Segini Jumlah Angkatan Kerja di Maluku Tahun 2020

POTO : Logo statistik (Ist).

radarkalbar.com, AMBON-Jumlah angkatan kerja di Maluku pada 2020 tercatat sebanyak 839.190 orang, bertambah sebanyak 26.538 orang atau terjadi peningkatan angkatan kerja sebesar 3,27 persen.

Bahkan, struktur ketenagakerjaan Maluku pada Agustus 2020 mengalami perubahan bila dibandingkan dengan keadaan setahun lalu.

Seperti dilansir dari siberindo.co jaringan radarkalbar.com, untuk sementara jumlah penduduk yang bekerja di Maluku pada Agustus 2020 sebanyak 775.701 orang, bertambah sebanyak 17.449 orang dibanding keadaan Agustus 2019 yang tercatat sebanyak 758.252 orang.

“Dengan kata lain dapat dikatakan bahwa jumlah orang yang bekerja dalam satu tahun terakhir mengalami peningkatan sebesar 2,30 persen,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku Asep Riyadi kepada info-ambon.com, grup siberindo.co, Sabtu (7/11/2020).

Dijelaskan, keadaan ketenagakerjaan Maluku Agustus 2020 Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) di Maluku juga turut mengalami peningkatan. TPAK pada Agustus 2020 tercatat sebesar 65,07persen, naik 1,10 persen poin dibanding setahun yang lalu.

“Peningkatan TPAK memberikan indikasi adanya peningkatan potensi ekonomi dari sisi pasokan (supply) tenaga kerja. Jumlah penganggur pada Agustus 2020 di Maluku tercatat sebanyak 63.489 orang mengalami peningkatan sebanyak 9.089 orang atau sebesar 16.71 persen dibanding keadaan Agustus 2019 yang tercatat sebanyak 54.400 orang, “ujar Riyadi.

Dengan demikian, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Maluku mengalami peningkatan dari 6,69 persen pada Agustus 2019 menjadi 7,57 persen pada Agustus 2020. Selain itu, berdasarkan jenis kelamin, terdapat perbedaan TPAK antara laki-laki dan perempuan.

“Pada Agustus 2020, TPAK laki-laki sebesar 76,49 persen, sementara TPAK perempuan hanya 53,52 persen. Jika dibanding kondisi setahun yang lalu,TPAK perempuan mengalami Peningkatan sebesar 3,03 persen poin sementara TPAK laki-laki mengalami penurunan sebesar 0,79 persen, ’’ terang dia.

Sedangkan, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) adalah indikator yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat penawaran tenaga kerja yang tidak digunakan atau tidak terserap oleh pasar kerja. Jika dilihat berdasarkan wilayah, TPT di perkotaan cenderung lebih tinggi dibanding TPT di perdesaan.

“Pada Agustus 2020, TPT di perkotaan sebesar 12,23 persen, sedangkan TPT di perdesaan sebesar4,44 persen. Dibanding setahun yang lalu, terjadi penurunan tingkat pengangguran di perdesaan namun terjadi peningkatan di daerah perkotaan, yaitu TPT di perdesaan turun sebesar 0,26persen poin, dan TPT di perkotaan naik sebesar 2,27 persen poinPenduduk Bekerja Menurut Lapangan Pekerjaan Utama Kondisi ketenagakerjaan baik yang menyangkut tingkat pengangguran maupun penduduk yang bekerja tidak terlepas dari kinerja perekonomian yang dapat dilihat menurut kategori lapangan pekerjaan yang ada,’’paparnya.

Riyadi menambahkan, jumlah penduduk yang bekerja pada tiap kategori menunjukkan kemampuan lapangan pekerjaan tersebut dalam penyerapan tenaga kerja.

“Berdasarkan lapangan pekerjaan utama pada Agustus 2020, penduduk Maluku paling banyak bekerja pada Kategori Pertanian, Kehutanan dan Perikanan, yaitu sebanyak 263.544 orang (33,97 persen), disusul oleh Kategori Administrasi Pemerintahan dan Jasa, dan Kategori Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi dan Perawatan Mobil dan Sepeda Motor,Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum masing-masing sebanyak 167.701 orang (21,62 persen) dan 141.138 orang (18,19 persen),’’tuturnya. (eva dolhalewan).

 

 

 

 

 

Sumber : siberindo.co.