Warga Mempawah Diminta Tak Panic Buying, Tokoh Pemuda : Stok BBM Nasional Aman dan Terkendali

FOTO : flyer Herman Habibullah [ ist ]

Editor : R Hoesnan | Publisher : Admin radarkalbar.com

MEMPAWAH – Tokoh pemuda Mempawah, Herman Habibullah, meminta masyarakat Kalimantan Barat untuk tetap tenang dan tidak terjebak dalam aksi borong BBM (panic buying) menyusul beredarnya isu kelangkaan pasokan nasional.

Herman menegaskan bahwa informasi mengenai habisnya stok BBM dalam waktu dekat adalah salah paham terhadap data teknis cadangan penyangga (buffer stock).

“Angka 20 hari yang beredar di publik itu bukan sisa umur stok, melainkan kapasitas buffer stock atau penyimpanan kita saat ini. Distribusi harian dari produksi domestik dan impor tetap berjalan normal setiap hari,” ungkap Herman dalam keterangannya, Selasa (17/3/2026).

Ia menjelaskan, langkah pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden ke-8 RI, Prabowo Subianto, saat ini justru sedang memperkuat ketahanan energi dengan menargetkan peningkatan cadangan hingga tiga bulan ke depan.

Lantas, Herman juga merujuk pada pernyataan Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, yang memastikan stok menjelang Idul Fitri 2026 telah disiapkan hingga dua kali lipat dari cadangan minimal.

Soroti Spekulan dan Harga Selangit

Di sisi lain, Herman menyayangkan adanya oknum pengecer di lapangan yang memanfaatkan kekhawatiran warga untuk meraup keuntungan pribadi.

Selain itu, Ia menemukan laporan adanya BBM yang dijual dengan harga tidak wajar, mencapai Rp15.000 hingga Rp20.000 per liter.

“Ada praktik spekulan ilegal yang sengaja memicu kepanikan demi mengejar cuan. Ini merugikan masyarakat dan mengganggu stabilitas. Kami meminta aparat penegak hukum bertindak tegas terhadap para penimbun dan penjual di atas harga wajar ini,” tegasnya.

Himbauan Kolaboratif

Herman mengajak para aktivis dan tokoh masyarakat di Kalimantan Barat untuk menjadi penyaring informasi agar tidak terjadi provokasi yang merugikan publik.

“Kita harus cerdas. Stok aman, pasokan aman, dan kebutuhan harian tetap terpenuhi. Jangan sampai kita sendiri yang merusak ekosistem distribusi karena kepanikan yang tidak berdasar,” pungkasnya. [ RED ]

Share This Article
Exit mobile version