FOTO : Momen pengurus dan anggota Federasi Hukatan KSBSI Bengkayang berfoto bersama sela-sela peringatan May Day berlangsung di Pantai Samudra Indah [ ist ]
Pewarta : Uray Tomi | Editor/publisher : Admin radarkalbar.com
BENGKAYANG – Federasi HUKATAN KSBSI Kabupaten Bengkayang menggelar aksi peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di Pantai Samudra Indah, Desa Karimunting, Jumat (1/5/2026).
Dalam aksi yang diikuti sekitar 500 buruh tersebut, massa menuntut penghapusan PHK sepihak dan perbaikan kesejahteraan pekerja di wilayah Bengkayang.
Ketua DPC F HUKATAN KSBSI Kabupaten Bengkayang, Reza Satriadi, menegaskan momentum May Day tahun ini merupakan ajang konsolidasi untuk melawan segala bentuk kesewenang-wenangan perusahaan terhadap pekerja lokal.
“Buruh tidak boleh lagi diperlakukan semena-mena. Kami berdiri di garis depan melawan ketidakadilan. Ini bukan sekadar seremoni, tapi panggilan perjuangan,” ujar Reza di hadapan ratusan massa yang membawa poster bertuliskan “Marsinah Tidak Mati, Dia Berlipat Ganda”.
Lima Tuntutan Utama Buruh
Dalam orasi yang berlangsung tertib namun penuh semangat, Federasi HUKATAN KSBSI secara resmi melayangkan lima poin tuntutan kepada pihak perusahaan dan pemangku kebijakan :
* Stop PHK Sepihak: Menolak pemecatan tanpa prosedur dialogis dan transparansi.
* Pengangkatan Karyawan Tetap: Mendesak status karyawan tetap bagi Buruh Harian Lepas (BHL) yang telah bekerja selama belasan tahun.
* Prioritas Tenaga Kerja Lokal: Meminta perusahaan memprioritaskan masyarakat tempatan dalam rekrutmen pekerja.
* Standarisasi K3: Menuntut penyediaan Alat Pelindung Diri (APD) yang berkualitas demi keselamatan kerja.
* Pesangon Sesuai UU: Menuntut pembayaran hak pesangon secara penuh, tepat waktu, dan tanpa penundaan.
Reza menyoroti nasib para BHL yang hingga kini belum mendapatkan kepastian status meskipun sudah mengabdi lama. Menurutnya, memperlakukan buruh sebagai “alat sementara” adalah tindakan tidak manusiawi.
“Hak buruh adalah harga mati. Tidak boleh ada pengurangan atau penundaan dalam pembayaran pesangon,” tegasnya.
Aksi yang berlangsung hingga siang hari tersebut diakhiri dengan seruan persatuan antarburuh. Meskipun diwarnai orasi yang lantang, situasi di lokasi Pantai Samudra Indah tetap terkendali dan kondusif dengan pengawalan dari pihak terkait.
HUKATAN KSBSI berjanji akan terus mengawal tuntutan ini hingga ada realisasi nyata dari pihak perusahaan. [ red ]
