Lantik Pengurus Baru, ISKAB se Nusantara Siapkan Program ‘Santri Mengabdi’ ke Pelosok Kalbar

FOTO : Seremonial pelantikan pengurus ISKAB se Nusantara periode 2026 – 2028 [ ist ]

Editor/publisher : Admin radarkalbar.com

PONTIANAK – Ikatan Santri Kalimantan Barat (ISKAB) Se-Nusantara resmi memulai babak baru kepengurusan periode 2026–2028.

Dalam prosesi pelantikan yang digelar di Aula Wakil Wali Kota Pontianak, Minggu (29/3/2026), organisasi ini menegaskan komitmennya untuk keluar dari zona nyaman melalui program distribusi santri ke pelosok desa.

Ketua Umum PB ISKAB terpilih, Irzam Abdellah, menyatakan di bawah kepemimpinannya, organisasi itu tidak hanya menjadi wadah silaturahmi bagi santri yang menempuh pendidikan di luar daerah.

Ia membidik peran yang lebih konkret dalam peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Kalimantan Barat.

“Kami berkomitmen membangun karakter sosial masyarakat. Salah satu langkah nyatanya adalah program ‘Santri Mengabdi’, di mana kami akan mendistribusikan santri ke berbagai pelosok desa pada Ramadan tahun depan lewat kolaborasi dengan Kemenag,” ujar Irzam.

Santri Sebagai Pelopor

Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Kalimantan Barat memberikan sinyal positif terhadap visi tersebut.

Mewakili Kemenag Kalbar, H. Ruslan menekankan bahwa santri harus mampu menjawab tantangan era digital dengan tetap menjaga akar tradisi.

“Santri harus menjadi lokomotif ataupelopor perubahan. Sejarah membuktikan santri adalah garda depan kemerdekaan, maka hari ini santri harus bangga dan tampil sebagai motor penggerak pembangunan sosial,” tegas Ruslan dalam sambutannya.

Rekonstruksi di Era Digital

Mengangkat tema “Rekonstruksi Arah Gerak Santri”, pelantikan yang bertepatan dengan Harlah ke-55 ISKAB ini menjadi momentum konsolidasi besar.

Organisasi ini bertekad menyelaraskan tiga pilar utama:
Penguatan Organisasi: Memperkokoh struktur internal.

Pelestarian Tradisi

Guna menjaga nilai-nilai ukhuwah islamiah dengan prinsip Kullu ma’ahid ma’hadi.

Adaptasi Digital guna menjawab tantangan teknologi tanpa kehilangan identitas kepesantrenan.

Acara yang dirangkaikan dengan Halal Bihalal ini turut dihadiri oleh perwakilan Polda Kalbar, Polresta Pontianak, Polres Kubu Raya, serta ratusan santri dari berbagai pondok pesantren.

Pelantikan ini menandai kesiapan ISKAB untuk bertransformasi menjadi organisasi yang lebih kontributif terhadap isu-isu sosial dan pembangunan daerah di Kalimantan Barat [ red ]

Share This Article
Exit mobile version