Tips Sehat Menyusun Menu Sahur agar Puasa Tetap Kuat dan Fokus Sepanjang Hari

FOTO : Menu sehat untuk sahur [ halodoc ]

Editor : Hoesnan | Publisher : admin redaksi

SAHUR memiliki peran strategis dalam menjaga stamina tubuh selama menjalankan ibadah puasa.

Menu yang tidak tepat dapat menyebabkan tubuh cepat lemas, mengantuk, bahkan lapar sebelum waktu berbuka.

Agar sahur benar-benar menjadi sumber energi yang berkelanjutan, berikut beberapa tips sehat yang bisa diterapkan :

1. Utamakan karbohidrat kompleks
Pilih sumber karbohidrat yang dicerna perlahan agar energi dilepas secara bertahap. Oatmeal, nasi merah, kentang rebus, ubi jalar, atau roti gandum utuh membantu menjaga kestabilan gula darah dan mencegah rasa lapar dini. Pola ini sejalan dengan temuan dalam jurnal Nutrients yang menekankan manfaat indeks glikemik rendah saat puasa.

2. Lengkapi dengan protein berkualitas

Protein membantu mempertahankan rasa kenyang lebih lama dan menjaga massa otot selama puasa. Sertakan telur, ikan, ayam tanpa kulit, tahu, tempe, atau kacang-kacangan dalam menu sahur. Studi di Frontiers in Nutrition menunjukkan protein berperan menekan hormon lapar selama Ramadhan.

3. Tambahkan serat dari sayur dan buah

Serat, terutama serat larut, memperlambat pengosongan lambung dan membantu kontrol gula darah. Sayuran hijau, brokoli, wortel, alpukat, apel, dan pir adalah pilihan yang baik. Penelitian di PLOS One juga mengaitkan asupan serat dengan berkurangnya kelelahan di siang hari.

4. Batasi makanan manis dan gorengan

Makanan tinggi gula dan lemak jenuh memang mengenyangkan sesaat, namun berisiko memicu lonjakan gula darah yang diikuti rasa lemas. Sebaiknya konsumsi dalam jumlah minimal atau dihindari saat sahur.

5. Atur asupan cairan secara cerdas

Minumlah air secara bertahap dan kombinasikan dengan makanan yang mengandung air dan elektrolit alami, seperti mentimun atau semangka. Cara ini membantu tubuh mempertahankan hidrasi lebih lama dibanding minum air dalam jumlah besar sekaligus.

6. Sahur mendekati waktu imsak

Sahur yang dilakukan di akhir waktu membantu memperpendek jarak antara makan terakhir dan waktu berbuka, sehingga tubuh lebih siap menjalani puasa tanpa penurunan energi yang drastis.

Tentunya dengan memperhatikan komposisi gizi dan pola sahur yang tepat, puasa dapat dijalani dengan tubuh lebih bugar, pikiran fokus, dan aktivitas harian tetap optimal. Sahur bukan sekadar mengisi perut, tetapi investasi kesehatan selama bulan puasa.

Note : Dihimpun dari berbagai sumber

Share This Article
Exit mobile version