Ada Oknum di Dinas Pertanian Kubu Raya, Terindikasi Salahgunakan Exavator Bantuan

radarkalbar.com, KAPUAS HULU- Aktivis Lembaga Informasi Data Investigasi Korupsi dan Kriminal Khusus RI (Lidik Krimsus RI), Abdullah mempertanyakan keberadaan alat berat Exavator merk Hyunday bantuan Pemerintah Pusat melalui Pemprov Kalbar ke Dinas Pertanian Kubu Raya, hingga berada di lokasi pertambangan emas tanpa izin (PETI) di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu.

” Kita mempertanyakan hal ini, kan tak ada hubungannya hingga alat berat bantuan Pemerintah Pusat itu di wilayah Kapuas Hulu. Padahal untuk Kabupaten Kubu Raya, apalagi berada di lokasi tambang emas ilegal. Ini jelas mengundang tanya,” ungkapnya, Sabtu (5/9/2020).

Ditambahkan, berdasarkan keterangan dari beberapa warga, menyebutkan adanya indikasi keterlibatan oknum aparatur sipil negara (ASN) dan oknum pejabat struktural di lingkungan Dinas Pertanian Kabupaten Kubu Raya. Dalam memobilisasi alat berat itu ke lokasi PETI tersebut.

” Informasi yang kami himpun dari warga, kuat ada indikasi oknum di Dinas Pertanian Kubu Raya. Kan, tak masuk akal alat berat itu bisa ke lokasi PETI, jika tanpa ada campur tangan oknum di instansi tersebut,”bebernya.

 

Sejatinya kata Abdullah, Kementan RI menyalurkan bantuan alsintan berupa Exavator Hyunday melalui Dinas Pertanian Pemprov Kalbar untuk digunakan ke kelompok tani, dalam meningkatkan produktivitas pertanian.

Ironisnya, tim investigasi lembaga itu mendapatkan fakta lain, bahwa alsintan yang sudah dipinjamkan ke Dinas Pertanian Pemkab Kubu Raya itu telah disalahgunakan ke lokasi PETI yang ada di Kapuas Hulu.

” Akibat penyalahgunaan dan penyelewengan itu sangat merugikan masyarakat. Khususnya para kelompok tani yang ada di Kabupaten Kubu Raya,” ulasnya.

Diketahui, proses peminjaman Exavator 20 ton dengan merk Hyunday tersebut, dipinjamkan ke Dinas Pertanian Pemkab Kubu Raya. Hal ini tercantum dalam surat perjanjian pinjam pakai Nomor 521.43/2185/X11/PSP/2019.. Dan sesuai prosedur peminjaman Exavator 20 ton maksimal 3 bulan. Dan dapat mengajukan pinjaman kembali.

“Namun karena tidak ada laporan pemanfaatan dan keberadaan alsintan tetsebut. Maka untuk sementara akan ditarik,” ujarnya.

Namun belakangan diketahui pemanfaatan dan keberadaan alsintan Exavator itu ternyata di lokasi PETI.

Saat dikonfirmasi kepada Kepala Dinas Pertanian Kubu Raya, Gandhi Satya Graha melalui whatshapp-nya no : 0895-2218-0xxx, tak merespon, kendati menunjukan pasan yang dikirim telah di read (baca).

 

 

 

 

 

 

 

Pewarta : Puang.

Editor : Antonius.