Krisis BBM di Kayong Utara, Antrean Mengular kian Parah, Pemkab dan Pertamina Didesak Segera Turun Tangan

FOTO : Antrean mobil pada salah satu SPBU di Kayong Utara [ ist ]

Pewarta/editor : Rizal Komarudin

​KAYONG UTARA [ radarkalbar.com ] — Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite di Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, telah mencapai titik krusial.

Antrean kendaraan melumpuhkan akses jalan publik di sejumlah titik strategis, memicu desakan keras dari masyarakat agar Pemerintah Kabupaten Kayong Utara dan Pertamina segera mengambil langkah darurat.

Pantauan di lapangan menunjukkan penumpukan kendaraan meluber hingga setengah kilometer di SPBU Sungai Semut, Kecamatan Simpang Hilir, serta SPBU pusat kota Kecamatan Teluk Batang.

Sejak pukul 05.00 WIB—jauh sebelum operasional SPBU dimulai ratusan kendaraan roda dua dan roda empat telah memblokir sebagian badan jalan utama.

Krisis pasokan BBM ini mulai menghantam langsung fondasi ekonomi mikro warga. Sejumlah pekerja informal dan pedagang keliling mengaku kehilangan jam produktif akibat harus menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk berburu bahan bakar.

“Saya biasa ke pasar pagi hari untuk berdagang. Sekarang, gara-gara antre Pertalite dari subuh, saya baru bisa berjualan siang hari. Mata pencaharian kami terganggu total,” tegas Andre, salah seorang warga terdampak di Simpang Hilir.

Kondisi ini tidak hanya mengganggu mobilitas harian warga seperti mengantar anak sekolah dan bekerja, tetapi juga mulai memicu kemacetan parah di jalur distribusi antarkecamatan.

Masyarakat mendesak pihak berwenang untuk tidak tinggal diam dan segera mengusut tuntas penyebab tersendatnya pasokan serta menertibkan dugaan penimbunan jika ditemukan di lapangan. [ red/* ]

 

 

 

 

 

Publisher : Admin radarkalbar.com

Share This Article

You cannot copy content of this page

Exit mobile version