Orang Terikhlas di Dunia, Uang 53 Miliar Diikhlaskan Begitu Saja

FOTO : Ilustrasi [ AI]

Oleh : Rosadi Jamani [ Ketua Satupena Kalimantan Barat ]

SAMBIL menunggu pelantikan menteri baru, sekali-kali kita ngulik artis, boleh ya. Kali ini jatuh pada artis sekaligus komika, Mongol Stres. Tiba-tiba ia menjadi manusia terikhlas di dunia.

Ente banyakkan, uangnya 53 miliar, diikhlaskan begitu saja. Mari simak narasinya sambil seruput kopi sedikit gula aren, wak!

Ada manusia di muka bumi ini yang mungkin sudah menyalip orang suci dalam hal ikhlas. Orang itu bukan siapa-siapa. Bukan juga tetangga ikam.

Dialah Mongol Stres. Komika yang biasa bikin orang ngakak di panggung, tiba-tiba bikin malaikat pun tercengang. Soalnya, dia dengan enteng, dengan tatapan sendu tapi tetap lucu, bilang, “Ya sudah, 53 miliar gue ikhlaskan.”

Lima puluh tiga miliar, bosku! Itu bukan uang yang kalau jatuh bisa lu pungut pakai tangan. Itu kalau jatuh di dompet, dompetnya langsung meledak. Kalau jadi bubur paddas, bisa bikin sarapan gratis se-Indonesia Raya selama seminggu penuh, plus bonus kopi tanpa gula.

Mongol? Dia cuma butuh empat hari nangis di kamar, ingus ngalir tanpa tisu, lalu selesai. Empat hari! Ulun ditikung gebetan aja nangisnya sampai tiga bulan. Ini 53 miliar, barudak!

Cerita ini lebih dramatis dari sinetron azab. Uang sebanyak itu dipinjamkan ke seorang calon gubernur, coba dengerin baik-baik, “calon gubernur.” Udah jelas, kalau kata pepatah, jangan pernah percaya sama orang yang masih “calon.” Calon pacar aja kadang ghosting, apalagi calon gubernur! Benar saja, orangnya ditangkap KPK.

Uang Mongol lenyap kayak sulap David Copperfield. Yang lebih sial, jaminannya sertifikat tanah, eh ikut disita negara. Lengkap sudah penderitaan.

Tapi inilah Mongol Stres yang pernah ngaku penganut aliran Satanic. Manusia yang lebih ikhlas dari kipas angin di pos ronda. Dia datangi penjara, tatap mata ibunya si tersangka, lalu berkata, “Ibu, utangmu ku putihkan.” Itu bukan dialog kehidupan nyata, itu kayak adegan film religi yang disutradarai Hanung Bramantyo.

Cuma bedanya, ini nyata. Lalu, Melaney Ricardo yang mendengar ceritanya langsung melongo, “Lu anak siapa? Anak jenderal, lu?” Mongol jawab, “Anak Tuhan.” Coba, kalau saya? Paling jawab, “Anak kos, Bu.”

Kebayang nggak, jadi istrinya Mongol? Suaminya baru kehilangan 53 miliar, pulang ke rumah, senyum-senyum bilang, “Udah, mah, aku ikhlaskan.” Itu bukan suami idaman, itu suami bikin darah tinggi.

Makanya istrinya ngambek dua jam. Dua jam! Itu pun sudah termasuk ikhlas luar biasa. Kalau istri orang lain, mungkin langsung lempar panci.

Tapi dari situ kita belajar, wak. Mongol lebih milih sehat batin ketimbang kaya materi. Dia tahu, kalau terus nyimpen dendam, tiap malam nggak bisa tidur, tiap pagi bangun langsung mikir, “Mana duit gue?” Lama-lama bukan jadi komika, tapi jadi zombie.

Benar, setelah dia ikhlas, rezeki malah balik. Hidupnya enteng, auranya adem, tawanya makin renyah.

Ulun jadi mikir, ini level ikhlas yang nggak bisa diajarkan di kampus, apalagi di grup WhatsApp keluarga. Kita kehilangan sandal di tempat ibadah saja sering komplain. “Ya Allah, kenapa harus sandal saya?” Padahal Mongol kehilangan 53 miliar, masih bisa bercanda. Itu artinya, dia bukan cuma komedian, tapi filsuf kehidupan.

Kalau suatu hari ada orang ngutang sama kita Rp50 ribu lalu kabur, jangan marah-marah. Ingat Mongol. Ingat 53 miliar. Kalau dia bisa ikhlas, masa kita kalah? Bedanya, kalau Mongol ikhlas, dia jadi inspirasi.

Kalau kita ikhlas, paling banter jadi status Facebook, “Ikhlas itu indah.” Tapi gapapa. Setidaknya, kita belajar bahwa hidup bukan soal berapa banyak uang yang hilang, tapi seberapa luas hati kita buat ketawa meski dompet sudah kosong.

Mongol Stres, stand-up comedy hidupnya justru lebih lucu dari semua materinya, tragedi dibungkus tawa, kehilangan dibungkus ikhlas. Lalu, 53 miliar itu? Mungkin hilang di bumi, tapi pasti tercatat di surga sebagai punchline paling epik yang pernah ada.

“Banyak juga duit Mongol ya, Bang.”
“Artis, wak. Suka buat orang tertawa, jadi kaya.” Ups

#camanewak

Share This Article
Exit mobile version