Abus Yanto : Mohon Jangan Bawa Nama Kamang ke Politik

radarkalbar.com, SEKADAU-Adil Katalino Bercuramin Kasaruga, Basengat Ka Jubata. Nama Kamang memang identik dengan suku Dayak. Mamun dari 140 lebih sub suku Dayak di pulau Borneo hanya sub suku Kanayatn dan sub Banyuke saja yang mengenal nama Kamang.

Karena menurut sejarah, nama Kamang adalah roh halus yang di gunakan oleh dukun untuk mengobati orang pada acara belengang sesuai kebiasaan dari Sub Suku Kanayatn dan Banyuke.

“Jadi kalau nama Kamang di bawa ke ranah politik sangat tidak relevan, apalagi untuk mendukung salah satu kandidat. Itu sangat tidak boleh,”ungkap Abus Yanto salah seorang tokoh dari sub suku Banyuke kepada media ini Jumat,(21/8/2020).

Sebagai salah seorang yang berasal dari sub suku Banyuke dirinya tidak terima kalau Kamang dijadikan alat politik. Bahkan balileho dengan tulisan Kamang sudah ada dimana-mana.

“Saya minta dengan hormat tolong di turunkan balihonya, silahkan buat dengan nama lain saja jika mendukung salah satu paslon, asal jangan mengunakan nama Kamang,” tegas Abus.

Ia juga mengajak rekan-rekan dari sub suku Kanayatn yang berdomisili di Kabupaten Sekadau, silahkan memilih sesuai hati nurani masing-masing, siapapun tidak boleh memaksa pilihan terhadah salah satu paslon saja.

“Saya tingal di Sekadau sejak tahun 1993, baru kali ini melihat nama Kamang di bawa-bawa ke politik.
Kalau bisa bubarkan Kamang, turunkan semua baliho yang membawa nama Kamang yang mendukung salah satu paslon,” paparnya.

Dikonirmasi kepada Ketua Kamang Kabupaten Sekadau, Yohanes Anes melalui pesan singkat menuliskan ia belum bisa menjawab karena dirinya masih sibuk.

“Masih sibuk Bang, besok jak saya jawab,” jawabnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pewarta : Sutarjo.

Editor : antonius.