Capaian IPM Kabupaten Sekadau Saat Ini

Pembangunan manusia merupakan isu strategis yan bisa capaiannya perlu dipantau. Untuk memonitor pencapaian pembangunan manusia antarwilayah di Indonesia, selain menghitung IPM secara nasional, BPS juga menghitung IPM pada tingkat provinsi dan kabupaten/kota tak terkecuali Kabupaten Sekadau.

IPM terakhir yang dirilis oleh BPS adalah tahun 2018. Pada tahun tersebut IPM Sekadau mencapai 63,69 poin yang berarti masih dalam kategori “Sedang”. Jika dibandingkan dengan kabupaten/kota lainnya, maka IPM Sekadau berada pada peringkat kedua terendah se-Kalbar setelah Kabupaten Kayong Utara.

Selain itu, capaian IPM Sekadau selama periode 2014-2018 selalu berada dibawah IPM Kalbar. Kondisi ini menunjukkan bahwa pembangunan manusia di Kabupaten Sekadau masih tertinggal dibandingkan dengan kabupaten/kota lainnya yang ada di Kalbar.

Selanjutnya, apabila dilihat dari capaian pada masing-masing dimensi penyusunnya. Dimensi pertama dari IPM yaitu umur panjang dan sehat yang diwakili oleh indikator AHH saat lahir. Menurut data BPS, AHH saat lahir di Sekadau pada tahun 2018 adalah sebesar 71,24 tahun. Dengan capaian ini berarti rata-rata penduduk Sekadau yang lahir pada tahun 2018 diperkirakan akan dapat hidup sampai dengan usia 71 tahun.

Kemudian, capaian dimensi pengetahuan yang diwakili oleh angka RLS dan HLS. Angka RLS Sekadau pada 2018 adalah 6,58 tahun. Angka tersebut berarti rata-rata penduduk Sekadau yang berusia 25 tahun ke atas menyelesaikan sekolah sampai kelas VII SMP/sederajat. Angka ini mengalami peningkatan hanya sebesar 0,04 tahun dibanding 2014 (6,54 tahun).

Sementara untuk angka HLS Sekadau pada 2018 adalah 11,56 tahun. Ini berarti lamanya sekolah yang diharapkan akan dirasakan oleh anak pada umur 7 tahun ke atas di masa mendatang adalah selama 11,56 tahun atau setara dengan mengenyam pendidikan sampai SMA kelas XII. Angka ini jika dibandingkan dengan 2014 (11,12 tahun) hanya mengalami peningkatan sebesar 0,44 tahun.

Terakhir, dimensi standar hidup layak yang diwakili angka Pengeluaran per Kapita. Pada tahun 2018, Pengeluaran per Kapita masyarakat Sekadau mencapai Rp7,22 juta per tahun. Artinya, total pengeluaran masing-masing penduduk untuk memenuhi segala kebutuhannya baik makanan maupun nonmakanan selama tahun 2018 adalah Rp 7,22 juta.

Upaya Peningkatan IPM

Pencapaian pembangunan manusia diukur dengan memperhatikan tiga dimensi esensial yaitu umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan, dan standar hidup layak. Peningkatan capaian IPM tidak terlepas dari peningkatan capaian setiap komponennya. Apabila suatu daerah memiliki IPM rendah, maka perlu dilihat mana dari tiga dimensi tersebut yang menjadi penyebabnya.

Selama periode 2014-2018, dari tiga dimensi penyusun IPM Sekadau, hanya dimensi umur panjang dan sehat yang kondisinya relatif lebih baik. Hal itu ditunjukkan oleh nilai AHH saat lahir di Sekadau yang lebih tinggi dibanding AHH saat lahir di Kalbar. Ini berarti dimensi umur panjang dan sehat di Sekadau sudah berada diatas rata-rata kabupaten/kota lainnya yang ada di Kalbar.

Sementara itu, capaian dimensi pengetahun dan standar hidup layak di Sekadau justru menunjukkan kondisi yang sebaliknya. Pada periode yang sama, RLS, HLS, dan Pengeluaran per Kapita Sekadau selalu dibawah RLS, HLS, dan Pengeluaran per Kapita Kalbar. Kondisi ini menunjukkan bahwa capaian dimensi pengetahuan dan standar hidup layak di Sekadau masih berada di bawah rata-rata kabupaten/kota lainnya yang ada di Kalbar.

Dari ulasan tersebut, dapat terlihat bahwa rendahnya capaian IPM Sekadau karena rendahnya capaian dari dimensi pengetahuan dan standar hidup layak. Oleh karena itu, pemerintah selayaknya memberikan perhatian yang lebih pada peningkatan dimensi pengetahuan dan standar hidup layak. Namun, tanpa mengesampingkan pembangunan pada dimensi umur panjang dan hidup sehat.

Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan capaian dimensi pengetahuan adalah dengan menggalakan wajib belajar 12 tahun baik bagi penduduk usia sekolah maupun penduduk yang sudah melewati usia sekolah dengan kejar paket C. Sementara itu, untuk meningkatkan capaian dimensi standar hidup layak dapat dilakukan dengan program yang bisa langsung dimanfaatkan oleh masyarakat.

Adapun program yang telah dijalankan seperti program keluarga harapan (PKH), rastra, dan lain-lain sebaiknya rutin dilakukan pengawasan langsung oleh pemerintah setempat. Hal itu karena banyak laporan dari masyarakat bahwa yang rutin menerima bantuan adalah orang-orang yang masih mampu.

Sementara itu, orang-orang yang berhak menerima bantuan justru tidak pernah menerima bantuan tersebut. Oleh karena itu, dengan adanya pengawasan langsung dari pemerintah setempat diharapkan bantuan yang ada bisa tersalurkan kepada orang yang tepat sehingga bisa meningkatkan daya beli masyarakat. Dengan demikian, capaian dimensi standar hidup layak akan meningkat dan akhirnya berdampak pada meningkatnya IPM di Kabupaten Sekadau.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

*Penulis adalah Staf Seksi Neraca Wilayah dan Analisis Statistik BPS Kabupaten Sekadau