Memanas..!! Mapolres Sanggau Digeruduk Ratusan Massa, Ini Masalahnya

FOTO : Suasana saat aksi massa menuntut pembebasan warga yang diamankan polisi, diduga karena aktivitas PETI di Kecamatan Entikong [ ok ]

Pewarta : Tim liputan |Editor/publisher : Admin radarkalbar.com

SANGGAU – Ratusan warga dari Kecamatan Entikong dan Sekayam mengepung Mapolres Sanggau pada Senin (4/5/2026) siang.

Menggunakan armada truk hingga minibus, massa menuntut pembebasan Anto dan Alek, dua warga yang ditahan kepolisian pekan lalu akibat aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI).
Koordinator aksi, Patrisius Nurmelo, menegaskan bahwa prosedur penangkapan oleh pihak kepolisian dinilai cacat secara etika adat. Menurutnya, petugas tidak memberikan pemberitahuan kepada pengurus kampung maupun tokoh adat setempat.

“Kami menilai polisi melangkahitugas pengurus kampung dan tidak menghormati tatanan yang ada. Kami minta saudara kami dibebaskan, apalagi hasil bumi yang mereka dapatkan hanya untuk menghidupi anak istri,” ujar Patrisius yang juga merupakan pengurus AMAN Kecamatan Entikong.

Senada dengan itu, Tri Sandika, warga Desa Semanget, menyoroti trauma sosial akibat penangkapan tersebut yang sempat dikira aksi pembegalan oleh warga.

Ia bahkan meminta Komisi III DPR RI untuk turun tangan mencari solusi bagi masyarakat kecil yang bergantung pada sektor ini.

Merespons tekanan massa, Kapolres Sanggau AKBP Sudarsono menyatakan tidak bisa mengambil keputusan instan karena penangkapan tersebut merupakan bagian dari operasi Polda Kalbar.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Ketua DPRD. Karena ini penyelenggaranya Polda, kami harus melaporkan perkembangan ini terlebih dahulu. Kami minta waktu tiga hari untuk mencari solusi terbaik,” kata AKBP Sudarsono di hadapan massa.

Usai menggelar aksi, massa tersebut membubarkan dengan tertib. Namun, warga berjanji, jika dalam waktu tiga hari, maka akan ada aksi serupa dengan massa yang lebih banyak. [ red ]

Share This Article
Exit mobile version