Buntut Masalah Gaji dan Temuan Telur Busuk, BGN Segel Dua Dapur Makan Bergizi Gratis di Sanggau

FOTO : Wakil Bupati Sanggau, Susana Herpena S Sos, M Sos [ Istimewa ]

Editor : R Hoesnan | publisher : Admin radarkalbar.com

SANGGAU – Program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sanggau menghadapi kendala serius, beberapa hari belakangan ini.

Setelah, Badan Gizi Nasional (BGN) secara resmi menghentikan sementara operasional dua dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yakni di Desa Semuntai (Kecamatan Mukok) dan Sungai Sengkuang (Kecamatan Kapuas).

Langkah tegas ini diambil menyusul adanya laporan miring terkait tata kelola internal dan kualitas bahan pangan.

Di Kelurahan Sungai Sengkuang, penutupan dipicu oleh konflik antara Kepala SPPG dengan puluhan karyawannya terkait tunggakan gaji.

Sementara di Desa Semuntai, BGN menemukan adanya penggunaan telur busuk dalam proses penyediaan makanan bagi warga.

Ketua Satgas Percepatan MBG sekaligus Wakil Bupati Sanggau, Susana Herpena, menegaskan bahwa penutupan ini merupakan otoritas penuh pemerintah pusat.

“Bukan pemerintah daerah yang menghentikan, melainkan langsung dari BGN,” ujar Susana saat ditemui di sela agenda buka puasa bersama, Senin (16/3/2026).

Susana mengungkapkan, puluhan karyawan sempat mengadu kepadanya karena gaji yang diterima tidak sesuai atau bahkan belum dibayar.

Mirisnya, pengelola SPPG setempat justru menantang karyawan saat diprotes.

“Kami mengimbau seluruh pengelola dapur SPPG di Sanggau agar mematuhi aturan. Jadikan kasus ini pelajaran berharga agar program mulia ini tidak dirusak oleh oknum yang tidak profesional,” tegasnya. [ RED ]

Share This Article
Exit mobile version