Dugaan Pencemaran Limbah PT GKM Meresahkan, Dinas LH Sanggau dan Instansi Terkait Mesti Berani Ambil Sikap Tegas

FOTO : Kondisi sungai di wilayah Dusun Setogor yang diduga tercemar limbah PT GKM [ ist ]

Editor : R Hoesnan | Publisher : Admin redaksi

RADARKALBAR.COM – Kondisi air sungai di wilayah Dusun Setogor, Desa Sotok, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, Kalbar kini berada dalam titik kritis.

Aliran air yang keruh pekat dan mengeluarkan aroma busuk menyengat diduga kuat akibat pembuangan limbah dari aktivitas operasional PT Global Kalimantan Makmur (PT GKM).

Berdasarkan informasi yang beredar, aliran limbah tersebut ditengarai merambat dari Sungai Sungai Ribih menuju Sungai Setogor sebelum akhirnya akan mencemari Sungai Sekayam.

Warga mengecam dugaan pembiaran ini karena mengancam sumber air utama bagi mereka kesehariannya.

“Kondisi ini sudah berulang kali terjadi. Baunya sangat menyengat dan mengganggu. Kami mendesak perusahaan bertanggung jawab atas kerusakan ini,” tegas Yanto, salah satu warga setempat, Kamis (12/3/2026).

Desakan tak kalah keras dilontarkan Ketua Persatuan Wartawan Kabupaten Sanggau (PWKS), Wawan Suwandi.

Pria yang akrab dengan sapaan Juragan ini menegaskan aparat penegak hukum dan Pemerintah Daerah melalui Dinas Lingkungan Hidup dan instansi terkait, hendaknya tidak boleh tinggal diam melihat pelanggaran lingkungan di depan mata.

“Jangan tunggu ekosistem hancur total. Jika terbukti ada pencemaran, pihak berwenang wajib mencabut izin atau memberi sanksi pidana sesuai UU Nomor 32 Tahun 2009,” ujarnya, Kamis (12/3/2026).

Menurut Juragan, lingkungan hidup adalah hak rakyat, bukan tempat pembuangan sampah industri.

“Nah, ini mesti menjadi perhatian,” timpalnya.

Pria yang terbilang vocal ini menegaskan, pihaknya akan melaporkan dugaan pencemaran ini pihak terkaitnya. Jika tidak ada tindakan dari instansi terkait di Kabupaten Sanggau.

Hingga saat ini, pihak PT GKM dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sanggau belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan pencemaran warga tersebut. [ red ]

Share This Article
Exit mobile version