Tak Terima Dituding Koordinir PETI, Warga Bunut Hulu Ini Akan Tempuh Jalur Hukum

radarkalbar.com, KAPUAS HULU- Salah seorang warga Kecamatan Bunut Hulu, Kapuas Hulu, Nursiah akan melakukan upaya hukum, terkait tudingan yang beredar di media sosial menyebut dirinya mengkoordinir aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah tersebut baru-baru ini.

” Tuduhan itu tidak benar. Atas tuduhan itu, saya akan menempuh jalur hukum,” ujarnya, Rabu (9/9/2020).

Ditegaskan, dirinya tidak terima dengan tuduhan mengkoordinir aktivitas PETI di Desa Suruk, apalagi tuduhan atas dirinya mempunyai alat excavator sebanyak 7 unit di dalam lokasi PETI.

“Ini jelas mencemarkan nama baik saya. Permasalahan ini akan saya laporkan ke pihak yang berwajib.,” tegas dia.

Selain itu, beredar juga di media sosial menyebutkan oknum anggota Polsek Bunut Hulu yang ikut membentuk kepengurusan PETI.

Atas tudingan itu, Kapolsek Bunut Hulu, Ipda Bondan M dengan tegas membntah, Polsek Bunut Hulu tidak pernah membentuk kepengurusan PETI. Bahkan pihaknya gencar melakukan imbauan terkait larangan melaksanakan aktivitas PETI.

“Tidak benar. Bahkan kami telah mengimbau kepada masyarakatr dilarang melakukan kegiatan tambang emas tampa izin.,” tegasnya.

Kapolsek membenarkan adanya penjagaan dan pembatasan minyak ke Desa Suruk.

” Ya benar, ini perintah dari pimpinan kami, untuk mencegah aktivitas PETI. Sampai saat ini pihak kami masih melakukan kordinasi dengan pimpinan atas, sambil menunggu perintah,” tandasnya

 

 

 

 

 

Pewarta : Tim liputan.

Edotor : admin radarkalbar