Sering Muncul di Kolong Rumah, Buaya di Dusun Nirwana Akhirnya Dievakuasi Warga

FOTO : Saat evaluasi buaya oleh tim gabungan dan warga [ ist ]

Editor : Hoesnan | Publisher : Admin redaksi

KUBU RAYA – Warga Dusun Nirwana, Desa Sungai Kakap, kini bisa bernapas lega. Setelah sempat dihantui rasa waswas akibat kemunculan predator air, seekor buaya yang kerap mendekati permukiman penduduk akhirnya berhasil dievakuasi oleh warga bersama aparat desa pada Senin (23/2/2026).

​Operasi pengamanan satwa liar ini difokuskan di kawasan Benteng RT 02 RW 01, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya.

Sebelumnya, keberadaan buaya tersebut memicu kekhawatiran mendalam karena tidak hanya terlihat di aliran sungai, tetapi juga kerap menampakkan diri di bawah kolong rumah panggung milik warga yang berada di tepian sungai.

​”Kondisi ini sangat mencemaskan, terutama bagi orang tua yang memiliki anak kecil. Lokasi kemunculan buaya merupakan area yang sering digunakan anak-anak untuk beraktivitas,” ujar salah satu warga di lokasi, seperti dilansir mediakalbarnews.com jaringan radarkalbar.com

​Proses evakuasi yang dilakukan setelah pengintaian intensif ini disaksikan langsung oleh Kepala Desa Sungai Kakap, Syarif Said, dan Kepala Desa Pal 9, Marhasan.

Langkah ini diambil sebagai upaya preventif guna mencegah terjadinya konflik antara manusia dan satwa (animal attack) serta mengembalikan rasa aman bagi masyarakat bantaran sungai.

​Kepala Desa Sungai Kakap, Syarif Said, memberikan apresiasi atas kesigapan warga yang membantu proses pengamanan secara terukur. Meski predator tersebut sudah tertangkap, ia meminta masyarakat tidak lantas lengah.

​“Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada. Segera laporkan kepada aparat desa jika kembali melihat tanda-tanda atau kemunculan buaya di sekitar permukiman agar bisa segera ditindaklanjuti,” tegas Syarif Said.

​Pasca-evakuasi, situasi di Dusun Nirwana terpantau kondusif. Warga berharap lingkungan mereka kembali steril dari ancaman satwa liar sehingga aktivitas sehari-hari, baik di darat maupun di perairan sungai, dapat kembali normal. [ RED ]

Share This Article
Exit mobile version