FOTO : Ketua LSM Fatwa Langit Singkawang, Muhammad Abdurrahman [ ist ]
Pewarta : Uray Tomi | Editor : Redaksi
SINGKAWANG [ radarkalbar.com ] – Hingga saat ini kemarau panjang masih melanda umumnya wilayah Kalimantan Barat, sejak beberapa bulan belakangan ini.
Belum adanya guyuran hujan ini, telah menimbulkan dampak yang signifikan, dalam segenap aspek kehidupan masyarakat.
Kondisi ini menggugah Ketua LSM Fatwa Langit Kota Singkawang, Muhammad Abdurrahman untuk mengajak para khatib Jumat menjadikan khutbah sebagai momentum memperbanyak doa dan memohon pertolongan Allah SWT
” Kita mengusulkan agar apabila kondisi kemarau masih berlangsung, para khatib memanjatkan doa istisqa pada khutbah kedua salat Jumat, sehingga doa tersebut dapat diaminkan secara bersama oleh jamaah,” ujarnya.
“Apabila belum turun hujan, alangkah baiknya bilamana pada salat Jumat ini semua khatib Jumat memanjatkan doa istisqa pada khutbah kedua,” sambungnya.
Menurutnya, ikhtiar menghadapi kemarau tidak hanya dilakukan secara lahiriah, tetapi juga melalui doa, istighfar, introspeksi diri dan memperbanyak amal kebajikan.
Doa Rasulullah ﷺ memohon hujan
Dalam hadis riwayat Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ pernah memanjatkan doa meminta hujan ketika sedang khutbah Jumat. Riwayat tersebut terdapat dalam Shahih Bukhari No. 1014 dan juga diriwayatkan Muslim : اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا
Artinya:
“Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami. Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami. Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami.”
Selain itu, terdapat doa yang diriwayatkan dalam Sunan Abu Dawud No. 1169: اللَّهُمَّ اسْقِنَا غَيْثًا مُغِيثًا، مَرِيئًا مَرِيعًا، نَافِعًا غَيْرَ ضَارٍّ، عَاجِلًا غَيْرَ آجِلٍ
Artinya:
“Ya Allah, turunkanlah kepada kami hujan yang menolong, baik, menyuburkan, bermanfaat, tidak membahayakan, segera dan tidak ditunda.” Riwayat ini dinilai sahih oleh sejumlah ulama hadis.
Ajakan doa bersama, bukan sekadar menunggu hujan
Abdurrahman berharap ajakan tersebut dapat menjadi ikhtiar bersama umat Islam di tengah kondisi kemarau. Menurutnya, doa yang dipanjatkan dari banyak masjid dan diaminkan para jamaah merupakan bentuk pengharapan kepada Allah SWT.
Ia juga mengingatkan bahwa kisah Rasulullah ﷺ ketika meminta hujan saat khutbah Jumat menunjukkan adanya landasan syariat untuk memohon hujan melalui doa dalam khutbah.
“Dengan memanjatkan doa istisqa secara serentak di seluruh masjid yang melaksanakan salat Jumat dan diaminkan oleh seluruh jamaah, insya Allah ada di antara doa itu yang langsung diijabah oleh Allah SWT,” ucapnya.
Ia berharap Allah SWT menurunkan hujan yang bermanfaat, menyuburkan tanah, mengisi sumber-sumber air serta membawa keberkahan bagi masyarakat, tanpa menimbulkan mudarat. [ red ]
Publisher : Admin radarkalbar.com
