Pemkab Segera Bentuk Satgas, Solusi Pecahkan Antrian BBM

FOTO : Wakil Bupati Sanggau, Susana Herpena [ ok ]

Pewarta/editor : redaksi

SANGGAU [ radarkalbar.com ] – Pemkab Sanggau terus berupaya mencari solusi atas persoalan antrian BBM bersubsidi yang dikeluhkan masyarakat selama ini.

“Hari ini kami menggelar rapat koordinasi bersama Pertamina, perwakilan Forkompimda, pengelola SPBU dan OPD terkait guna membahas pendistribusian BBM yang menyebabkan antrian di Sanggau,” kata Susana saat usai memimpin rakor berlangsung di lantai dua Bapperida, Selasa (15/9/2026).

Banyak persoalan yang terungkap dalam Rakor yang berlangsung dari siang hingga menjelang petang tersebut. Mulai dari antrian berulang-ulang, menjamurnya pengecer yang menjual BBM diatas kewajaran, penggunaan tanki siluman hingga dugaan permainan oknum yang memanfaatkan situasi.

“Dari Rakor kita hari ini, kita putuskan akan membentuk satuan tugas (Satgas.red) yang akan membahas segala persoalan yang muncul di dalam Rakor hari ini yang tidak bisa kita putuskan mengingat memerlukan kajian hukum yang tepat dan cermat, ” ujar Wabup Susana.

Salahsatu persoalan yang mengenuka dalam Rakor tersebut, lanjutnya adalah menjamurnya pengecer.

“Pengecer itu tidak ada aturannya dan melanggar aturan sebetulnya, namun kehadiran pengecer ini juga penting dalam rangka pemerataan hak mendapatkan BBM hingga ke pelosok desa, dan persoalan ini akan kita bahas lebih lanjut bersama Satgas yang nanti akan dibetuk oleh pak Bupati,” ungkapnya.

Untuk mencegah antrian berkepanjangan, Wabup Susana mengimbau Aparat Penegak Hukum (APH) bekerjasama dengan SPBU untuk menertibkan pengantri yang berulang-ulang.

“Dan terkait harga di tingkat pengecer, meskipun tidak ada aturan yang mengatur, ia mengimbau para pengecer menjual harga BBM.subsidi dengan harga yang wajar. Misalnya, pengecer yang jaraknya 5-10 KM dari SPBU paling tidak boleh menjual Rp11.500/liter, dan yang lebih dari 10 KM bisa menjual Rp12.500 dan seterusnya sesuai jarak,” terangnya.

Mantan Anggota DPRD Sanggau tiga periode itu mengungkapkan, antrian BBM dipicu gangguan distribusi jalur sungai yang selama ini digunakan.

“Air sungai kapuas kita surut sehingga mengganggu distribusi, dan Pertamina menggunakan jalur darat menggunakan mobil tanki, tapi itupun tidak mudah, antriannya cukup panjang hingga dua hari,” tuturnya.

Sementara itu, Sales Branch Manager (SBM) Kalbar II Fuel Pertamina Patra Niaga, Muhammad Bisma Abdillah menyampaikan, total mobil tanki yang dioperasionalkan dari depot Pertamina Pontianak ke Sanggau sebanyak 162 mobil tanki.

“Dari 162 itu sudah termasuk penambahan 27 mobil tanki dari luar Provinsi Kalimantan Barat karena memang ini upaya-upaya kita untuk mempercepat pendistribusian BBM ke SPBU area Sanggau dan sekitarnya,” ujar dia.

Selain menambah armada tanki, Pertamina juga, lanjut Bisma, pihaknya juga menambah awal mobil tanki.

“Saat ini sudah ada beberapa orang yang sudah bekerja tapi ada juga yang masih dalam proses kualifikasi karena terkait keselamatan kerja,” pungkasnya. [ Red ]

 

 

 

 

 

Publisher : Admin radarkalbar.com

Share This Article

You cannot copy content of this page

Exit mobile version