Proyek Pipanisasi di Desa Maboh, Belitang Hilir Dilanjutkan, Tahun ini Dianggarkan 200 Juta Lagi

radarkalbar.com, SEKADAU-Proyek pinpanisasi air bersih di Desa Maboh, Kecamatan Belitang Hilir sampai saat ini belum dirasakan manfaatnya oleh warga setempat.

Pasalnya, proyek pipinasi yang dibiayai oleh APBD tahun 2019 dengan pagu Rp 1,5 milyar sampai saat ini airnya belum pernah dirasakan oleh warga setempat. Pihak kontraktor hanya memasang meteran di depan rumah warga, namum airnya sejak awal belum pernah mengalir ke rumah warga.

“Dari awal pemasangan meteran oleh kontraktor sampai sekarang airnya belum pernah mengalir,” kata Benyamin warga Dusun Maboh RT.03 jalan Kenanga kepada media ini, Minggu (20/9/2020) di Maboh.

Menurut dia, pemasangan meteran air di depan rumah sudah setahun lebih, namun airnya tidak kunjung ngalir, dirinya bersama keluarganya saat ini masih mengkomsumsi air dari sumur bor.

“Jadi untuk apa pemerintah mengalokasikan dana cukup besar, jika tidak ada azas manfaatnya sama sekali.
Sedangkan warga di sini masih tetap mengkomsumsi air sumur bor,” keluhnya.

Sementara Kepala Desa Maboh SP 2, Sebastian saat diwawancarai seputar proyek pipanisasi tersebut mengatakan, dirinya mengetahui proyek tersebut memang belum selesai.

Menurut dia,proyek tersebut mulai dikerjakan tahun 2019. Hanya, saja sepertinya pekerjaannya memang belum selesai. Tapi menurut informasi dari dinas terkait proyeknya tersebut dilanjutkan tahun 2020 ini.

“Sekarang pipa 3 inci sudah banyak di titipkan di kantor desa, bahkan karyawan memang sudah ada yang kerja tahun ini. Sepertinya pihak kontraktor sudah mulai meneruskan pemasangan instalasi pipa induk sesuai janjinya tahun lalu,”ungkapnya.

Sesuai hasil rapat dengan dinas terkait sambung kades, sebelum pembangunan tahun lalu, jika proyek tersebut sudah selesai, renncanya akan di serahkan pengelolaan kepada Pemdes Maboh.

“Karena tahun lalu belum selesai, maka pihak dinas belum menyerahkan pengelolaan kepada Pemdes Maboh, dan pihak desa juga tidak akan menerima begitu saja jika belum tuntas, seratus persen,” tegasnya.

Ditambahkan, sumber air yang akan di alirkan kerumah warga, adalah dari sumur bor.

Dikonfirmasi terpisah Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Ahmad Suryadi terkait mangkrak proyek tersebut, mengatakan proyek pipa sekunder, yang berasal dari dana DAK 2019, dengan pagu Rp 1.589,058.000 milyar.

Dari dana tersebut di gunakan untuk membangun sebanyak 178 sambungan rumah (SR). Sedangkan panjangnya mencapai 2.000 meter. Untuk tahun 2019 lalu, proyek tersebut bukannya tidak selesai, tapi dananya kurang. Sehingga di tahun anggaran 2020 dananya ditambah lagi. Tujuannya untuk menuntaskan instalasi jaringan induk yang tahun 2019 lalu hanya masih kurang, agar aliran air sampai ke rumah-rumah.

“Tahun ini dana ditambah lagi, sebesar Rp 200 juta, untuk jaringan pipanisasi, tambahan. Makanya anggaran ditambah lagi tahun 2020 ini,”ungkapnya.

Menurut dia, mengenai adanya kegiatan pansimas memang ada. Sebab itu salah satu syarat untuk membangun pipanisasi harus ada proyek Pansimas.

Karena dana untuk membangun itu adakah DAK penugasan, jadi sepertinya lanjutan dari proyek Pansimas.

 

 

 

 

 

 

 

Pewarta : Sutar Selalong.

Editor : Antonius.