Kisah Parmadi Warga Kayu Tunu Kehilangan Sepeda Motor Saat Salat, Langkah Pulang yang Berat, Namun Doa Tetap Menguat

FOTO : Parmadi (ist)

SerY TayaN – radarkalbar.com

SANGGAU – Siang itu, Parmadi melangkah keluar dari Masjid Darussalam dengan hati yang tenang. Salat Zuhur telah ia tunaikan, mengaji pun sudah, bahkan sempat ia gunakan untuk beristirahat sejenak di rumah ibadah yang selama ini memberinya rasa aman.

Namun ketenangan itu seketika runtuh ketika pandangannya menyapu halaman masjid tempat sepeda motor yang biasa setia menantinya tak lagi ada.

Mengutip suaraindo.id, peristiwa kehilangan itu terjadi pada Selasa (27/1/2026) sekitar pukul 12.55 WIB, di Masjid Darussalam yang terletak di Jalan Mungguk Badang, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau.

Parmadi (47), warga Dusun Kayu Tunu, Desa Sungai Muntik, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau itu, tak menyangka rumah ibadah yang selama ini ia datangi dengan penuh keyakinan justru menjadi lokasi hilangnya satu-satunya kendaraan yang ia miliki.

Tak ayal, dengan wajah kebingungan, Parmadi mondar-mandir di halaman masjid. Ia berharap mungkin saja motornya dipindahkan, atau sekadar salah lihat.

Beberapa menit berlalu, harapan itu tak juga menjadi nyata. Yamaha Jupiter Z-CW warna kuning miliknya benar-benar raib.

“Saya masih berharap itu hanya salah ambil,” ucap Parmadi lirih, menahan kesedihan.

Sepeda motor keluaran tahun 2011 itu bukan sekadar alat transportasi, melainkan penopang utama aktivitas hariannya. Ironisnya, kunci kontak motor tersebut baru saja ia ganti.

Kejadian itu segera ia laporkan kepada pengurus Masjid Darussalam. Atas saran pengurus, Parmadi didampingi Ketua RT setempat langsung menuju Polsek Kapuas yang lokasinya tak jauh dari masjid. Laporan kehilangan tersebut tercatat dalam STPLP Nomor: 05/I/2026 dan diterima oleh petugas piket, Hasbiallah, SH.

Ketua Masjid Darussalam Sanggau, Rusdi, mengaku terpukul dengan peristiwa tersebut.

Menurutnya, kehilangan kendaraan di lingkungan masjid merupakan hal yang baru pertama kali terjadi.

“Kami sangat menyayangkan kejadian ini. Masjid seharusnya menjadi tempat yang aman dan menenangkan bagi jemaah. Semoga ini menjadi yang pertama dan terakhir,” ujarnya dengan nada prihatin.

Kini, Parmadi hanya bisa berharap motornya kembali. Sementara pihak kepolisian masih menindaklanjuti laporan tersebut dan melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Di balik proses hukum yang berjalan, tersisa kegelisahan seorang jemaah yang kehilangan bukan hanya kendaraan, tetapi juga rasa aman di tempat ibadahnya.

Akankah sepeda motor Parmadi ditemukan kembali ? Wallahu a’lam bishawab. ( RED)

 

 

 

 

 

 

 

 

editor/publisher admin radarkalbar.com

Share This Article
Exit mobile version