Sungai Terpanjang Berada pada Ambang “Kritis”

POTO : Bentangan Sungai Kapuas di Kalbar (Id wikipedia.org)

KALIMANTAN BARAT mempunyai julukan sebagai provinsi “Seribu Sungai” julukan ini sejalan dengan kondisi di wilayah itu sendiri yang memiliki banyak anak sungai, salah satunya yaitu Sungai Kapuas yang sudah dimanfaatkan secara langsung maupun tidak langsung untuk keperluan sehari-hari oleh penduduk yang berada di sekitar bantaran sungai.

Sungai sudah menjadi urat nadi sendiri bagi penduduk karena selain untuk keperluan sehari-hari sungai juga menjadi tempat sumber mata pencaharian bagi nelayan dan sebagai sarana transportasi bagi masyarakat yang akan memudahkan aktivitas.

Akan tetapi, dengan seiringnya waktu sungai-sungai di Kalimantan Barat mengalami penurunan kualitas air sungai seperti air yang berubah menjadi kecoklatan, adanya endapan, keruh, mengandung merkuri, dan sebagainya. Sungai Kapuas tercemar oleh berbagai jenis pencemar salah satunya yaitu berasal dari aktivitas penambangan tanpa izin (PETI), para penambang mengolah biji emas dengan menggunakan merkuri untuk memurnikan emasnya di perairan yang membuat Sungai Kapuas tercemar.

Selain dari aktivitas penambang tanpa izin (PETI), limbah pabrik dan limbah rumah tangga juga menjadi penyebab sungai tercemar. Beberapa anak sungai atau parit akan dijadikan saluran pembuangan limbah rumah tangga dimana secara tidak langsung air dari parit tersebut akan mengalir ke sungai. Selain limbah dari kegiatan pertambangan, sumber pencemar lain yang ikut mencemari sungai Kapuas yaitu, sistem pembuangan yang berada di Kota Pontianak yang masih menerapkan on site system dalam arti black water dibuang ketangki septik (septic tank) sedangkan grey water langsung dibuang ke anak sungai yang menyebabkan air sungai tersebut menjadi tercemar sehingga kualitas air sungai Kapuas dapat menurun.

Adanya warga yang bermukim di sekitar bantaran Sungai Kapuas juga menjadi penyebab sungai tercemar karena mereka langsung membuangnya ke sungai. Dampak dari pencemaran sungai ini tidak hanya akan dirasakan oleh manusia nantinya namun organisme yang hidup di sungai juga akan merasakan dampaknya. Merkuri merupakan salah satu unsur yang tergolong logam berat dengan tingkat toksisitas tinggi selain Cd, Pb, Cu, dan Zn. Logam berat Hg bersifat toksik karena tidak bisa dihancurkan oleh organisme hidup yang ada di lingkungan, sehingga apabila logam berat tersebut masuk atau mencemari lingkungan terkhusus lingkungan perairan, maka merkuri (Hg) dapat mengendap di dasar  perairan dan membentuk senyawa kompleks bersama bahan organik dan anorganik.

Masyarakatyang mengkonsumsi air sungai yang sudah terkontaminasi ini akan mengalami gangguan pernapasan, gatal-gatal, sakit perut, demam, apalagi sumber air PDAM di Kota Pontianak masih mengandalkan pada sungai Kapuas yang di khawatirkan masyarakat yang menggunakan PDAM tersebut juga ikut terkena dampaknya.

Peran pemerintah diakui sangat penting dalam mendorong terciptanya kinerja lingkungan dan lebih jauh lagi mendorong perusahaan go public untuk melaporkan pengelolaan lingkungannya.

Hal ini perlu dilakukan karena perusahaan merupakan salah satu pihak penyumbang utama pertumbuhan ekonomi suatu negara sekaligus sebagai penyumbang dominan terhadap persoalan lingkungan akibat proses produksinya menggunakan sumber alam.

Peran pemerintah yaitu melestarikan fungsi lingkungan hidup dan mencegah terjadinya pencemaran dan atau kerusakan lingkungan hidup yang meliputi pencemaran, pemanfaatan, pengendalian, pemeliharaan, pengawasan dan penegakkan hukum.

Akibat pengelolaan yang buruk dari pemerintah terjadilah kerusakan lingkungan dan kehancuran ekosistem, praktek pelanggaran terhadap hak-hak rakyat, perampasan sumber kehidupan rakyat, dan penghancuran nilai-nilai dan budaya masyarakat.

Oleh karena itu, aktivitas industri yang dilakukan di sekitaran sungai kapuas ini memberikan dampak yang besar bagi warga sehingga pemerintah seharusnya turun tangan untuk mengatasi masalah tersebut. Hal ini harus dilakukan agar tidak berdampak secara terus menerus pada warga yang tinggal disekitaran sungai kapuas. Peran pemerintah sangat menentukan nasib berjuta-juta masyarakat.

Untuk itu, masyarakat sangat mengharapkan peraturan yang tepat bagi industri-insdustri ilegal dan pengelolaan yang tepat sehingga dapat meningkatkan harkat, martabat, dan kesejahteraan bagi rakyat.

Penataan hukum yang dilakukan oleh pemerintah sampai saat ini dan terus berjalan mencantum peran dari masyarakat dimana peran masyarakat menunjukkan peran yang sangat penting dan strategis sebagai salah satu ujung tombak pembangunan dalam penyelenggaraan perubahan sistem ketatanegaraan.

Dalam penataan hukum lingkungan terhadap pencegahan pencemaran sumber air saat ini penting mengikuti peran serta masyarakat terutama yang berada di aliran sungai. Dimana air merupakan sumber daya alam yang memenuhi hajat orang banyak sehingga perlu dilindungi agar dapat tetap bermanfaat bagi hidup dan kehidupan manusia,serta makhluk hidup lainnya.

Hal ini akan sangat tergantung dan saling mempengaruhi dan dipengaruhi oleh komponen lainnya, air yang kualitasnya buruk akan mengakibatkan kondisi lingkungan hidup menjadi buruk, yang lama kelamaan akan mempengaruhi kesehatan dan keselamatan manusia serta kehidupan makhluk hidup lainnya.

Jika dibiarkan begitu saja akan memiliki dampak negatif terhadap nilai ekonomi (biaya), nilai ekologi, sosial budaya serta keseluruhan, proses pemulihan kondisi air yang tercemar akan memerlukan biaya yang lebih besar bila dibandingkan dengan menjaga pelestarian di aliran sungai sekitarnya.

Bila masyarakat tidak peduli akan pentingnya menjaga lingkungan sekitar aliran sungai, maka nilai kemanfaatan dan finansial dari kegiatan pelestarian yang dilakukan pemerintah tidak berarti.

Untuk itu diperlukan peran dari masyarakat bersama sama dengan pemerintah dalam melestarikan dan mengembalikan fungsi air di sekitaran sungai dengan melakukan pengolahan kualitas air dan pengendalian pencemaran air secara bijaksana serta berkelanjutan, dengan memperhatikan kepentingan generasi sekarang dan yang akan datang dalam menjaga keseimbangan ekologis.

Dari banyaknya persoalan tentang lingkungan tentunya harus ada pemilihan efektif harus diterapkan dari proses komunikasi lingkungan. Setidaknya adanya kampanye bukan hanya salah satu cara yang digunakan untuk menyadarkan khalayak saja namun bisa melalui media yang sekarang sudah jauh banyak diminati dan digunakan oleh masyarakat zaman sekarang.

Contohnya radio komunitas yang merupakan rangkaian kegiatan pemberdayaan masyarakat.untuk mendorong masyarakat berperan aktif dalam pembangunan dan membantu masyarakat yang masih terkendala alat komunikasi agar berkesempatan berperan aktif dalam pembangunan. Dengan radio komunitas, masyarakat dapat berinteraksi langsung mendorong perubahan Isu-isu tentang budaya dan potensi desa dijadikan bahas diskusi. Selain itu komunikasi bisa dilakukan dengan cara membuat kegiatan literasi dimana penyajian beritanya dikemas dalam bahasa sederhana, mudah dipahami agar masyarakat lebih paham Untuk menanamkan nilai-nilai cinta lingkungan.

Selain itu terhadap persoalan perspektif bisa di mulai dengan pendidikan sejak usia dini sehingga dari kecil orang sudah mengenal pentingnya lingkungan, sehingga ketika ia dewasa dia menjadi lebih paham dan sadar akan lingkungan sekitarnya. Yang nantinya juga bisa menjadi objek kajiaan salah satu dari mereka tertarik akan isu lingkungan dan mulai melakukan penelitian demi penyelesaian persoalan yang mungkin kedepannya akan muncul dan dihadapi.

Cara lainnya yaitu membentuk pola pemukiman masrayarat di pinggirian aliran suangi Kapuas, poroses ini bertujuan utuk membentuk suatu kawasan yang terencana yang kemudian dapat mengantur kehidupan masyarakat yang pasti suatu saat nanti semakin kompleks.

Untuk menjalin komunikasi antar rumah pada pemukinan masyarakat dibangun jembatan-jembatan kecil.
larangan melakukan perusakan dan pencemaran lingkungan untuk mencegah alur sungai digunakan sebagai tempat pembuangan sarnpah.

Aktivitas diberikan melalui rambu-rambu untuk tidak membuang sampah di alur sungai dengan kata “dilarang membuang sampah sembarangan”. Dengan rambu peringatan ini paling tidak orang segan untuk membuang sampah di alur sungai.

Larangan-larangan lain dapat juga disampaikan melalui rambu-rambu yang ditulis berdekatan dengan sungai. Selain itu, ada juga rambu yang berupa anjuran untuk melakukan sesuatu dalam rangka menjaga kondisi lingkungan sungai.

Rambu tersebut seperti anjuran untuk menjaga pohon agar tumbuh dan tarawat dengan baik. Menanam dan menjaga tanaman penguat berguna untuk pencegahan terhadap bahaya erosi dan longsor.

Kegiatan dapat dilakukan dengan menanami daerah dekat dengan alur sungai dan tebing sungai dengan tanaman penguat. Tanaman di daerah dekat alur sungai dibiarkan alami tumbuh dengan berbagai macam pohon. Dalam pemanfaatan sungai oleh masyarakat diharapkan tetap nampak karakteristik dari masyarakat.

Karakteristik tersebut mengedepankan kebersamaan berupa gotong royong dengan kontribusi dan partisipasi sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Sifat kegotongroyongan masyarakat dalam menjaga sungai dari kerusakan menjadi ciri masyarakat setempat dalam menjaga kualitas lingkungan.

 

 

 

 

 

 

 

Penulis/sumber : Desyana (31180190), Tessalonika (31180266), Tika (31180249)

Mahasiswa Fakultas Bioteknologi Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta