FOTO : Kondisi jembatan Engkayas yang telah tuntas dikerjakan [ doni ]
Pewarta : Doni | Editor/publisher : Admin radarkalbar.com
SEKADAU – Infrastruktur Jembatan Engkayas yang menghubungkan Desa Sungai Sambang dengan sejumlah wilayah lainnya di Kecamatan Sekadau Hulu resmi rampung dan mulai dioperasikan.
Proyek yang didanai melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Agro Andalan ini menjadi bukti nyata kolaborasi sektor swasta dalam mempercepat pembangunan daerah di luar Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Pembangunan yang dimulai sejak peletakan batu pertama oleh Bupati Sekadau pada 12 Februari 2026 lalu tersebut, kini telah membuka isolasi transportasi yang selama ini menjadi kendala utama mobilitas warga.
Kolaborasi Strategis Non-Pemerintah
Kepala Desa Sungai Sambang, Vinsensius Lican, menegaskan rampungnya jembatan ini merupakan manifestasi dari konsep pembangunan inklusif.
Menurutnya, beban pembangunan daerah tidak seharusnya bertumpu sepenuhnya pada pundak pemerintah.
”PT Agro Andalan telah memberikan contoh konkret bagaimana pihak swasta dapat mengambil peran vital. Kami berharap langkah ini menjadi standar bagi perusahaan lain di wilayah Sekadau untuk berkontribusi pada infrastruktur publik,” ujar Lican melalui pesan singkat, Kamis (26/3).
Dampak Multiplier Efek Ekonomi
Lebih dari sekadar akses fisik, Jembatan Engkayas diproyeksikan menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi mikro di Sekadau Hulu. Lican menjelaskan bahwa kelancaran arus barang dan jasa akan berdampak langsung pada dua sisi ekonomi warga guna untuk memangkas biaya angkut hasil hutan dan perkebunan warga menuju pasar. Kemudian untuk menekan harga kebutuhan pokok di tingkat desa karena akses distribusi yang lebih mudah dan cepat.
Dukungan Pemerintah Daerah
Senada dengan hal tersebut, Bupati Sekadau, Aron, SH, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif PT Agro Andalan.
Ia menilai pembangunan jembatan ini secara langsung membantu pemerintah daerah dalam mengurai simpul kemacetan distribusi dan meningkatkan konektivitas antar wilayah.
”Dengan lancarnya transportasi, maka pertumbuhan ekonomi di wilayah kerja perusahaan akan meningkat secara otomatis. Ini adalah bantuan nyata bagi pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Aron.
