FOTO : Momen berfoto bersama sela – sidak dua SPPG [ doni ]
Pewarta : Doni | Editor/publisher : admin radarkalbar com
SEKADAU – DPC Partai Gerindra Kabupaten Sekadau menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke dua titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Sekadau, Jumat (8/5/2026).
Langkah ini diambil guna merespons kritik publik sekaligus memastikan kualitas program unggulan Presiden Prabowo Subianto tersebut tepat sasaran.
Dua lokasi yang menjadi sasaran tinjauan adalah SPPG MBG Polres Sekadau (Yayasan Kemala Bhayangkari) di Jalan Keling Kumang dan SPPG MBG Bokak Sebumbun (Yayasan Asa Garuda Milenial) di Jalan Merdeka Timur KM 09.
Ketua DPC Gerindra Kabupaten Sekadau, Handi, SE, menegaskan sidak ini merupakan instruksi langsung dari DPD Gerindra Kalimantan Barat melalui surat nomor KB/IV-00102/A/DPD-GERINDRA/2026.
”Kami ingin memastikan seluruh aspek, mulai dari ketersediaan stok pangan, kualitas beras, sanitasi gudang, hingga pengelolaan limbah (IPAL) sudah sesuai standar. Ini adalah tanggung jawab kami untuk menjawab kritik masyarakat yang meragukan kelayakan program MBG,” ujar Handi di sela-sela peninjauan.
Temuan dan Evaluasi Lapangan
Dalam sidak tersebut, Fraksi Gerindra menyoroti perbedaan standar menu di lapangan. Handi mengungkapkan adanya ketimpangan antara dua lokasi yang dikunjungi.
”Kami mencatat di SPPG Polres Sekadau menu yang disajikan dirasa kurang lengkap dibandingkan dengan SPPG Bokak Sebumbun yang sudah menyertakan buah dan susu. Hal-hal detail seperti ini yang akan kami evaluasi,” tegas Handi yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Sekadau tersebut.
Selain menu, tim peninjau juga memeriksa kelengkapan fasilitas seperti ruang cuci ompreng, loading area, hingga unit kendaraan distribusi. Poin utama yang diperiksa meliputi :
- Kualitas dan kelayakan konsumsi bahan pangan.
- Standarisasi menu sesuai ketentuan Pemerintah.
- Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dan pengelolaan limbah agar tidak mencemari lingkungan.
Dorong Perluasan ke Wilayah 3T
Menyikapi keluhan masyarakat mengenai distribusi yang belum merata, Fraksi Gerindra berkomitmen mendorong pembangunan SPPG di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).
Pasalnya, saat ini distribusi MBG masih terkendala aturan radius tempuh maksimal 30 menit dari SPPG ke sekolah dengan kecepatan kendaraan 40 Km/jam.
”Masyarakat di kampung-kampung mulai bertanya kapan anak-anak mereka mendapatkan layanan ini. Saat ini di Sekadau baru ada 12 titik SPPG yang melayani sekitar 18 ribu penerima manfaat. Kedepan, kami mengajukan SK untuk 49 titik baru guna menjangkau desa-desa terpencil,” tambah Handi.
Mediasi Miskomunikasi
Gerindra juga berkomitmen berperan sebagai penengah atas adanya indikasi miskomunikasi antara Koordinator Wilayah (Korwil) dengan Pemerintah Daerah setempat.
Hasil dari sidak ini nantinya akan disusun menjadi laporan resmi yang akan dipaparkan dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD Gerindra Provinsi Kalimantan Barat.
Rencananya, pada pekan depan, Fraksi Gerindra Sekadau akan melanjutkan peninjauan ke tiga titik SPPG MBG lainnya di wilayah kota untuk memastikan konsistensi pelayanan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris DPC Yodi Setiawan, Bendahara Harianto, anggota fraksi lainnya, serta didampingi oleh jajaran Wakapolres dan Kasi Intelkam Polres Sekadau. [ red ]
