FOTO : Tim penyidik Kejati Kalbar saat melaksanakan pengecekan lapangan pada Senin, 9 Februari 2026 (istimewa)
Tim liputan – radarkalbar.com
KETAPANG – Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Barat melakukan manuver lapangan besar-besaran di Kabupaten Ketapang sejak Senin (9/2/2026).
Langkah ini diambil untuk menguliti fakta-fakta tersembunyi dalam dua kasus besar sekaligus: dugaan korupsi di Politeknik Negeri Ketapang dan penyimpangan dana kegiatan Napak Tilas.
Bukan sekadar pemeriksaan berkas, kali ini penyidik melakukan pengecekan langsung (on the spot) guna memastikan kesesuaian antara dokumen anggaran dengan kondisi fisik di lapangan.
Dalam penggeledahan dan penelusuran lokasi tersebut, Kejati Kalbar tidak bergerak sendiri. Mereka menggandeng tim ahli teknis untuk melakukan audit profesional terhadap objek perkara yang diduga merugikan keuangan negara.
”Pengecekan lapangan ini bertujuan memperoleh fakta akurat dan relevan. Keterlibatan tim ahli sangat krusial agar penilaian terhadap aspek teknis bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah di persidangan nanti,” tegas Kasi Penkum Kejati Kalbar, I Wayan Gedin Arianta, saat dikonfirmasi di lokasi kegiatan.
Narasi yang dibangun penyidik dalam operasi ini sangat jelas, untuk memperkuat alat bukti melalui temuan faktual.
Tim penyidik menyisir titik-titik yang menjadi objek perkara guna mengonfirmasi keterangan saksi yang telah diperiksa sebelumnya.
Penyisiran lokasi Napak Tilas dan proyek di lingkungan Poltek Ketapang ini menjadi sinyal kuat bahwa kasus ini telah memasuki tahap penyidikan yang sangat serius. Kejati menegaskan bahwa seluruh proses dilakukan secara mandiri tanpa celah bagi intervensi pihak luar.
Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Kalbar memastikan I Wayan Gedin Arianta, upaya “jemput bola” fakta lapangan ini adalah bagian dari akuntabilitas penegakan hukum.
Hal itu membuktikan, pihaknya tidak akan main-main dalam menuntaskan perkara korupsi yang menyedot perhatian publik di Ketapang ini.
”Kami berkomitmen menuntaskan perkara ini secara transparan dan bertanggung jawab. Ini adalah bagian dari upaya besar pemberantasan korupsi di wilayah Kalimantan Barat,” pungkasnya.
Hingga saat ini, tim penyidik masih terus mendalami temuan di lapangan untuk kemudian disinkronkan dengan keterangan saksi-saksi kunci guna menentukan langkah hukum selanjutnya. ( RED)
editor/publisher : admin radarkalbar.com
