan keunggulan platform digital lelang.go.id.
Layanan berbasis digital ini menjadi jawaban KPKNL Singkawang atas kebutuhan masyarakat akan sistem transaksi yang cepat, praktis, dan dapat dipertanggungjawabkan. Melalui aplikasi dan situs resmi tersebut, masyarakat wilayah Singkawang dan sekitarnya kini dapat dengan mudah memantau dan mengikuti proses lelang secara daring tanpa harus hadir secara fisik di lokasi pelaksanaan.
Inovasi ini diharapkan mampu mendongkrak inklusivitas akses, sehingga seluruh lapisan masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk memanfaatkan layanan lelang negara.
Komitmen Berkelanjutan untuk Ekonomi Daerah
Antusiasme luar biasa yang ditunjukkan oleh warga Kota Singkawang di sepanjang acara menjadi bukti keberhasilan pendekatan yang dilakukan oleh KPKNL Singkawang. Tingginya angka kunjungan ke stan konsultasi memperlihatkan bahwa masyarakat sebenarnya memiliki minat yang besar terhadap instrumen lelang, namun selama ini terhambat oleh keterbatasan informasi yang valid.
Melalui keberhasilan penyelenggaraan kegiatan SOLID Lelang dan Public Campaign 2026 ini, KPKNL Singkawang berharap tingkat pemahaman, kesadaran, serta kepercayaan (trust) masyarakat terhadap institusi lelang negara dapat tumbuh secara signifikan.
Ke depan, KPKNL Singkawang berkomitmen untuk terus konsisten menghadirkan pelayanan publik yang modern, transparan, dan akuntabel.
Tentunya, dengan demikian, lelang tidak hanya dipandang sebagai alternatif transaksi yang aman dan berkekuatan hukum tetap, tetapi juga mampu bertransformasi menjadi salah satu pilar penggerak roda perekonomian dan kesejahteraan masyarakat di wilayah Singkawang. [ ist ]
